• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Sebagian Warga Palembang Pilih Salat Id di Rumah

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 20 Juli 2021 - 16:19
in Nusantara
indoposco

Warga Palembang, Idris Naning mengimami keluarga besarnya dalam Salat Iduladha 1442 Hijriah di kediamannya, Selasa (20/7/2021). Foto: Antara/M Riezko Bima EP/21

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebagian warga Palembang memilih tunaikan Salat Iduladha 1442 Hijriah, Selasa (20/7) secara berjamaah di rumah untuk merespon kondisi terkini dari penyebaran Covid-19.

Salah satunya Idris Naning (75) warga Kecamatan Sukarame yang telah melakukannya sejak tahun lalu.

BacaJuga:

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Pemda Diminta Ambil Kendali Alih-alih Hanya Tunggu Pusat

Mengenakan baju kokoh berwarna biru tua dan kopiah putih, ia menjadi imam bagi keluarga besar di kediamannya.

Ia mengajak anak cucunya untuk mendirikan salat sunnah hari raya dua rakaat itu secara sederhana demi keselamatan anak-cucunya.

Meskipun tidaklah mudah baginya untuk tidak melakukan salat berjamaah di masjid bersama warga setempat, namun dengan alasan keselamatan, ia dan keluarganya memilih menaati imbauan pemerintah untuk menahan diri tidak bertemu dengan banyak orang.

Sebagaimana budaya umat Muslim di nusantara pada umumnya, hari raya merupakan momentum untuk bersilahturahmi saling menyambangi rumah kerabat mempererat hubungan sosial.

“Bukan tidak mau berinteraksi dengan para tetangga tapi kami tidak ingin ambil risiko demi keselamatan bersama,” kata Idris.

Pensiunan dosen ilmu tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya ini menilai Covid-19 merupakan penyakit yang nyata dan sangat berbahaya.

Sudah banyak keluarga, rekan kerja ataupun orang di lingkungannya yang meninggal dunia karena SARS-CoV-2 tersebut.

“Secara pribadi saya prihatin dan sedih sudah banyak orang yang meninggal karena Covid-19. Ini semakin nyata buktinya beberapa keluarga dan rekan kerja sewaktu di Unsri lebih dulu tutup usia karena penyakit itu,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Idris yang akrab dipanggil dengan “Ugok” (panggilan untuk kakek bagi suku Rambang Ogan, Sumatera Selatan) menjadi orang yang dituakan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya dengan begitu mendapat perhatian dari semua orang.

Sempat berusaha tegar dalam keterbatasan ini namun rasa haru tak bisa ia bendung lagi, air matanya berlinang saat menerima telpon via video dari sanak-saudaranya.

“Akan sangat senang bila seisi rumah ini diramaikan oleh anak cucu, saat ini banyak masakan tersaji di meja makan terasa hambar karena sepi,” katanya.

Tidak banyak yang ia harapkan pada usia senjanya saat ini, hanya meminta Allah SWT melindungi kesehatan dan keselamatan keluarga beserta sanak dan saudara, dan berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu.

Bukan hanya warga, pejabat daerah juga memilih salat di rumah.

Gubenur Sumatera Selatan Herman Deru melaksanakan salat Iduladha 1442 Hijriah di rumah dinas Griya Agung, sebagai upaya nyata untuk menekan penyebaran Covid-19.

Ia yang tinggal di Palembang memutuskan untuk Salat Iduladha di rumah lantaran kota ini masih berstatus zona merah.

Selain itu, Herman Deru juga tidak melakukan anjang sana dan menerima kedatangan tamu.

Aktivitas selama hari raya ini hanya dilakukan di Griya Agung bersama keluarga inti.

“Tidak ada anjangsana karena kita masih Covid-19,” kata dia. (mg3)

Tags: IduladhaPalembangSalat Id

Berita Terkait.

stunting
Nusantara

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

Minggu, 26 April 2026 - 14:04
kkp
Nusantara

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Minggu, 26 April 2026 - 13:23
rute
Nusantara

Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Pemda Diminta Ambil Kendali Alih-alih Hanya Tunggu Pusat

Minggu, 26 April 2026 - 13:13
ukb
Nusantara

UKB Bandar Lampung Jadi Andalan UMKM Hadapi Lonjakan Harga Kemasan

Minggu, 26 April 2026 - 11:11
gempa
Nusantara

Gempa Bermagnitudo 4,7 Hantam Pesisir Barat di Lampung Pagi Ini

Minggu, 26 April 2026 - 08:30
Srikandi Tangguh Dompet Dhuafa, Mengubah Kandang Menjadi Jalan Pendidikan Anak
Nusantara

Srikandi Tangguh Dompet Dhuafa, Mengubah Kandang Menjadi Jalan Pendidikan Anak

Sabtu, 25 April 2026 - 12:08

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1352 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.