• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Satgas: Relaksasi di Masa Pandemi Sering Disalahartikan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 21 Juli 2021 - 00:05
in Nasional
Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan kepada wartawan secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa (20/7/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus).

Tangkapan layar Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan kepada wartawan secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa (20/7/2021). (FOTO ANTARA/Andi Firdaus).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan kebijakan relaksasi di tengah situasi pandemi COVID- 19 sering disalahartikan selaku kondisi aman.

” Relaksasi sering disalahartikan sebagai kondisi aman, alhasil aturan kesehatan dibiarkan serta penjangkitan kembali terjadi di masyarakat sampai menimbulkan kasus kembali bertambah,” ujarnya disaat menyampaikan keterangan kepada wartawan secara virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa.

BacaJuga:

Prabowo Minta IIFC Segera Direalisasikan, Bali Disiapkan Jadi Magnet Investasi Dunia

Prabowonomics Menggema di Harlah PKB, Tegaskan Ekonomi Harus Berpihak kepada Rakyat

Perpres Ojol Masuki Fase Penentu, DPR Pastikan Regulasi Berpihak pada Pengemudi

Disaat relaksasi selama 13 sampai dengan 20 minggu terakhir, tutur dia, angka kasus COVID- 19 di Tanah Air kembali melonjak hingga 14 kali lipat, alhasil perlu menjadi refleksi penting pada pengetatan yang saat ini dilakukan.

Menurut dia selama ini keputusan relaksasi sering tidak diikuti dengan sarana prasarana fasilitas pelayanan kesehatan serta pengawasan protokol kesehatan yang ideal.

Karena itu, ujarnya, dibutuhkan kesepakatan dari semua unsur pemerintah serta masyarakat sebagai kunci agar kebijakan relaksasi berjalan efektif serta aman dan tidak menyebabkan kasus kembali meningkat.

” Relaksasi kebijakan perlu kehati- hatian. Berkaca pada langkah gas- rem yang diambil pemerintah selama satu setengah tahun pandemi ini, ternyata langkah relaksasi yang tidak tepat dan tidak didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dengan baik dapat menyebabkan kenaikan kasus yang lebih besar,” tuturnya.

Beliau menjelaskan pemerintah telah melakukan 3 kali kebijakan pengetatan dan relaksasi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat( PPKM) Darurat.

” Saat ini menjadi pengetatan yang keempat. Mekanisme pengetatan rata- rata dilakukan selama 4 hingga 8 minggu dengan efek melandainya permasalahan atau bahkan bisa menurun,” tuturnya.

Pengetatan yang telah berjalan selama 2 pekan tersebut, tuturnya. telah nampak hasilnya, semacam penyusutan keterisian tempat tidur perawatan pasien di provinsi di pulau Jawa- Bali dan pergerakan masyarakat yang membuktikan tren penyusutan.

Tetapi, beliau pula menyorot peningkatan kasus COVID- 19 yang sedang dihadapi Indonesia.” Hingga saat ini kasus masih mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat dengan jumlah aktif 542. 938 atau 18, 65 persen,” ucapnya.

Kenaikan angka kasus itu tidak terbebas dari kenyataan bahwa berbagai varian COVID- 19 disaat ini sudah masuk ke Indonesia, khususnya varian Delta yang sudah mencapai 661 kasus di Pulau Jawa Bali, demikian Wiku Adisasmito. (mg2)

Tags: covid-19pandemiRelaksasiSatgas

Berita Terkait.

Presiden-RI
Nasional

Prabowo Minta IIFC Segera Direalisasikan, Bali Disiapkan Jadi Magnet Investasi Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:02
Prabowo
Nasional

Prabowonomics Menggema di Harlah PKB, Tegaskan Ekonomi Harus Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:01
ojol
Nasional

Perpres Ojol Masuki Fase Penentu, DPR Pastikan Regulasi Berpihak pada Pengemudi

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:06
wamen
Nasional

Wamendikdasmen: Hari Anak Nasional Jadi Momentum Perkuat Pendidikan Berkualitas Lewat Bermain

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:12
Game
Nasional

Peringatan Hari Anak Nasional, KPAI Soroti Bahaya Candu Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:48
Siswa
Nasional

HAN 2026, 88 Juta Anak Indonesia Dinilai Terancam Bullying Digital hingga Produk Adiktif

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3195 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1255 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2824 shares
    Share 1130 Tweet 706
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.