• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wamen LHK Lepasliarkan Elang Brontok dan Tanam Pohon di Perbukitan Menoreh

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 26 September 2021 - 16:03
in Nasional
indoposco

Wamen LHK Alue Dohong lepasliarkan 2 (dua) ekor Elang Brontok di Perbukitan Menoreh tepatnya di Dusun Gedangsambu, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis, (23/9/2021).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong melakukan pelepasliaran 2 (dua) ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) berkelamin jantan di Perbukitan Menoreh tepatnya di Dusun Gedangsambu, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis, (23/9).

Pelepasliaran elang ini sejatinya akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo namun berhalangan hadir.

BacaJuga:

Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa

Pemerintah Minta Rusia Kecualikan WNI dari Perekrutan Tentara Bayaran

IPB University Tawarkan Tiga Agenda Kemitraan Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan 2027

Pelepasliaran dua ekor Elang Brontok hasil penyerahan masyarakat ini dilakukan setelah kedua Elang bernama Abimanyu dan Tara, menjalani proses rehabilitasi selama 6 bulan di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Loji, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.

Kedua Elang Brontok dalam fase gelap ini dinyatakan siap untuk dilepasliarkan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan penilaian perilaku terbang, bertengger dan berburu mangsa.

“Pelepasanliaran elang ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah dalam bidang konservasi alam khususnya menjaga kelestarian satwa liar dilindungi. Kemudian mengingat lokasi pelepasliaran elang ini berada di desa konservasi, diharapkan pelepasliaran elang juga bisa menambah daya tarik konservasi dan mendukung ekowisata di desa ini, serta menambah wawasan kepada masyarakat secara luas terkait upaya konservasi alam,” tutur Wamen Alue.

Lokasi pelepasliaran di Perbukitan Menoreh termasuk dalam salah satu kawasan Cagar Biosfer yang membentang melewati 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Magelang dan Purworejo di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kulonprogo di Provinsi DI. Yogyakarta dengan luasan total 65.716,20 Ha.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh Balai KSDA Jawa Tengah bersama PPSEJ-TNGHS (Pusat Penyelamatan Satwa Elang Jawa – Taman Nasional Gunung Halimun Salak) dan RAIN-PKEK (Raptor Indonesia- Pusat Konservasi Elang Kamojang), Perbukitan Menoreh dianggap sebagai lokasi yang sesuai untuk pelepasliaran Elang tersebut.

Kondisi ketersediaan sumber pakan di lokasi tersebut dianggap mencukupi bagi keberlangsungan hidup elang. Pada saat pengamatan dijumpai beberapa jenis satwa yang dapat dijadikan sumber pakan di sekitar lokasi tersebut, antara lain: Tikus Tanah (Mamalia kecil); Kadal kebun, Ular Air Kelabu (Herpetofauna), dll.

Komposisi dan vegetasi di Desa Giri Tengah yang umumnya ditanam dengan pola talun/agroforestri biasanya disukai atau menjadi habitat beberapa jenis elang yang memiliki tingkat adaptasi yang baik dengan aktivitas manusia dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga lokasi pelepasliaran tersebut dinilai cocok sebagai lokasi pelepasliaran elang. Selain itu tercatat 3 (tiga) kali perjumpaan elang oleh para pengamat burung di sekitar lokasi pelepasliaran mulai tahun 2018.

Kepala Balai KSDA Jawa Tengah, Darmanto mengharapkan setelah dilepasliarkan kedua elang tersebut dapat mencari makan sendiri di habitat alami dan survive di alam.

Keberadaan elang sebagai burung pemangsa (raptor) dalam suatu ekosistem sangat penting karena posisinya sebagai pemangsa puncak dalam piramida atau rantai makanan. Bila ada gangguan terhadap mereka akan terganggu pula rantai dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem tersebut.

Untuk memantau kondisi satwa pasca pelepasliaran dan mengetahui eksistensi satwa di habitat alaminya, BKSDA Jawa Tengah bersama PPSEJ TNGHS telah menyiapkan tim guna melakukan monitoring.

Selanjutnya di lokasi yang sama, Alue Dohong juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol rehabiltasi lahan dengan model penanaman Usaha Pengelolaan Sumberdaya Alam (UPSA) di Perbukitan Menoreh yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo.

Terkait UPSA di lokasi pelepasliaran elang tersebut, disebutkan Wamen Alue sebagai upaya merehabilitasi hutan dan lahan dengan metode konservasi tanah dan air melalui kegiatan-kegiatan sipil teknis, vegetatif, dan agronomi.

Jenis kegiatan yang dilakukan di lokasi UPSA tersebut meliputi pembuatan Gully plug, terjunan dan Saluran Pembuangan Air, perbaikan terasering, pembuatan dam penahan dan penanaman pohon buah.

“Penyelenggaraan program UPSA disini selain untuk rehabilitasi hutan dan lahan juga untuk peningkatan ekonomi produktif masyarakat berbasis ekosistem hutan,” ujar Wamen Alue.

Lokasi sekitar Desa Giri Tengah tempat pelaksanaan kegiatan pelepasliaran elang Brontok dan Rehabilitasi hutan dan lahan dengan metode UPSA, merupakan salah satu kawasan yang menjadi calon lokasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Perbukitan Menoreh.

Rehabilitasi DAS di sini diprioritaskan untuk meningkatkan tutupan hutan, membangun menara air alami, dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk hutan kayu/nonkayu dan jasa lingkungan, serta ekowisata.

“Bibit yang kita tanam disini salah satunya jenis Alpukat Aligator yang buahnya besar, bijinya kecil sehingga sangat produktif untuk hasilnya, kita harapkan pohonnya dapat dipelihara dengan baik hingga berbuah dan buahnya dapat menambah penghasilan warga di desa ini, sejalan dengan tetap terjaganya lingkungan karena tutupan hutannya tetap baik,” jelas Wamen lagi.

Tampak hadir mendampingi Wakil Menteri LHK dalam acara tersebut, Direktur Konservasi Tanah dan Air KLHK, Direktur Kesatuan Hutan Produksi KLHK, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa), Kepala BKSDA Yogyakarta, Kepala BPDAS Pamali Jratun, dan tim BKSDA Jawa Tengah serta Perangkat Pemda dan Desa terkait. (gin)

Tags: Elang Brontokkabupaten magelangKementerian LHKKLHKPerbukitan Menoreh

Berita Terkait.

Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa
Nasional

Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa

Rabu, 4 November 2026 - 23:07
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

Pemerintah Minta Rusia Kecualikan WNI dari Perekrutan Tentara Bayaran

Rabu, 4 November 2026 - 22:15
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

IPB University Tawarkan Tiga Agenda Kemitraan Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan 2027

Rabu, 4 November 2026 - 22:05
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Rabu, 4 November 2026 - 21:30
Polisi Tegaskan Narasi SIM Gratis 2026 di TikTok Hoaks
Nasional

Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pesantren Percepat Penanggulangan TBC

Rabu, 4 November 2026 - 20:40
Polisi Tegaskan Narasi SIM Gratis 2026 di TikTok Hoaks
Nasional

Wamendagri Bima Arya Tekankan Komitmen Daerah Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Rabu, 4 November 2026 - 20:33

OLAHRAGA

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Olahraga

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 4 November 2026 - 22:31

INDOPOSCO.ID – Tata kelola kompetisi futsal nasional kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari Pangsuma FC yang menilai pengelolaan...

SelengkapnyaDetails
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3300 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2299 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.