• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Kilas Balik Karier Valentino Rossi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 6 Agustus 2021 - 11:50
in Olahraga
indoposco

Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) melakukan selebrasi usai finis P2 di GP Amerika Serikat, Minggu (14/4). Twitter.com/MotoGP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Valentino Rossi pada Kamis (5/8) di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.

Ia menjadi satu- satunya pebalap yang telah memenangi gelar juara dunia di kelas 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

BacaJuga:

Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka

Crash di Spa-Francorchamps Warnai Kisah Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi

NOC Indonesia Tebar Penghargaan The Game Changer Award, Rizki Juniansyah Raih Best of The Best

Laman resmi MotoGP mencatat, karier sang pebalap Italia berawal pada 1996 saat ia berusia 17 tahun menempati posisi mulai ke- 14 di Sepang, Malaysia.

Mengendarai motor Aprilia RS125, Rossi finis enam besar dan menarik perhatian para penonton.

Ia memiliki rentetan penampilan impresif yang diikuti dengan podium perdana di GP Austria, dan pada akhirnya kemenangan pertamanya di GP Ceko dua pekan berselang, demikian dikutip dari Antara.

Tahun berikutnya menjadi milik Rossi sepenuhnya, merebut gelar juara dunia kelas 125cc lewat 11 kemenangan dari 15 Grand Prix.

Aprilia memutuskan untuk membawa Rossi naik kasta ke kelas 250cc namun ia yang saat itu berusia 19 tahun harus puas finis runner-up setelah kalah dari Loris Capirossi.

Pada 1999, Rossi membalaskan dendamnya, mengambil alih kejuaraan setelah kemenangan di GP Spanyol dan Italia, serta tujuh kemenangan lagi untuk merebut gelar dengan margin 48 poin dari pebalap Honda Tohru Ukawa.

Pada akhirnya, Rossi meloncat ke kelas premier di tahun berikutnya dan langsung menjadi perhatian saat ia mengendarai Honda NSR500.

Sebagai rookie, ia mencatatkan DNF di dua balapan pertamanya, namun tak perlu waktu lama bagi Rossi untuk naik podium di kelas paling bergengsi itu, dengan yang pertama ia raih di Jerez.

Setelah menang di Donington Park, Inggris, Rossi menjadi salah satu penantang gelar tahun itu. Meskipun meraih kemenangan keduanya di Rio de Janeiro, sayangnya gelar juara dunia jatuh ke tangan Kenny Roberts Jr.

Lima gelar beruntun

Pebalap kelahiran Urbino, Italia, 42 tahun silam itu mendominasi MotoGP ketika membalap untuk Honda dan kemudian Yamaha, meraih lima titel secara beruntun dari 2001 hingga 2005.

Pada 2001 ia memboyong titel pertamanya di kelas 500cc, kemudian di tahun keduanya berlaga di kelas premier Rossi mengoleksi 11 kemenangan dari 16 balapan untuk mengalahkan rival terdekat Max Biaggi dengan margin 106 poin di saat era motor dua tak berakhir.

Saat debut Kejuaraan Dunia MotoGP, Rossi meneruskan dominasinya dan memenangi kejuaraan dengan jarak teramat jauh yaitu 140 poin dari rivalnya,

Tahun 2003 menyaksikan Rossi mempersembahkan titel terakhir untuk Honda sebelum pindah ke Yamaha, dan mengklaim dua gelar juara dunia berikutnya bersama pabrikan Iwata itu sebelum rentetan gelarnya dihentikan oleh Nicky Hayden pada 2006, di mana ia hanya mampu finis peringkat tiga.

Kemudian pada 2007 giliran Casey Stoner yang berjaya di atas motor Ducati.

Tahun-tahun sulit

The Doctor kembali ke puncak kejuaraan pada 2008 dan 2009, dan kemudian menelan pil pahit setelah dikalahkan rekan satu timnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, pada 2010, lalu pindah ke Ducati.

Setelah naik hanya tiga kali podium selama dua musim yang berat bersama tim pabrikan Italia itu, Rossi kembali ke Yamaha pada 2013 dan meraih kemenangan pertamanya sejak tiga tahun terakhir di Assen.

Menjadi runner- up kejuaraan pada 2014, Rossi kembali bertarung untuk gelar di tahun berikutnya namun kembali dikalahkan oleh Lorenzo.

Pebalap bernomor 46 itu panen pole position, serta kemenangan dan finis podium pada 2016, namun ia kembali finis runner-up di akhir musim setelah kalah dari Marc Marquez untuk kedua kalinya.

Tahun 2017 menyaksikan kemenangan terakhir Rossi yaitu GP Belanda di Assen dan menunjukkan musim yang suit bagi The Doctor yang mengalami patah kaki sebelum GP San Marino.

Rossi menunjukkan semangat juangnya untuk kembali ke trek tiga pekan kemudian di Aragon, sebelum naik podium lagi setelah bertarung ketat dengan Marquez di Phillip Island.

Pada 2018 sang pebalap Italia bertahan dengan Yamaha dan finis tiga besar di kejuaraan, dengan dua podium ia capai di tahun berikutnya meski tanpa kemenangan dalam dua musim itu.

Terakhir kali Rossi berpesta dengan sampanye yaitu ketika ia finis peringkat tiga di Jerez pada awal musim 2020.

Tahun ini Rossi berseragam tim Petronas Yamaha SRT, untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir membela tim satelit, dan tandem dengan anak didiknya di Akademi VR46 Franco Morbidelli.

Musim ini menjadi babak terakhir bagi kisah seorang Valentino Rossi sebagai seorang pebalap Grand Prix, namun tak perlu waktu lama bagi publik untuk melihat ia di paddock lagi saat tim miliknya, VR46 meramaikan kelas premier menggunakan mesin Ducati pada tahun depan.

“Ini keputusan yang sulit tapi saya rasa pada akhirnya di semua olahraga, hasil membuat perbedaan. Pada akhirnya ini jalan yang terbaik,” kata Rossi. (mg3)

Tags: motogppensiunvalentino rossi

Berita Terkait.

Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka
Olahraga

Padel dan Cheerleading Resmi Gabung NOC Indonesia, Peluang Event Dunia Makin Terbuka

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:31
gt3
Olahraga

Crash di Spa-Francorchamps Warnai Kisah Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:07
noc
Olahraga

NOC Indonesia Tebar Penghargaan The Game Changer Award, Rizki Juniansyah Raih Best of The Best

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:40
psim
Olahraga

PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:27
sapta
Olahraga

Menuju Olimpiade 2028, NOC Indonesia Dorong Skema Pembiayaan Atlet yang Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:11
persita
Olahraga

Misi Putus Paceklik Pendekar Cisadane Dihadang Laju Kompetitif Laskar Kalinyamat

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:43

BERITA POPULER

  • psim

    PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • HUT Ke-40, Patelki Tegaskan Peran ATLM sebagai Pilar Presisi Diagnostik

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3702 shares
    Share 1481 Tweet 926
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.