• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Junta Militer Myanmar Ambil Peran PM, Pemerintah Bayangan Kutuk Keras

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 3 Agustus 2021 - 06:05
in Internasional
Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing saat memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Maret 2021. Foto : Antara/Reuters

Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing saat memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Maret 2021. Foto : Antara/Reuters

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota pemerintah bayangan Myanmar yang dibentuk oleh penentang kudeta mengutuk keras penguasa militer lantaran mengambil peran perdana menteri (PM) dalam pemerintahan sementara. Mereka mengatakan langkah itu dirancang untuk mencoba mendapatkan legitimasi.

Penguasa militer Min Aung Hlaing membuat pengumuman itu dalam pidatonya pada Minggu (1/8/2021), enam bulan setelah tentara merebut kekuasaan dengan menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.

BacaJuga:

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

“Pemerintah Sementara” menggantikan Dewan Administrasi Negara (SAC) yang diketuai oleh Min Aung Hlaing yang telah memimpin Myanmar sejak kudeta.

“Transisi dari dewan militer ke pemerintah sementara adalah cerminan dari fakta bahwa mereka sedang mempersiapkan pertempuran diplomatik internasional, mencoba membuktikan fakta bahwa mereka adalah pemerintah,” kata Aung Myo Min, menteri hak asasi manusia di Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) dilansir Reuters melalui Antara.

NUG dibentuk pada April lalu oleh berbagai kelompok termasuk anggota partai Suu Kyi dan aktivis pro demokrasi. “Tapi, fakta tidak dapat disangkal bahwa militer tidak dipilih oleh rakyat,” kata Aung Myo Min dalam sebuah unggahan di Facebook.

Pemerintah sementara dibentuk “untuk melakukan tugas negara dengan cepat, mudah, dan efektif”, kata seorang pembaca berita di televisi negara Myawaddy pada Minggu. Dalam pidatonya, Min Aung Hlaing mengulangi janjinya untuk menggelar pemilu pada 2023 dan mengatakan pemerintahannya siap untuk bekerja dengan utusan regional di Myanmar.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah memelopori upaya diplomatik dan para menteri luar negeri ASEAN bertemu pada Senin untuk mencoba menunjuk seorang utusan untuk membantu menghentikan kekerasan dan memajukan dialog untuk mengakhiri krisis di Myanmar.

Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menuduh pasukan keamanan telah membunuh sedikitnya 940 orang dalam upaya menekan perbedaan pendapat sejak kudeta.

Militer mengatakan jumlah pengunjuk rasa yang tewas jauh lebih rendah dan anggota angkatan bersenjata juga tewas dalam kekerasan, sambil menyebut NUG sebagai kelompok teroris.

Lahpai Maw Htun Aung, wakil menteri listrik dan energi NUG, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa setelah enam bulan kekerasan, junta berusaha untuk memenangkan pengakuan dan legitimasi internasional. “Menempatkan kulit domba pada serigala tidak membuat serigala menjadi kurang serigala,” tandasnya. (aro)

Tags: junta militerkudetaMyanmar

Berita Terkait.

Rudal
Internasional

Timur Tengah Memanas, AS dan Iran Saling Serang 2 Malam Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16
Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara
Internasional

Iran Bantah Klaim Donald Trump Soal Minta AS Setop Serangan Udara

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Internasional

Sikap Arogan Trump: Klaim Iran Minta Damai Setelah Dihantam Serangan AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:33
Isfhan
Internasional

DPR Jajaki Kerja Sama dengan Belarusia, dari Susu Halal hingga Teknologi Pengelolaan Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:49
sayid
Internasional

Menlu Iran Desak AS Angkat Kaki dari Selat Hormuz: Jika Ingin Aman Pergilah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02
trump
Internasional

Berulah Lagi, Trump Serang Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1199 shares
    Share 480 Tweet 300
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1444 shares
    Share 578 Tweet 361
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.