• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Jagung Terdistribusi Hingga Kandang, Peternak Sebut Tak Ada Masalah Kadar Air

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 3 Oktober 2021 - 07:42
in Ekonomi
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya petani jagung untuk membantu peternak dalam penyediaan stok jagung pakan lagi-lagi dikomplain terkait kadar air masih tinggi. Padahal, kenyataannya hanya sebagian kecil yang basah. Itupun ada yang sudah dilakukan pengeringan oleh peternak sendiri.

Sebelumnya Ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mengatakan beberapa jagung ada yang basah sehingga petenak takut mengambilnya. Bahkan ia menyebut banyak yang memiliki kadar air 25-29%. Sementara standar kadar air jagung layak untuk pakan ayam hanya 15%.

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Kendati demikian, Ketua Koperasi Peternak Putera Blitar mengklarifikasi bahwa dari kiriman jagung 350 ton ke Blitar memang ada yang basah, namun itupun proporsinya sangat sedikit. Ini tentunya sangat wajar dalam perdagangan jagung, apalagi mulai musim hujan dan kapasitas pengering yang belum cukup tentu peternak Blitar sangat memakluminya jika ada beberapa yang masih basah.

“Kami kemarin dapat 30 ton dari PT seger, sekitar 20 ton dari Bojonegoro dan sekitar 294 ton dari Tuban. Nah dari Tuban ini memang kita kembalikan 4 ton karena kadar air di atas 20 persen, 1 ton lagi tidak saya kembalikan tetapi saya ambil lagi dari peternak penerima saya jemur karena kadar air di atas 20 persen. Dan ini tidak masalah kok bagi saya dan peternak lainnya di Blitar. Ya ini wajar,” demikian dikatakan Sukarman di Blitar, Sabtu (2/10/2021).

Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Kendal, Suwardi menyebutkan pengiriman jagung ke Kendal dengan kuota 300 ton sudah diterima dan terdistribusi semua. Ia menegaskan untuk Kendal tidak ada masalah kondisi jagung dengan kadar air yang diterima karena sudah sesuai.

“Jagungnya ini diambil langsung oleh koperasi ke Tuban, Grobogan dan petani lokal. Tidak ada masalah. Alhamdulillah sudah habis dan sudah dimanfaatkan semua oleh petani,” ujar Suwardi.

Hal senada dikatakan Ketua Koperasi Peternak Lampung, Jenny. Ia menyebutkan dari 200 ton jagung bantuan pemerintah sudah clear semua sesuai kriteria termasuk juga kadar airnya.

“Sudah beres semua yang kiriman dari gapoktan-gapoktan semua, sudah terdistribusi dipakai, terima kasih atas gerak cepat pemerintah membantu peternak,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai ketidaksesuaian kadar air jagung dalam jumlah yang kecil saat transaksi jual beli itu wajar saja. Yang terpenting adalah kesepakatan di antara penjual dan pembelinya mau dibayar sesuai kadar airnya atau dikembalikan sejumlah yang tidak sesuai atau diganti dengan yang sesuai.

Para peternak, sambungnya, baik itu peternak Blitar dan daerah lainnya seharusnya memberikan apresiasi adanya perhatian khusus berupa bantuan cepat menyediakan jagung dan dibantu biaya kirim.

“Mari kita saling memperbaiki diri dan menciptakan suasana yang cool, adem, damai, nggak riweh-riweh. Perhatian kepada peternak Blitar itu sangat luar biasa. Setiap tahun peternak Blitar selalu mengeluh dan pemerintah pun sangat cepat memberikan respon dan solusi nyata,” ujarnya.

Prima Gandhi menambahkan peternak di daerah lain seperti Sumbar, Bali, Sulsel, Kalsel, Jabar, Jateng semuanya merasa nyaman, aman dan baik-baik saja. Sebab dengan kondisi yang berat dan tidak mudah di saat ini pandemi Covid 19 ini .

“Jadi peternak Blitar ibarat masalah kayak sinetron berseri, panggung publik, dari dulu hingga itu tuntas, sedangkan di lokasi lain relatif tidak ada polemik seperti ini. Sebaiknya kita selalu beryukur terhadap semua nikmat yang diberikan tuhan maha kuasa, seolah merasa kurang terus, dalam hidup itu tidak ada yang sempurna,” cetusnya.

Lebih lanjut Prima Gandhi menekankan perhatian publik dan energi publik pun tercurah habis kepada masalah peternak Blitar. Karena itu, jika jagung yang diterima tidak sesuai kenapa juga baru dibicarakan di akhir padahal sudah ada kontrak jual belinya.

“Ini jagung sudah dikirim hingga ke kandang kandang, jadi tidak baik berkomentar negatif diakhir sampai membuat ricuh di media. Mari jaga kondusifitas,” tandasnya. (wib)

Tags: jagungpetani jagungpeternak

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5156 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.