• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perpanjangan PPKM, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Lambat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 26 Juli 2021 - 20:31
in Ekonomi
Ilustrasi - Suasana pasar swalayan yang sepi dari penmgunjung. Foto: indoposco.id/Safar

Ilustrasi - Suasana pasar swalayan yang sepi dari penmgunjung. Foto: indoposco.id/Safar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda menganalisa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan cenderung lambat, jika Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 terus dilakukan diperpanjang.

Sebab, kunci dari tumbuhnya ekonomi dengan tingginya mobilitas masyarakat. Sehingga, perputaran uang tidak berjalan secara normal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi

BacaJuga:

APBN 2026 Melaju Kencang: Pajak Melejit, Belanja Negara Tancap Gas

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

“Perekonomian akan berjalan lebih lambat ketika PPKM Level 3 atau 4 ini mas. Pergerakan masyarakat ke pusat2 ekonomi akan terhambat dan perputaran uang akan berkurang,” katanya saat dihubungi INDOPOSCO, Senin (26/7/2021).

Kendati, Ia menilai adanya PPKM Level 4 ini akan bagus dalam jangka panjang. Alasannya, penyebaran virus relatif berkurang. Yang terpenting, pengawasan di lapangan berjalan maksimal.

Menurutnya, penegakan protokol kesehatan (Prokes) yang telah berlajan sepanjang PPKM, masih banyak kekurangannya. Apalagi, bantuan sosial (Bansos) dan insentif kepada pelaku usaha telat disalurkan.

“Akibatnya ya masyarakat tidak mematuhi PPKM. Dengan di rumah saja, karena mereka juga harus menghidupi keluarganya. Jadi saya rasa problemnya ada di penyaluran bantuan pemerintah yang sangat lambat,” terangnya.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat akan semakin terhimpit jika perencanaan pemerintah dalam menyalurkan bantun tidak diperbaiki. Sehingga, sangat penting penyaluran bantuan untuk pelaku usaha kecil dan masyarakat terdampak.

“Maka dari itu, mereka harus segera diberikan bantuan langsung untuk bisa bertahan. Kalau tidak, ya mereka akan keluar rumah lagi karena mereka juga butuh makan,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah serius dalam menangani pandemi Covid-19. Sebab dalam pengamatannya, masyarakat sudah muak dengan aturan yang menyampingkan kebutuhan pokok hidup.

“Kuncinya ada di pemerintah mas, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan,” tuturnya. (son)

Tags: Indefperpanjangan PPKMPPKM Level 4

Berita Terkait.

purbaya
Ekonomi

APBN 2026 Melaju Kencang: Pajak Melejit, Belanja Negara Tancap Gas

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:30
kemenkop
Ekonomi

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:13
inabuyer
Ekonomi

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:42
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
Ekonomi

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:01
DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen
Ekonomi

DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:22
Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026
Ekonomi

Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:45

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.