• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KPC PEN dan Perang Melawan Hoaks. Seberapa Efektif Komunikasi ke Masyarakat?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 9 Agustus 2021 - 17:55
in Nasional
Suasana Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Pemetaan Persepsi dan Penerimaan Masyarakat di DKI Jakarta terhadap Informasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ melalui zoom meeting, Senin (9/8/2021). Foto: indoposco.id

Suasana Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Pemetaan Persepsi dan Penerimaan Masyarakat di DKI Jakarta terhadap Informasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ melalui zoom meeting, Senin (9/8/2021). Foto: indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perang utama pandemi sepertinya bukan sekadar melawan Virus Covid-10 dan penyebarannya. Namun perang menghadapi pemahaman masyarakat terhadap keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan media sosial (medsos) atau hoaks yang dapat memunculkan kekhawatiran –tentang vaksinasi– bagi yang belum atau tidak vaksinasi dan pesan-pesan yang harus dilawan atau dihentikan.

Demikian salah satu pointer yang dihasilkan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Pemetaan Persepsi dan Penerimaan Masyarakat di DKI Jakarta terhadap Informasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ melalui zoom meeting, Senin (9/8/2021).

BacaJuga:

Ketua MPR Klaim Program MBG Kunci Menuju Generasi Emas

Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Menteri PANRB: Perlindungan Sosial Bukan Sekadar Bantuan, tapi Wujud Negara Hadir

Diskusi ini menghadirkan narasumber antara lain mantan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI Drs Freddy H. Tulung MUA, Dosen Fisip Universitas Indonesia (UI) Drs Otho Hernowo Hadi MA, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Ismail Cawidu, dan Dosen LSPR Communication and Business Instute Drs Ahmed Kurnia Soeriawidjaja MSi.

FGD itu juga diikuti pihak lain seperti Tokoh Agama Nur Alam SH, Tokoh Adat/Budaya Wijaya Segara; Tokoh Pemuda Ali Rachman; Satgas Covid-19 Erman Subekti; Musriah, perwakilan warga yang sudah menerima bantuan; Siti Faizah, perwakilan warga yang tidak perlu menerima bantuan; Saras Karunia Rahayu Putri, perwakilan warga yang sudah pernah divaksin; Rena Suhaeni, perwakilan warga yang belum pernah divaksin, dan kalangan media massa. Yang menarik dalam kegiatan diskusi ini setelah pembacaan doa, para peserta lalu diminta berdiri dan secara bersama-sama menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Ini yang jarang ditemukan dalam diskusi-diskusi lainnya.

Dalam catatan Kemenkominfo, hingga Selasa (3/8/2021) terdapat 1.897 hoaks di medsos. Hoaks paling banyak di Facebook sekitar 1.729 hoaks seputar vaksin Covid-19. Sementara Twitter berada di posisi kedua, ada 99 hoaks soal vaksin 19. Di YouTube dan TikTok juga tak luput dari hoaks. Tercatat, ada 41 hoaks di YouTube dan 17 di TikTok. Sisanya 11 hoaks di Instagram. ”Semua informasi hoaks tersebut sudah di- takedown (hapus, red),” tandas Freddy H. Tulung, dirjen Informasi dan Komunikasi Publik periode 2010-2016.

Dia mengatakan, dalam FGD ini mendalami seberapa efektif sistem KPC PEN untuk penanggulangan Covid-19 dalam hal komunikasi ke masyarakat. Sebelumnya sudah pernah dilakukan antara Oktober-Desember 2020, sekarang dilakukan lagi antara Januari-Juni 2021.

”Banyak yang sudah dilakukan pemerintah. Pada Agustus ini, APBN secara signifikan mengalokasikan sekitar 60 persen anggaran untuk penanggulangan Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Sekitar 130 juta orang yang dicover pemerintah,” ujar Freddy.

Dari sisi masyarakat, lanjut dia, pemerintah juga menggelontorkan beragam bantuan mulai dari PKH (Program Keluarga Harapan), Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu Pra Kerja, subsidi internet, dan sebagainya. ”APBN 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Covid-19 baik kesehatan dan ekonomi mencapai Rp744,75 triliun,” jelasnya.

Sedangkan rangkuman lainnya dalam FGD itu juga yang disampaikan Drs Otho Hernowo Hadi MA. Pengajar Fisip UI ini menjelaskan, antara lain perlunya dibentuk crisis centre di level grassroot –termasuk untuk mengkampanyekan protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi. Kemudian pemahaman yang rendah terhadap masyarakat bawah, maka perlu kampanye/sosialisasi person to person; perlunya posko pada level warga (RW), termasuk menyebarluaskan informasi tentang Program KPC PEN dan mendorong solidaritas sosial; kampanye masif perlu dilakukan melalui medsos karena dianggap ampuh, sumber informasi yang dianggap efektif, yakni media mainstream.

”Lalu dalam sosialisasi penyampaian ke publik, perlu konten yang sedehana dan menyentuh, mudah dipahami oleh masyarakat (bahwa vaksin melindungi); perlu dukungan semua pihak dalam rangka menyebarluaskan tentang Program KPC PEN (vaksinasi dan dukungan fasilitas internet); dan semua unsur masyarakat bersatu, bahu membahu untuk memberi pemahaman pentingnya prokes dan vaksinasi,” terangnya.

Dr Ismail Cawidu, dosen UIN Syarif Hidayatullah menyoroti peran Kemenkominfo yang sudah melakukan pengembangan aplikasi pedulilindungi.id, web covid19.go.id, konten-konten kreatif, topik video yang diproduksi, iklan layanan masyarakat, media centre, dan sebagainya. ”Pengecekan informasi hoaks juga dilakukan Kominfo,” tandasnya.

Perlu diketahui, KPC PEN merupakan sebuah komite yang dibentuk pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Komite ini dibentuk pada 20 Juli 2020 sesuai dengan Peraturan Presiden No 82/2020. KPC PEN ini mengintegrasikan kewenangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sebelumnya berperan sebagai lembaga sentral dalam kewenangan penanggulangan dampak Covid-19 dengan kewenangan kementerian/lembaga lainnya untuk percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi ini.

Dengan demikian, gugus tugas tersebut, beserta 18 lembaga negara lainnya, dibubarkan dan beberapa lembaga dialihkan kewenangannya pada KPC PEN. Komite ini memiliki tiga bagian utama, yakni Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional. (aro)

Tags: coronacovid19kominfoKPC-PEN

Berita Terkait.

Puan
Nasional

Ketua MPR Klaim Program MBG Kunci Menuju Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27
Mendagri
Nasional

Mendagri Dorong Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:46
Rini-Widyantini
Nasional

Menteri PANRB: Perlindungan Sosial Bukan Sekadar Bantuan, tapi Wujud Negara Hadir

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:05
Surat-Suara
Nasional

Pilkada Tanpa Wakil, Akankah Politik ‘Bagi-Bagi Peran’ Berakhir?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:43
Rini
Nasional

Tak Perlu Bolak-balik Urus Dokumen, Akta Kelahiran Kini Bisa Terbit Otomatis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:03
Pelayanan-Publik
Nasional

Menteri PANRB Soroti Pakta Integritas Dua Arah di MPP Sumedang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3703 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.