• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Menpora Gaspol Cetak Pelatih Olahraga Disabilitas, 200 Trainer Digembleng

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 12 Mei 2026 - 12:31
in Olahraga
Menpora

Menpora Erick Thohir membuka program TOT Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Kemenpora

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mulai menata fondasi baru bagi pengembangan olahraga disabilitas nasional. Langkah itu ditandai dengan dibukanya program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” di Indonesia Paralympic Training Center, Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).

Sebanyak 200 peserta dari 29 daerah ambil bagian dalam program yang digagas Kemenpora melalui Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga bersama National Paralympic Committee Indonesia atau NPC Indonesia tersebut. Program ini dirancang untuk mencetak pelatih dan penggerak olahraga disabilitas yang memiliki kompetensi serta sertifikasi resmi.

BacaJuga:

Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka

Dalam sambutannya, Erick menegaskan bahwa keberhasilan membangun prestasi atlet disabilitas tidak bisa dilepaskan dari kualitas pelatih yang mendampingi mereka sejak di daerah.

“Alhamdulillah hari ini salah satu program unggulan Kemenpora telah dimulai. Ini hasil sumbangsih pikiran dari kami dengan pihak NPC,” ujar Erick.

Menurut Erick, Kemenpora bersama NPC, para pakar olahraga, hingga Chef de Mission (CdM) Asian Para Games memiliki pandangan yang sama bahwa regenerasi atlet harus dimulai dari penguatan sumber daya pelatih.

“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh tentu saja figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet. Nah hari ini alhamdulillah kami mencoba mensertifikasi,” jelas Erick.

Ia menegaskan, program ini bukan sekadar agenda seremonial pemerintah, melainkan upaya membangun standar kepelatihan yang dapat diterima secara profesional di daerah.

“Ini bukan berarti kami menjadi ‘menara gading’ Kemenpora, tetapi kami bekerja sama dengan NPC, agar ketika mereka (para trainer) kembali ke daerah bisa memiliki kualifikasi yang diterima untuk menjadi pakar pelatihan,” sambungnya.

Meski baru melibatkan 200 peserta, Erick menyebut jumlah tersebut hanyalah langkah awal. Kemenpora bahkan sudah menyiapkan penambahan kuota peserta pada tahap berikutnya.

“Kalau bisa setiap tahun akan terus bertambah (pesertanya). Kami berharap program ini terus ada, jangan nanti ganti Menteri ganti program. Karena kembali lagi, bila makin banyak pelatih, makin bagus,” tuturnya.

Erick juga membeberkan besarnya kebutuhan tenaga pelatih olahraga disabilitas di Indonesia. Dari total sekitar 22,9 juta penyandang disabilitas di Tanah Air, sekitar 11 persen disebut aktif dan gemar berolahraga.

“Jadi ada hampir dua juta lebih mereka yang gemar berolahraga. Kalau dua juta lebih itu memerlukan dua persen pelatih, perlu berapa banyak pelatihnya yang dipersiapkan. Nah ini yang kita harus cukupi, belum lagi sekolah-sekolah yang memerlukan kepakaran kepelatihan,” terang Erick.

Program TOT “Berdaya” disebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

Tak hanya fokus pada pencarian bibit atlet baru, Erick juga menyoroti pentingnya masa depan atlet setelah pensiun. Ia menyebut ada ratusan atlet yang nantinya membutuhkan ruang pengabdian baru sebagai pelatih maupun mentor olahraga.

“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan,” tambahnya.(her)

Tags: DisabilitasErick ThohirJawa TengahmenporaTraining of Trainers

Berita Terkait.

madura
Olahraga

Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

Senin, 11 Mei 2026 - 10:35
bali
Olahraga

Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

Senin, 11 Mei 2026 - 10:25
Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka
Olahraga

Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:31
gt3
Olahraga

Crash di Spa-Francorchamps Warnai Kisah Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:07
noc
Olahraga

NOC Indonesia Tebar Penghargaan The Game Changer Award, Rizki Juniansyah Raih Best of The Best

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:40
psim
Olahraga

PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:27

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.