• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom: Belanja Pemerintah Masih Dibutuhkan Meski Ada Pelonggaran PPKM

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 24 Agustus 2021 - 13:36
in Ekonomi
indoposco

Ilustrasi - Pemerintah menurunkan PPKM dari level 4 jadi level 3 di sejumlah wilayah karena berkurangnya jumlah kumulatif kasus positif Covid-19, diantaranya Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai belanja pemerintah masih dibutuhkan sampai akhir 2022, meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jabodetabek serta 15 kabupaten atau kota lain sudah turun ke level 3.

“Pelonggaran bukan berarti ekonomi langsung normal yang berarti, support, belanja pemerintah masih konsisten dibutuhkan setidaknya hingga akhir 2022,” tutur Bhima seperti dikutip Antara, Selasa (24/8/2021).

BacaJuga:

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Pelonggaran PPKM dari level 4 ke 3 akan memperbaiki konsumsi rumah tangga, namun secara terbatas. Konsumsi diperkirakan belum bisa kembali tinggi seperti pada kuartal II-2021 sebelum pengetatan PPKM.

Pasalnya, meskipun pusat belanja mulai diizinkan untuk dikunjungi, daya beli kelas menengah belum mendukung belanja yang tinggi. Di samping itu, kapasitas kerja di kantor masih dibatasi maksimal sampai 25 persen untuk sektor non esensial.

“Artinya beberapa pekerja masih berada di rumah. Sementara itu pengunjung mal kan juga pekerja perkantoran, jadi satu sektor dilonggarkan tetapi sektor lain masih dibatasi belum akan berpengaruh banyak,” imbuh Bhima.

Bhima juga menyarankan pemerintah untuk terus meningkatkan penyaluran belanja untuk perlindungan sosial serta bantuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di samping itu, dia juga mengusulkan kepada pemerintah untuk tetap memprioritaskan vaksinasi pekerja sektor esensial.

“Jangan sampai kembali terjadi lonjakan kasus kemudian yang disalahkan sektor industri manufaktur, karena ada klaster pabrik. Prokes tetap dijaga serta dari pihak pengusaha wajib transparan apabila ditemukan kasus baru di lingkungan kerja sehingga penanganan lebih cepat,” imbuhnya.

Dia memperkirakan perkembangan ekonomi kuartal III-2021, meski diperkirakan masih positif, tidak akan menyentuh angka 7 persen. Bhima memperkirakan perkembangan ekonomi kuartal III-2021 berada pada kisaran 2 persen year on year. “Bulan September tidak ada event besar yang bisa memicu kenaikan mobilitas masyarakat,” ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun juga akan dipengaruhi oleh penanganan pandemi Covid-19 pada kuartal IV-2021 yang akan datang. jika kasus Covid-19 sudah turun serta aktivitas perekonomian kembali berjalan, perekonomian dapat tumbuh tinggi didorong oleh belanja untuk natal serta tahun baru.

Sementara itu, ekspor cenderung belum bisa banyak diharapkan. dia memperkirakan ekspor akan lebih rendah karena negara tujuan sedang berfokus menangani versi Delta sehingga berpengaruh terhadap laju konsumsi maupun permintaan bahan baku industri. (mg2/wib)

Tags: Belanja PemerintahCeliosPelonggaran PPKMPPKM

Berita Terkait.

Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44
Transaksi
Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42
Mata-Uang
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:01
Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1268 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.