• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Bahan Dasar dari Kayu, Pembuatan Tas Koja Baduy yang Dikenakan Presiden Bisa Sampai Seminggu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 16 Agustus 2021 - 12:37
in Nasional
indoposco

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kiri), memberi salam kepada Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) dan Ketua DPR Puan Maharani (kanan) saat menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). Foto: Antara/Ho/Humas MPR/wpa/hp

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih mengenakan pakaian adat Suku Baduy dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Indonesia mengenakan pakaian adat yang biasa digunakan orang Baduy Luar. Mulai dari Kampret (baju berwarna hitam), lomar (ikat kepala), dan koja (tas selempang).

BacaJuga:

Dituduh Punya Ratusan Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi

FKBI Desak Cukai MBDK dan Rokok, Label Nutri Level Dinilai Belum Cukup

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Kemudian, tas koja itu menjadi perhatian publik lantaran jenis dan bentukanya berbeda dengan tas pada umumnya. Memiliki kerangka benang yang berjarak.

Pemerhati Suku adat Baduy, Uday Suhada mengatakan, bahan dasar tas koja terbuat dari kayu terep. Kemudian lulitnya di ambil, dijemur hingga dijadikan seperti benang. Biasanya, tas itu dikerjakan oleh lelaki orang Baduy Luar.

“Koja bahan dasarnya kulit kayu terep. Kulitnya diambilin, dijemur, dubuat benang. Kalau sudah kering itu di anyam,” katanya saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

Selain koja, kata dia, ada juga tas jarog. Perbedaannya ada di tali tas. Koja memiliki talinya hanya satu dan jarog ngerumbay (banyak).

Kemudian, jarog terbuat dari kayu kasungka. Biasanya, pembuatan tas itu oleh orang Baduy Dalam. Bahkan, benang dari kayu kasungka dapat dibuat untuk jala atau alat penangkap ikan.

“Ada juga bahan dasar yang jarang dibuat kulit kayu kasungka. Cuma yang membuat orang Baduy dalam warnanya lebih hitam dan awetnya lebih. Kayu kasungka dapat dibuat dari jala karena tahan di air. Kalau kayu terep tidak kuat tahan air,” terangnya.

Ia menyebutkan, pembuatan tas koja bisa memakan waktu satu hingga dua minggu. Kecepatan pembuatan tergantung aktivitas orang Baduy.

“Tergantung pada kebiasaan (aktivitas) mereka. Ada yang selesai seminggu, 2 minggu, karena tugas mereka berladang. Itu dibuatnya di rumah,” ujarnya.

Uday berujar, kegunaan tas koja sebagai wadah alat ke ladang atau wadah bekal jika orang Baduy melakukan perjalanan ke luar.

“Untuk wadah tas ketika mereka berkunjung ke ladang atau bahkan keluar dari Baduy. Di samping suka dijual, produksi paling sebulan 2 atau 3, itu dijual,” ujarnya. (son)

Tags: Baduypresiden jokowisidang tahunan mprTas Koja BaduyUday Suhada

Berita Terkait.

1756618904422
Nasional

Dituduh Punya Ratusan Dapur MBG, Uya Kuya Lapor Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 21:11
imnuman
Nasional

FKBI Desak Cukai MBDK dan Rokok, Label Nutri Level Dinilai Belum Cukup

Minggu, 19 April 2026 - 20:12
kemenag
Nasional

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Minggu, 19 April 2026 - 17:17
Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.