• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Panjat Tebing Bisa Jadi Tambang Medali Indonesia Lainnya di Olimpiade

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 7 Agustus 2021 - 15:51
in Olahraga
indoposco

Seo Chaehyun dari Korea Selatan dan Brooke Raboutou dari Amerika Serikat saat berkompetisi dalam bagian speed panjat tebing nomor putri di Aomi Urban Sports Park, Tokyo, Jepang, Jumat (6/8/2021). Foto: Reuters/Yara Nardi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam laman Olympics.com, ada dua nama orang Indonesia yang tercatat sebagai pemegang rekor dunia.

Satu, Eko Yuli Irawan. Lifter kebanggaan Indonesia yang mempersembahkan medali perak dari angkat besi pada Olimpiade Tokyo 2020.

BacaJuga:

Hasil Piala Presiden: Bangkit dari Tekanan, Persija Gagalkan Kemenangan Port FC

Indonesia Segrup dengan Malaysia, Ini Hasil Lengkap Drawing FIFA ASEAN Cup 2026

PSSI Menanti Kejelasan FIFA Soal Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Selain menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mengoleksi empat medali dari empat Olimpiade, Eko juga menggenggam rekor dunia clean and jerk yang hingga Tokyo 2020 pun belum terpecahkan.

Eko memegang rekor dunia angkatan clean and jerk kelas 61 kg putra pada 174 kg yang dia ciptakan dalam kejuaraan dunia angkat besi di Ashgabat, Turkmenistan, pada 3 November 2018.

Orang Indonesia kedua yang tercatat dalam laman Olympics. com sebagai pemegang rekor dunia adalah Veddriq Leonardo.

Veddriq adalah pemegang rekor dunia nomor speed panjat tebing yang baru dimainkan dalam Olimpiade pada Olimpiade Tokyo ini. Rekor dunia Veddriq adalah 5,20 detik.

Sayang, tak ada satu pun wakil Indonesia, termasuk Veddriq, yang lolos Olimpiade Tokyo, lebih karena panjat tebing di Tokyo 2020 hanya melombakan satu nomor yang merupakan gabungan tiga disiplin panjat tebing, termasuk speed yang rekor dunianya dipegang Veddriq.

Hanya dua medali emas panjat tebing yang diperebutkan di Tokyo, masing-masing satu putra dan satu putri.

Padahal kalau tiga disiplin itu dimainkan terpisah, cerita Indonesia dalam Olimpiade Tokyo bisa lain, mendapatkan medali dari selain angkat besi dan bulu tangkis.

Pada kejuaraan dunia panjat tebing 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, Veddriq dan atlet Indonesia lainnya, Kiromal Katibin, bergantian mencetak rekor dunia.

Waktu 5,208 detik yang digenggam Veddriq adalah pemecahan rekor yang sebelumnya diciptakan Kiromal pada babak kualifikasi kejuaraan dunia itu, yakni 5,258.

Indonesia kurang beruntung di Tokyo 2020 karena nomor spesialisasi Veddriq dan Kiromal tak dipertandingkan terpisah. Tapi bisa berbalik beruntung pada Olimpiade Paris 2024 ketika tiga disiplin panjat tebing dilombakan terpisah.

Jika Veddriq, Kiromal, dan atlet panjat tebing lainnya, konsisten dalam level terbaik selama tiga tahun ke depan, Indonesia bisa mendapatkan ladang baru medali selain bulu tangkis dan angkat besi.

Jeli melihat potensi

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Yenny Wahid bahkan optimistis Indonesia merebut medali emas Olimpiade Paris 2024 dari panjat tebing.

“Indonesia diakui, dihormati, dan dianggap lawan yang berat di mata dunia untuk kategori speed,” kata Yenny dalam keterangan pers belum lama ini.

Yenny sendiri sudah ancang-ancang membawa atlet-atlet panjat tebing Indonesia mencapai level tertinggi di Paris dengan bersiap matang selama tiga tahun ke depan, demikian dikutip Antara.

FPTI sudah menyusun langkah strategis, termasuk membina secara intensif bakat- bakat muda panjat tebing yang diyakini bisa berbuat banyak di Paris 2024.

Salah satunya Rahmad Adi Mulyono yang baru berusia 19 tahun dan bersinar dalam IFSC Connected Speed Knockout pada 2 Agustus 2020. Juga ada Desak Made Rita Kusuma Dewi. Dan banyak lagi.

FPTI sedang menyiapkan lini dua dan lini tiga sehingga ketika Olimpiade 2024 tiba, Indonesia tak kekurangan stok atlet yang bisa mempersembahkan yang terbaik dalam kompetisi level tertinggi.

Mereka bahkan mulai dipantau sejak kejuaraan junior dari usia 13 sampai 15 tahun. Yenny berjanji melihat semua potensi itu dengan jeli.

Semoga saja begitu. Namun yang tengah diupayakan Yenny itu adalah yang juga dilakukan negara-negara yang berjaya dalam Olimpiade. (mg1)

Tags: FPTIOlimpiade Tokyopanjat tebingYenny Wahid

Berita Terkait.

persija
Olahraga

Hasil Piala Presiden: Bangkit dari Tekanan, Persija Gagalkan Kemenangan Port FC

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:40
ffa
Olahraga

Indonesia Segrup dengan Malaysia, Ini Hasil Lengkap Drawing FIFA ASEAN Cup 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:59
PSSI Menanti Kejelasan FIFA Soal Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

PSSI Menanti Kejelasan FIFA Soal Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:51
Persija vs Port FC: Bidik Kebangkitan, Shin Tae-yong Siapkan Rotasi Macan Kemayoran
Olahraga

Persija vs Port FC: Bidik Kebangkitan, Shin Tae-yong Siapkan Rotasi Macan Kemayoran

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:15
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Olahraga

Jadwal Piala Presiden: Persija Lawan Juara Bertahan, Persebaya Jamu PSMS Medan

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:34
tohir
Olahraga

Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir: Olahraga Internasional Jadi Penggerak Ekonomi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3044 shares
    Share 1218 Tweet 761
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.