INDOPOSCO.ID – Jumlah peserta yang lolos dan mengikuti pelatihan tahap awal atau batch pertama program SMK Go Global baru mencapai 3.879 peserta. Angka itu belum mencapai target akhir tahun 2026 yang dipatok sebesar 40.000 peserta.
Para peserta itu telah mengikuti program peningkatan kapasitas mencakup sektor hospitality, kesehatan, agrikultur, konstruksi, manufaktur, dan bahasa yang dirancang berbasis kebutuhan negara tujuan.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan, bahwa program SMK Go Global terus berjalan untuk mencapai target peningkatan kapasitas 40.000 peserta di 2026 dalam 2 batch.
“Batch 1 sebanyak 12.220 peserta dan Batch 2 sebanyak 27.880 peserta,” kata Christina Aryani saat melakukan Rapat Tingkat Menteri (RTM) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Namun, dari total pendaftar tersebut, belum semuanya lolos ke tahap pelatihan. Di samping itu, program tersebut dirancang menghubungkan kompetensi peserta dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Selain pelatihan, desain program ini juga menghubungkan kompetensi, kebutuhan pasar kerja global, hingga penempatan pekerja migran,” ujar Christina.
Untuk mempercepat penyerapan peserta, Kementerian P2MI juga mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, lembaga penyelenggara pelatihan, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Program SMK Go Global telah diluncurkan melalui kegiatan kick-off oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Balai Diklat Industri Jakarta Timur pada 26 Agustus 2026. Saat ini, pemerintah tengah membuka pendaftaran Gelombang 3 yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 11 September 2026. (dan)























