INDOPOSCO.ID – Hasil penyelidikan kepolisian tidak ditemukan adanya dugaan kebocoran data pengguna pada aplikasi elektronik Health Alert Card (eHAC). Juga tidak menemukan upaya pengambilan data dari server eHAC.
Polisi kemudian menghentikan penyelidikan, setelah dipastikan tidak ditemukan adanya pengambilan data pengguna aplikasi Kartu Kewaspadaan Kesehatan itu.
“Kepolisian resmi menghentikan penyelidikan, terhadap dugaan kasus kebocoran data di aplikasi sistem eHAC,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, dr. Anas Maruf.
Ia mengatakan, data masyarakat yang ada dalam sistem eHAC tidak bocor dan dalam perlindungan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, data pengguna eHAC tetap aman dan saat ini sudah terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi,” tuturnya.
Masyarakat diimbau menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Platform PeduliLindungi ini tersimpan di pusat data nasional dan sudah dilakukan oleh BSSN yaitu IT Security Assessment.
Informasi adanya kebocoran data eHAC dilaporkan oleh VPN Mentor sempat bikim heboh. Laporan tersebut telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diterima oleh Kementerian Kesehatan pada 23 Agustus 2021.
Kementerian Kesehatan kemudian menelusuri langsung melakukan tindakan perbaikan-perbaikan pada sistem eHAC. (dan)











