• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Bupati: 70 Persen Petani Sambas Butuh Bantuan Berkelanjutan

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 22 Agustus 2021 - 12:09
in Daerah
indoposco

Bupati Sambas menyerahkan alat mesin pertanian (Alsintan) secara simbolis kepada petani yang berasal dari aspirasi Wakil Ketua DPR RI Komisi IV, Daniel Johan di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono mengatakan bahwa saat ini lebih dari 70 persen masyarakat Sambas yang adalah petani membutuhkan bantuan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

“Kenceng atau periuk orang Sambas itu hampir semuanya ada di sektor pertanian. Sekarang kita ingin menggenjot hasil produksi terutama padi. saya ingin lihat, padi yang katanya ada sekian ton berasnya di mana, padinya mana. Kemudian apakah itu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani,” ujarnya seperti dikutip Antara, Minggu (22/8/2021).

BacaJuga:

Gubernur Banten Ajak Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Pelayanan SIM di Satpas Polres Lebak Mudah dan Presisi, Mahasiswi Asal Bandung Akui Puas

Pascagempa M5,3 Guncang Luwuk di Sulteng, Getaran Susulan Terjadi Beruntun

Saat ini sambungnya, pekerjaan rumah bagi pemerintah di sektor pertanian sangat banyak. Namun pemerintah di masa Satono-Rofi sedang fokus meningkatkan jumlah produksi terutama padi.

“Kemarin yang kita panen di Lonam ada 8,05 ton per hektare, terbanyak se-Kalbar. Ini merupakan kabar yang luar biasa. Harapan saya satu hektare itu bisa 10 ton, dalam setahun bisa 3 kali panen varietas inpari 36 dan 37 itu. Tapi lagi-lagi, memang masih banyak hal yang perlu kita perhatikan,” kata dia.

Satono mengatakan, keberhasilan pembinaan sektor pertanian tidak lepas dari peran penyuluh (PPL), namun faktanya saat ini jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Sambas sangat minim. Oleh karenanya, dia ingin Daniel Johan sebagai wakil rakyat di Senayan untuk mengawal itu sampai ke pemerintah pusat.

“Penyuluh pertanian di Sambas sangat terbatas. Perlu dukungan Pak Daniel Johan, karena bagaimana memberikan pendampingan kepada bapak ibu petani yang di bawah inilah yang paling penting,” katanya.

Satono mengatakan, tahun ini pemerintah daerah telah berhasil menambah jumlah pupuk subsidi yang awalnya hanya 3.000 ton menjadi 17.700 ton, bertambah 14.700 ton. Tujuannya, pemerintah ingin mengembalikan kuota pupuk subsidi yang dulunya pernah 20.000 ton per tahun. “Itu semua butuh kerja sama semua pihak, termasuk DPR RI. Dengan begitu percepatan pembangunan sektor pertanian bisa dilakukan dengan mudah,” katanya.

Sementara itu, Daniel Johan mengatakan, para petani di Sambas harus mulai berpikir tentang digitalisasi pertanian. Karena di masa pandemi ini, penggunaan metode digital sangat berguna dan dianggap paling efektif. Apalagi Sambas harus menjadi daerah yang lebih berkemajuan.

“Selama ini banyak Bimtek dilakukan, namun belum pernah materinya tentang digitalisasi pertanian. Saya akan dorong itu, namun harus tau dulu, apakah petani paham mengenai digitalisasi, manfaatnya untuk apa, seperti apa dan siap tidak petaninya. Nanti dari hasil survey ini kan kita rumuskan hasilnya seperti apa,” katanya.

Daniel berharap, petani setuju jika harus hijrah ke metode pertanian digital. Dia ingin Sambas jadi percontohan pertama bagi daerah Kalbar. Nantinya aplikasi itu akan memudahkan masyarakat luar untuk mengenal dan melihat seperti apa sektor pertanian di Sambas.

“Saya akan dorong ini, percontohan pertama di Sambas. Nanti jeruk sambas bukan hanya orang Sambas, tapi orang yang di Amerika di Korea tau bahwa ada yang namanya jeruk Tebas,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Sambas menyerahkan alat mesin pertanian (Alsintan) secara simbolis kepada petani yang berasal dari aspirasi Wakil Ketua DPR RI Komisi IV, Daniel Johan di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Adapun Alsintan yang diberikan kepada petani seperti traktor roda empat dan hand traktor roda dua. (mg1/wib)

Tags: alsintanKabupaten SambasPetani

Berita Terkait.

adi
Daerah

Gubernur Banten Ajak Warga Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 22 September 2026 - 10:10
sim
Daerah

Pelayanan SIM di Satpas Polres Lebak Mudah dan Presisi, Mahasiswi Asal Bandung Akui Puas

Selasa, 22 September 2026 - 09:09
gempa
Daerah

Pascagempa M5,3 Guncang Luwuk di Sulteng, Getaran Susulan Terjadi Beruntun

Senin, 21 September 2026 - 19:36
Suhu Udara Hangat, Hari Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan
Daerah

Pemerhati Pendidikan Soroti Potensi Pungutan Dana Revitalisasi Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 15:05
Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart
Daerah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart

Senin, 21 September 2026 - 14:18
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Daerah

Bea Cukai Malang Sita 14.596 Batang Rokok Ilegal di Kalipare-Donomulyo

Senin, 21 September 2026 - 13:25

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    967 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    959 shares
    Share 384 Tweet 240
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.