• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Terkoreksi Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:36
in Ekonomi
indoposco

Ilustrasi - Teller menunjukkan uang rupiah yang ditransaksikan di Kantor Pusat BNI, Jakarta. Foto: Antara/Sigid Kurniawan/kye

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (6/8) pagi terkoreksi jelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Rupiah dibuka melemah 12 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.355 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.343 per USD.

BacaJuga:

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/8) mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tumbuh positif dapat menjadi penopang pergerakan rupiah hari ini.

“Secara lokal memang terlihat positif dan bisa membuat rupiah menguat, namun di satu sisi di pasar internasional perlu diperhatikan data Non Farm Payroll AS yang malam ini rilis,” ujar Nikolas, dikutip dari Antara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7,07 persen (yoy) pada kuartal II-2021 didukung upaya pemerintah yang gencar dalam menjalankan program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Pertumbuhan positif tersebut di atas ekspektasi dan yang pertama setelah empat kuartal terkontraksi. Indonesia pun resmi lepas dari resesi.

“Secara keseluruhan data tenaga kerja AS nanti malam diperkirakan optimis. Jadi untuk rupiah perlu waspada jelang penutupan nanti sore, bisa saja pelaku pasar jadi beralih ke wait-and-see lagi,” kata Nikolas.

Nanti malam di AS akan dirilis data indeks upah rata- rata per jam, jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian, dan tingkat pengangguran. Jika ketiga data tersebut dirilis dengan hasil yang lebih buruk dari estimasi, berpotensi memicu pelemahan dolar.

Sementara itu, jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah Air pada Kamis (5/8) kemarin mencapai 35.764 kasus baru sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,56 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 masih tinggi yaitu bertambah 1.739 kasus sehingga totalnya mencapai 102.375 kasus.

Meski demikian, sebanyak 2,94 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 sehingga total kasus aktif mencapai 518.310 kasus.

Pada Kamis (5/8) kemarin, rupiah ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.343 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.3139 per USD. (mg3)

Tags: kursnilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44
Transaksi
Ekonomi

Survei Ipsos 2026: Kemudahan Jadi Alasan Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:42
Mata-Uang
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Dinilai Bukan Sekadar Efek Global, Ekonomi Domestik Ikut Disorot

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:01
Perbaikan-Jalan
Ekonomi

Jasa Marga Maksimalkan Tim Preservasi demi Kelancaran Arus Libur Panjang

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:00
Fajar-Wibhiyadi
Ekonomi

Surveyor Indonesia Perkuat TICC untuk Kawal Transportasi Aman dan Berkelanjutan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:49
Program TJSL
Ekonomi

PLN EPI dan Bahtera Adhiguna Hidupkan Ekonomi Sirkular di Kawasan Wisata Pesisir

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:09

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.