• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kemenkes Bantah Aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi Bocor

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 5 September 2021 - 14:23
in Headline
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebocoran data pribadi pengguna aplikasi e-HAC (electronic Health Alert Card) yang ramai diberitakan akhir-akhir ini dibantah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal serupa dengan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan sertifikat vaksin milik Presiden Jokowi, diduga bocor dari aplikasi PeduliLindungi, juga ditepis oleh Kemenkes.

Juru Bicara Kemenkes, dr. Siti Nadi Tarmizi, M.Epid ketika dihubungi Indoposco.id, Minggu (5/9/2021) menegaskan, data masyarakat yang ada dalam sistem electronic Health Alert Card (e-HAC) tidak bocor dan aman dalam perlindungan.

BacaJuga:

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Termasuk Metro Jaya hingga Jawa Barat

Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum

Rocky Gerung Soal Tugas Baru di Wantimpres: Kritis, Bukan Mengkritik

“Data masyarakat yang ada di dalam e-HAC itu tidak mengalir ke platform mitra (pihak ketiga),” ujar Siti.

Ia mengatakan, informasi adanya kerentanan pada platform mitra e-HAC (pihak ketiga) atau yang dilaporkan oleh VPN (Virtual Private Network) mentor, telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diterima oleh Kemenkes pada tanggal 23 Agustus 2021.

“Kemudian Kementerian Kesehatan melakukan penelusuran dan menemukan kerentanan tersebut pada platform mitra, kemudian Kementerian Kesehatan langsung melakukan tindakan yang diperlukan dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan pada sistem tersebut,” ujarnya.

Siti mengungkapkan kerentanan ada pada sistem e-HAC yang lama, yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Ia mengatakan, Kemenkes telah meminta masyarakat untuk menghapus/uninstall aplikasi e-HAC dan meminta untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang sudah mengintegrasikan e-HAC di dalamnya.

Sementara terkait kebocoran data NIK dan sertifikat vaksin Presiden Jokowi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah telah menutup semua data milik para pejabat terkait informasi dalam aplikasi PeduliLindungi. Langkah tersebut diambil usai viralnya akses terhadap NIK Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk mengakses sertifikat vaksin di situs tersebut.

Pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin tersebut menimbul reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebab, pernyataan Menkes tersebut terkesan hanya data milik para pejabat saja yang dilindungi. Sementara data milik masyarakat biasa dibiarkan saja tanpa ada perlindungan dan keamanan.

Terkait hal itu, Siti menegaskan bahwa yang dimaksud dengan menutup data pejabat publik bukan berarti pemerintah tidak menjaga keamanan data masyarakat lain yang ada di aplikasi PeduliLindungi.

“Ini adalah dua hal yang berbeda. Tetap semua data masyarakat akan dijamin keamanannya,” tandas Siti.

Siti mengatakan, pemerintah senantiasa menjamin keamanan data pribadi seluruh masyarakat Indonesia sesuai undang-undang yang berlaku.

Siti menegaskan bahwa aplikasi PeduliLindungi juga telah melewati proses Information Technology (IT) security assessment yang ketat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Jadi yang tidak benar itu adalah menyalahgunakan data pribadi seseorang, siapa pun juga. Adalah tidak benar jika kita menggunakan NIK orang lain tanpa izin orang yang bersangkutan pada aplikasi PeduliLindungi. Apalagi kemudian mengambil data yang ada dan menyebarluaskan informasi pribadi tanpa izin yang bersangkutan itu merupakan tindakan yang tidak benar,” kata Siti.

Siti mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena upaya perlindungan dan keamanan terus dijaga oleh pemerintah. (dam)

Tags: e-hacelectronic Health Alert CardKemenkes

Berita Terkait.

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Termasuk Metro Jaya hingga Jawa Barat
Headline

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Termasuk Metro Jaya hingga Jawa Barat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:49
Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum
Headline

Mutasi Mabes Polri: Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Asep Edi Suheri Irwasum

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:03
Rocky Gerung Soal Tugas Baru di Wantimpres: Kritis, Bukan Mengkritik
Headline

Rocky Gerung Soal Tugas Baru di Wantimpres: Kritis, Bukan Mengkritik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:43
bowo
Headline

Ada Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka, Ini Daftar 26 Anggota Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:35
sertijab
Headline

Sertijab Kapolri: Jenderal Suyudi Terima Panji Tribrata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:30
pratikno
Headline

Dihuni Tokoh Lintas Agama dan Profesi, Wantimpres Janji Maksimalkan Pengalaman

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:35

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.