• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bahan Dasar dari Kayu, Pembuatan Tas Koja Baduy yang Dikenakan Presiden Bisa Sampai Seminggu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 16 Agustus 2021 - 12:37
in Nasional
indoposco

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kiri), memberi salam kepada Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) saat menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). Foto: Antara/Ho/Humas MPR/wpa/hp

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih mengenakan pakaian adat Suku Baduy dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Indonesia mengenakan pakaian adat yang biasa digunakan orang Baduy Luar. Mulai dari Kampret (baju berwarna hitam), lomar (ikat kepala), dan koja (tas selempang).

BacaJuga:

Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Kemudian, tas koja itu menjadi perhatian publik lantaran jenis dan bentukanya berbeda dengan tas pada umumnya. Memiliki kerangka benang yang berjarak.

Pemerhati Suku adat Baduy, Uday Suhada mengatakan, bahan dasar tas koja terbuat dari kayu terep. Kemudian lulitnya di ambil, dijemur hingga dijadikan seperti benang. Biasanya, tas itu dikerjakan oleh lelaki orang Baduy Luar.

“Koja bahan dasarnya kulit kayu terep. Kulitnya diambilin, dijemur, dubuat benang. Kalau sudah kering itu di anyam,” katanya saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

Selain koja, kata dia, ada juga tas jarog. Perbedaannya ada di tali tas. Koja memiliki talinya hanya satu dan jarog ngerumbay (banyak).

Kemudian, jarog terbuat dari kayu kasungka. Biasanya, pembuatan tas itu oleh orang Baduy Dalam. Bahkan, benang dari kayu kasungka dapat dibuat untuk jala atau alat penangkap ikan.

“Ada juga bahan dasar yang jarang dibuat kulit kayu kasungka. Cuma yang membuat orang Baduy dalam warnanya lebih hitam dan awetnya lebih. Kayu kasungka dapat dibuat dari jala karena tahan di air. Kalau kayu terep tidak kuat tahan air,” terangnya.

Ia menyebutkan, pembuatan tas koja bisa memakan waktu satu hingga dua minggu. Kecepatan pembuatan tergantung aktivitas orang Baduy.

“Tergantung pada kebiasaan (aktivitas) mereka. Ada yang selesai seminggu, 2 minggu, karena tugas mereka berladang. Itu dibuatnya di rumah,” ujarnya.

Uday berujar, kegunaan tas koja sebagai wadah alat ke ladang atau wadah bekal jika orang Baduy melakukan perjalanan ke luar.

“Untuk wadah tas ketika mereka berkunjung ke ladang atau bahkan keluar dari Baduy. Di samping suka dijual, produksi paling sebulan 2 atau 3, itu dijual,” ujarnya. (son)

Tags: Baduypresiden jokowisidang tahunan mprTas Koja BaduyUday Suhada

Berita Terkait.

Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi
Nasional

Politeknik Agraria STPN Buka Pendaftaran Taruna Baru 2026, Sediakan 4 Prodi Unggulan dan Kuota 350 Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:03
Penumpang-KA
Nasional

Naik Kereta Murah Makin Diminati, 7,8 Juta Penumpang Serbu KA Bersubsidi

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:14
Muhammad-Aqil-Irham
Nasional

Jelang Wajib Halal 2026, BPJPH Minta Daerah Perbanyak Fasilitasi Sertifikasi UMK

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:02
Anak-Stuntung
Nasional

Stunting Turun, BRIN Ingatkan Ancaman Gizi dan Bahaya “Tiga Beban” pada Anak

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:41
Brian
Nasional

Data Tak Sinkron, Kemendiktisaintek Gandeng BPS Benahi Sasaran Bantuan Kuliah Pendidikan Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:19
Peragaan
Nasional

Susun Kosa Isyarat Keislaman Nasional, Kemenag Perkuat Layanan Inklusif bagi Komunitas Tuli

Selasa, 16 Juni 2026 - 23:07

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7116 shares
    Share 2846 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.