• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kemkominfo bersama Kemendikbud Ristekdikti Ajak Masyarakat Membuat Rekam Jejak Digital Positif di Internet

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 13 Agustus 2021 - 10:05
in Nasional
Webinar Digital Society pada Kamis (12/08).

Webinar Digital Society pada Kamis (12/08).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristekdikti kembali mengadakan Webinar Digital Society pada Kamis (12/08) yang dimulai pukul 10.00 WIB dan disiarkan langsung melalui Zoom Webinar, Kanal Youtube Siberkreasi, Facebook Live Siberkreasi, Youtube Kemkominfo TV, Youtube Direktorat Sekolah Dasar, dan Youtube Video Pendidikan Indonesia. Webinar kali ini mengulas pentingnya mengamankan identitas digital kita dan kaitannya dengan jejak digital di internet.

Dengan mengangkat tema “Waspada Rekam Jejak Digital Pendidik dan Peserta Didik di Internet”, kegiatan ini mengundang berbagai pakar yang relevan di bidangnya sebagai narasumber. Webinar dibuka oleh Semuel Pangerapan, B.Sc selaku Dirjen Aptika Kemkominfo dan Jumeri, S.TP., M.Si. selaku Dirjen PAUD, Dikdas & Dikmen Kemendikbud Ristekdikti.

BacaJuga:

Mendagri Tito Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah melalui Sistem dan Sikap Integritas

Mandat Komnas Perempuan Diperluas, DPR Desak Perlindungan Korban Jadi Prioritas

Wamendagri Wiyagus Minta DPRD Kawal APBD Berbasis Hasil, Bukan Sekadar Aspek Administratif

Dalam sambutannya, Dirjen Semuel menegaskan bahwa literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif. Dengan demikian, Kemenkominfo dan Siberkreasi berkomitmen akan terus melakukan upaya peningkatan literasi digital masyarakat melalui berbagai macam inisiatif kegiatan yang diharapkan dapat memfasilitasi dan semakin mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia.

“Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Semuel.

Selain itu, Dirjen Jumeri juga mengingatkan bahwa setiap hari kita secara tidak sadar ataupun sadar telah meninggalkan jejak di dunia maya melalui unggahan kita, komentar, situs laman yang kita kunjungi, memasukkan data pribadi, mengirim pesan dan lain sebagainya, yang semua ini menjadi jejak digital yang akan tersimpan secara abadi di dunia maya.

“Jejak digital pula yang membentuk pribadi dan menggambarkan diri kita di dunia digital, untuk itu kita harus tetap waspada dan berhati-hati terhadap informasi apapun yang kita bagikan di internet dan juga ada beberapa rambu-rambu yang harus kita waspadai diantaranya adalah UU ITE, jangan sampai kita terkena dampaknya. Dapatkan manfaatnya, hindari resikonya.” kata Jumeri.

Rekam Jejak Digital dan Dampaknya

Dalam banyak kasus, warganet sering kali mengunggah berbagai bentuk konten dan meninggalkan jejak digital yang kurang hati-hati.

Heni Mulyati, M.Pd., Pengurus Siberkreasi dan Komite Edukasi Mafindo, dalam paparannya menjelaskan mengenai apa itu rekam digital dan bentuknya, hak, tanggung jawab, dan kewajiban pengguna internet, serta bahaya dan ancaman ketika kita tidak hati-hati meninggalkan rekam jejak digital.

Menurut Heni penting bagi kita untuk meninggalkan jejak digital yang positif dan kita bisa merancangnya, seperti misalnya prestasi atau penghargaan yang didapat atau karya-karya baik yang telah dibuat itu boleh diunggah di internet.

“Harapannya ketika seseorang mengetikkan nama kita di mesin pencari, maka seluruh karya berkualitas yang pernah kita buat bisa muncul dan menjadi catatan nama baik,” jelas Heni.

Lebih lanjut, Dessy Sukendar, Policy Programs Manager Facebook Indonesia memberikan tips-tips praktikal yang bisa digunakan untuk proteksi privasi dalam menggunakan media sosial. Dessy menyarankan agar warganet dapat membiasakan diri untuk memperhatikan dan melihat pengaturan terkait kata sandi, informasi pribadi, pengaturan privasi, dan keamanan pada setiap platform yang kita gunakan.

Dalam rangka mensosialisasikan cara-cara menjadi warga digital yang bijak, Facebook telah bekerjasama dengan Kemkominfo dalam membuat panduan sederhana dengan bahasa yang mudah dicerna. Panduan dan buku “Materi Asah Digital” ini dapat diakses oleh publik di http://asahdigital.fb.com/.

“Jadi bukan untuk mengajarkan tetapi untuk lebih gampang disampaikan, semua ada di buku panduan ini yang dapat diunduh di website kami”, tutur Dessy.

Webinar dilanjutkan dengan narasumber terakhir, Wahyu Haryadi, M.A., Analis Prasarana Sekolah Dasar, Kemendikbud Ristekdikti yang menyampaikan upaya-upaya Kemendikbud Ristekdikti dalam menjaga agar tenaga pendidik dan peserta didik meninggalkan rekam jejak yang baik di dunia digital.

Wahyu mengenalkan konsep “4K” dalam cerdas digital, yaitu Kritis, Keamanan, Kreativitas, dan Kolaborasi juga strategi Literasi Digital di sekolah dasar (SD), salah satunya yaitu “Empati Digital”. Menurutnya, penting mengajarkan anak untuk tidak hanya mengamankan jejak digital tapi juga harus mempunyai empati terhadap apa yang ada di dalam dunia digital.

“Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa empati pada anak, misalnya dengan mengajarkan untuk tidak pamer di media sosial atau mengajarkan untuk tidak meneruskan pesan atau video perundungan di media sosial, dan lain sebagainya,” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, Kemendikbud Ristekdikti juga membuat lomba terkait konten digital antara siswa, guru, tenaga pendidik dan semua stakeholder sekolah sebagai bagian dari pendampingan Kemendikbud Ristekdikti. Hal demikian dilakukan untuk membuat jejak digital dan mengarahkan peserta didik dan tenaga pendidik untuk lebih optimal berkegiatan di dunia digital. (ibs)

Tags: Kemendikbud RistekdiktiKemkominforekam jejak digital

Berita Terkait.

Mendagri Tito Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah melalui Sistem dan Sikap Integritas
Nasional

Mendagri Tito Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah melalui Sistem dan Sikap Integritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:31
Mandat Komnas Perempuan Diperluas, DPR Desak Perlindungan Korban Jadi Prioritas
Nasional

Mandat Komnas Perempuan Diperluas, DPR Desak Perlindungan Korban Jadi Prioritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:11
Wamendagri Wiyagus Minta DPRD Kawal APBD Berbasis Hasil, Bukan Sekadar Aspek Administratif
Nasional

Wamendagri Wiyagus Minta DPRD Kawal APBD Berbasis Hasil, Bukan Sekadar Aspek Administratif

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:01
Rapat Bersama Komisi II, Mendagri Paparkan Anggaran Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Nasional

Rapat Bersama Komisi II, Mendagri Paparkan Anggaran Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:31
Memuliakan Tiap Murid, MPLS Jadi Awal Membangun Sekolah
Nasional

Asuransi Jiwa Tumbuh, Literasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Fokus Industri

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:01
Soroti Kasus MBG, Pukat UGM Sebut Perlawanan Balik Koruptor Itu Nyata
Nasional

Soroti Kasus MBG, Pukat UGM Sebut Perlawanan Balik Koruptor Itu Nyata

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:50

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12429 shares
    Share 4972 Tweet 3107
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2768 shares
    Share 1107 Tweet 692
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1273 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1065 shares
    Share 426 Tweet 266
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.