INDOPOSCO.ID – Padatnya agenda olahraga internasional dalam dua tahun ke depan membuat kebutuhan pembinaan atlet nasional semakin kompleks. Menyadari tantangan tersebut, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kesinambungan pembiayaan olahraga nasional menuju panggung dunia.
Fokus utama saat ini bukan hanya mengejar prestasi jangka pendek, tetapi memastikan sistem pendukung atlet berjalan stabil di tengah tuntutan kompetisi global yang terus meningkat. Okto menjelaskan, NOC Indonesia telah mengambil langkah awal dengan membuka komunikasi bersama pemerintah terkait arah kebijakan anggaran olahraga nasional.
Menurutnya, dukungan fiskal menjadi faktor vital dalam menjaga ritme pembinaan atlet menuju berbagai multievent internasional. “Kami (NOC Indonesia,red) melihat regulator dalam hal ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembiayaan anggaran. Oleh karena itu, kami telah berkomunikasi dengan para cabang olahraga, dan mereka sepakat untuk melakukan dialog langsung dengan Menteri Keuangan,” ujar Okto dalam keterangan, Selasa (12/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, NOC Indonesia juga telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Keuangan pada awal pekan ini guna mengajukan audiensi. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi mengenai kebutuhan riil olahraga nasional yang selama ini berpusat di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kami saat ini menunggu kesempatan untuk berdiskusi secara langsung. Kami meyakini Bapak Menteri Keuangan akan membuka ruang dialog, terlebih mengingat pentingnya dukungan kebijakan terhadap prestasi olahraga nasional,” ungkapnya.
Menurut Okto, olahraga prestasi membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding sektor lainnya. Atlet memerlukan program latihan jangka panjang, akses kompetisi internasional, hingga pemusatan latihan di luar negeri agar mampu bersaing dengan negara-negara kuat di tingkat regional maupun global.
“Kebutuhan utama atlet adalah latihan yang berkualitas. Latihan tidak cukup hanya di dalam negeri, tetapi juga harus diiringi dengan pemusatan latihan di luar negeri dan uji tanding di level internasional. Ini penting agar kita tidak tertinggal dari negara lain, baik di Asia Tenggara, Asia, maupun dunia,” jelas Okto.
Tanggung jawab NOC Indonesia juga semakin besar setelah bertambahnya dua cabang olahraga baru yang resmi bergabung dalam Rapat Anggota 2026. Kini, total terdapat 74 cabang olahraga di bawah naungan NOC Indonesia yang memiliki peluang tampil membawa nama Indonesia di ajang multievent internasional.
Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi kalender besar olahraga dunia, mulai dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Youth Olympic Games Dakar 2026, Asian Indoor Martial Art Games Riyadh 2026, SEA Games Malaysia 2027, hingga persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Seluruh agenda tersebut, kata Okto, membutuhkan dukungan yang tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Banyak sekali kegiatan yang membutuhkan komitmen bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi kolaborasi seluruh stakeholder olahraga nasional,” tegas Okto.
Ia juga menilai perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap dunia olahraga menjadi sinyal positif bagi masa depan prestasi Indonesia. Namun, antusiasme tersebut perlu diterjemahkan dalam kebijakan konkret lintas kementerian agar pembinaan atlet berjalan maksimal.
“Kami melihat antusiasme Presiden yang luar biasa terhadap olahraga. Ini harus didukung oleh kebijakan lintas sektor, termasuk di kementerian yang mampu mengantarkan atlet Indonesia meraih prestasi terbaik di level dunia,” imbuhnya.
Bagi Okto, prestasi olahraga tidak lahir dari proses singkat. Dibutuhkan kesinambungan program, dukungan anggaran yang tepat, serta sinergi antarlembaga untuk menciptakan ekosistem olahraga yang kompetitif.
“Setiap pemimpin tentu memiliki perspektifnya masing-masing. Kami juga memiliki pandangan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Harapannya, melalui dialog ini, kita dapat menemukan titik temu terbaik untuk kemajuan olahraga Indonesia,” tambahnya. (her)











