• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Anda Nyeri Kepala, ini Penyebab dan Cara Penanganannya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 18 Juli 2021 - 11:05
in Gaya Hidup
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Beberapa jenis nyeri kepala kerap dialami setiap orang, baik itu nyeri kepala bagian belakang, nyeri kepala sebelah dan lainnya. Apa sebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Melalui edukasi online, dr. Riezky Valentina Astari, Sp.S., dari Siloam Hospitals Jantung Diagram mengulas tuntas cara mengenali dan penanganan seputar nyeri di kepala. Menurutnya, nyeri kepala adalah suatu rasa tidak enak pada daerah kepala, termasuk daerah wajah dan tengkuk leher.

BacaJuga:

Lee Hyun Kyun Incar Ryu Seung Ryong, Park Myung Hoon Datang Membantu dalam “Portrait of a Family”

Unggahan Viral Kaitkan IU dengan Kasus Orang Hilang di Jeju, Tuai Kecaman

Morrissey Hotel Hadirkan Weekend Family Escape Dengan Special Discount

dr. Riezky mengatakan, berdasarkan klasifikasi, nyeri kepala terbagi menjadi 3 bagian, yaitu nyeri kepala primer yang biasanya seperti migrain dan nyeri kepala tipe tegang, kemudian nyeri kepala tipe kluster atau nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala akibat cedera kepala, infeksi, stroke, gangguan mata/telinga/hidung/sinus/gigi/mulut/konsumsi obat/makanan/substansi, gangguan psikiatri dan lainnya.

“Kemudian ada pula nyeri kepala lainnya, yaitu yang tidak termasuk dari 2 kategori di atas (nyeri kepala primer dan nyeri kepala kluster),” jelasnya kepada media melalui keterangan tertulis, Ahad (18/7/2021).

Berdasarkan gejala yang dirasakan pada sakit kepala migren, yaitu satu sisi kepala dengan perasaan nyeri sedang sampai dengan nyeri berat. Terasa berdenyut dan semakin nyeri jika disertai aktifitas. Sehingga nyeri kepala migren cenderung ingin beristirahat atau menutup mata dengan durasi yang berlangsung antara 4 jam sampai 72 jam.

“Sementara untuk nyeri kepala tipe tegang, yaitu merasakan nyeri pada kedua sisi kepala dengan perasaan seperti ditindih beban berat. Tingkat nyeri sedang namun tidak mengganggu aktifitas dengan durasi yang bervariasi,” jelas dr. Riezky.

Adapun untuk nyeri kepala kluster merasakan nyeri pada satu sisi kepala, umumnya di sekitar mata. Nyeri yang dirasakan terus menerus semakin berat hingga membuat pasien gelisah, durasi nyeri yang dirasakan sekitar 30 menit sampai 3 jam.

“Gejala yang dialami adalah mata merah, hidung berair, berkeringat, kelopak mata bengkak,” tuturnya.

Melengkapi presentasi akan penanganan nyeri di kepala, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang, misalnya pemeriksaan laboratorium seperti darah rutin, elektrolit, glukosa darah, profil lipid dan lainnya. Pemeriksaan CT scan atau MRI kepala juga dapat dilakukan jika ada indikasi.

Menurut dr. Riezky, tata laksana nyeri kepala dapat dibedakan menjadi terapi abortif, terapi preventif, dan terapi non obat. Terapi abortif bertujuan untuk mengobati episode nyeri kepala yang sedang dialami menggunakan obat-obatan jenis analgesik atau antimuntah.

Kemudian, terapi preventif dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi, berat, dan lama serangan nyeri kepala. Terapi preventif diharapkan dapat meningkatkan respon pasien terhadap pengobatan sehingga pada akhirnya dapat mengurangi biaya pengobatan pasien.

Sedangkan terapi non-obat yang dapat dilakukan pasien nyeri kepala, yaitu menghindari dan/atau mengelola faktor pencetus nyeri kepala (misalnya perubahan pola tidur, makanan, stress, rutinitas, cuaca, lingkungan tempat tinggal), melakukan teknik relaksasi, menghindari merokok atau konsumsi alkohol, serta mempertahankan kualitas tidur yang baik.

“Bila tidak ada gejala lain yang berbahaya, sakit kepala dapat diredakan dengan obat-obatan yang dijual bebas, seperti paracetamol. Bila sakit kepala dirasa mengkhawatirkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai,” imbuhnya.

Pencegahan sakit kepala akibat perilaku sehari-hari dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup yang sehat, misalnya beristirahat dengan cukup dan rutin berolahraga. Sedangkan untuk nyeri kepala sekunder akibat penyakit lain yang mendasari, pencegahan yang terbaik adalah dengan mengobati penyebabnya. (arm)

Tags: isolasi mandirikesehatanpasien Covid-19siloam hospitals jantung diagram

Berita Terkait.

Lee Hyun Kyun Incar Ryu Seung Ryong, Park Myung Hoon Datang Membantu dalam “Portrait of a Family”
Gaya Hidup

Lee Hyun Kyun Incar Ryu Seung Ryong, Park Myung Hoon Datang Membantu dalam “Portrait of a Family”

Selasa, 1 September 2026 - 01:47
Unggahan Viral Kaitkan IU dengan Kasus Orang Hilang di Jeju, Tuai Kecaman
Gaya Hidup

Unggahan Viral Kaitkan IU dengan Kasus Orang Hilang di Jeju, Tuai Kecaman

Selasa, 1 September 2026 - 00:36
morissey
Gaya Hidup

Morrissey Hotel Hadirkan Weekend Family Escape Dengan Special Discount

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:05
niu
Gaya Hidup

Iskandar Widjaja dan Niu Niu, Dialog Dua Virtuoso di Panggung GKJ

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:07
bin
Gaya Hidup

Konflik Memanas, Hyun Bin Berhadapan dengan Jung Woo Sung di “Made in Korea 2”

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:20
kim
Gaya Hidup

Laporan Terbaru Bongkar Dugaan Marginalisasi Perempuan di HYBE

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:08

OLAHRAGA

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia
Olahraga

Minim Efektivitas! Indonesia U-20 Imbang 0-0 Lawan Malaysia

Editor Laurens Dami
Senin, 31 Agustus 2026 - 21:15

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia U-20 harus berbagi poin dengan Malaysia dalam laga perdana Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027...

SelengkapnyaDetails
timnas

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47
John-Herdman

Tuntaskan Merdeka Run, John Herdman Tantang Adu Lari Skuad Garuda

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45
Marquez

Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas Usai Marc Marquez Menang di Aragon

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01
GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.