INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta harus mengakhiri musim Super League 2025/26 dengan rasa yang campur aduk. Di satu sisi, Macan Kemayoran sukses mengamankan posisi tiga besar klasemen akhir. Namun di sisi lain, target untuk bersaing di jalur juara dan finis di dua besar dipastikan gagal tercapai.
Dengan koleksi 65 poin, Persija sudah aman dari kejaran Dewa United FC yang masih tertahan di angka 53 poin. Akan tetapi, jarak 10 poin dari Borneo FC membuat langkah tim ibu kota menuju posisi runner-up tertutup meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan.
Kapten Persija, Rizky Ridho, tak menutupi kekecewaannya. Bek timnas Indonesia itu memahami betul bahwa capaian musim ini belum mampu memuaskan ekspektasi tim maupun suporter setia, The Jakmania.
“Musim ini masih menyisakan dua laga, tetapi posisi Persija sudah dipastikan berada di peringkat ketiga. Posisi akhir klasemen ini jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” kata Ridho dalam keterangan resmi klub, Kamis (14/5/2026).
Menurut Ridho, perjalanan Persija musim ini dipenuhi tantangan yang membuat performa tim tak selalu stabil. Meski begitu, ia menilai setiap kegagalan harus menjadi bahan pembelajaran penting untuk membangun tim yang lebih kuat ke depannya.
“Musim yang tidak mudah. Ups and downs dalam sepak bola memang merupakan hal yang wajar, tetapi yang terpenting kami harus mengambil pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat. Namun, yang bisa saya pastikan, tim ini telah berusaha berada di jalur yang lebih baik dari tahun ke tahun,” tuturnya.
Bek berusia 24 tahun itu juga menyinggung laga panas kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 yang dianggap menjadi titik krusial perjalanan Persija musim ini. Atmosfer tinggi dalam duel klasik tersebut sempat memunculkan insiden selepas pertandingan yang memancing banyak reaksi publik.
“Adanya insiden itu menimbulkan berbagai tafsir. Biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya. Namun, yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan. Setelah semua selesai, kami para pemain tetap menjalin komunikasi dengan baik. Terima kasih atas semua saran dan kritik yang diberikan kepada kami,” jelas eks Persebaya Surabaya itu.
Walau peluang finis di dua besar telah tertutup, Persija bertekad menutup musim dengan hasil positif di dua laga tersisa. Kepada Jakmania, Ridho memastikan evaluasi besar akan dilakukan demi menyambut musim baru dengan ambisi yang lebih besar.
“Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik. Setelah itu, akan ada evaluasi dan pembenahan di seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk meraih hasil yang lebih baik lagi untuk Persija,” tambahnya.(her)











