• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Daewoong dan CGBIO Perkuat Standar Estetika Medis Indonesia Lewat Pelatihan DCLASSY HA di Bening’s Clinic

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 16 Juli 2026 - 10:22
in Gaya Hidup
Anggie-Permata-Ekwi
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama CGBIO memperkuat standar estetika medis di Indonesia melalui penyelenggaraan Korean Faculty Training Series di Bening’s Clinic pada 12 Juli 2026. Pelatihan ini memperkenalkan DCLASSY HA, filler berbasis hyaluronic acid (HA), sekaligus meningkatkan kompetensi dokter estetika dalam menerapkan prosedur yang aman, presisi, dan menghasilkan tampilan natural.

Kegiatan tersebut digelar di tengah meningkatnya permintaan terhadap prosedur estetika nonbedah dan minim invasif di Indonesia. Nilai pasar Indonesia Non-Energy Based Aesthetic Treatment Market diperkirakan mencapai sekitar USD 45 juta atau setara Rp809,46 miliar pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan estetika, pengaruh media sosial, pertumbuhan kelas menengah, serta tingginya minat terhadap prosedur non-invasif dengan waktu pemulihan yang relatif singkat.

BacaJuga:

Panasonic-Chef Aaron Laksana Ubah Dapur Jadi Arena Kreativitas 15 Loyal Customer

The New Sweet Escape: Park 5 Simatupang Hadirkan Mont Blanc Series

Menyapa Langit Jakarta: Resident Lounge Morrissey Hotel Kini Jadi Ruang Hangat Bagi Komunitas

Tak sekadar memperkenalkan produk, pelatihan DCLASSY HA dirancang sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan bagi dokter estetika. Materi yang diberikan meliputi evaluasi wajah, pemilihan area tindakan, teknik injeksi, hingga aspek keamanan prosedur, sehingga dapat diterapkan secara konsisten oleh dokter di seluruh jaringan Bening’s Clinic.

Dokter Estetika Bening’s Clinic, dr. Anggie Permata Ekwi, mengatakan pelatihan berkelanjutan menjadi kebutuhan seiring meningkatnya ekspektasi pasien terhadap hasil perawatan.

“Pasien saat ini tidak hanya mencari wajah yang terlihat lebih berisi atau lebih muda, tetapi juga hasil yang tetap natural, proporsional, dan sesuai karakter wajahnya. Karena itu, dokter perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai evaluasi wajah, indikasi pasien, teknik injeksi, dan keamanan prosedur,” ujar dr. Anggie.

Menurutnya, pelatihan ini juga penting untuk menjaga keseragaman standar pelayanan di seluruh jaringan Bening’s Clinic yang kini memiliki sekitar 50 cabang di Indonesia.

“Dengan jaringan klinik yang tersebar hingga 50 cabang di Indonesia, kami perlu memastikan bahwa dokter-dokter memiliki standar pengetahuan dan teknik yang konsisten. Pelatihan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi dokter yang hadir, tetapi juga menjadi dasar edukasi lanjutan bagi dokter-dokter Bening’s Clinic lainnya, sehingga pasien memperoleh layanan dengan standar yang lebih seragam di berbagai cabang,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan dr. Lee Seung Hyun, Director of View Plastic Surgery Clinic, Korea Selatan, sebagai narasumber utama. Melalui format kelompok kecil, peserta dapat berdiskusi mengenai berbagai studi kasus sekaligus mengikuti praktik langsung penggunaan filler dengan pendampingan pakar.

Menurut dr. Lee, penggunaan filler tidak hanya berkaitan dengan penambahan volume wajah, tetapi juga memerlukan pemahaman menyeluruh mengenai anatomi, proporsi wajah, ketebalan jaringan, hingga ekspektasi pasien.

Pelatihan“Filler yang baik harus digunakan berdasarkan evaluasi wajah yang tepat. Dokter perlu memahami area mana yang membutuhkan dukungan volume, bagaimana menjaga proporsi wajah, dan bagaimana menghasilkan perubahan yang natural tanpa koreksi berlebihan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi filler harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dokter agar hasil tindakan lebih aman dan terprediksi.

“Teknologi filler terus berkembang, tetapi hasil akhir selalu ditentukan oleh pemilihan pasien, teknik injeksi, dosis, dan kedalaman penempatan. Karena itu, pelatihan langsung sangat penting agar dokter dapat menerapkan prosedur dengan lebih presisi dan bertanggung jawab,” katanya.

Selain menghadirkan pelatihan mengenai filler berbasis hyaluronic acid, rangkaian Korean Faculty Training Series juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan estetika medis dari para pakar Korea Selatan. Salah satunya disampaikan dokter estetika asal Korea Selatan, dr. Chang Doo Yeol, yang menilai tren estetika global kini bergeser ke arah hasil yang lebih natural dan mengutamakan keamanan pasien.

Menurut dr. Chang, keberhasilan tindakan estetika tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk yang digunakan, tetapi juga kompetensi dokter dalam melakukan evaluasi dan menentukan rencana perawatan yang tepat.

“Hasil yang sukses memang dipengaruhi kualitas produk, tetapi juga ditentukan oleh penggunaan produk yang telah disetujui, keahlian dokter, serta teknik penyuntikan yang presisi. Karena setiap pasien memiliki karakteristik wajah yang unik, penilaian yang komprehensif dan perencanaan perawatan yang dipersonalisasi sangat penting untuk mencapai hasil yang aman, alami, dan sesuai kebutuhan masing-masing individu,” ujarnya.

Ia mengatakan filosofi estetika di Korea Selatan telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya banyak prosedur berfokus pada perubahan wajah yang dramatis, kini pendekatan yang lebih diminati adalah penyempurnaan secara halus dengan tetap mempertahankan karakter alami wajah pasien.

“Kami percaya bahwa less is more. Perbaikan yang halus justru biasanya memberikan hasil yang lebih memuaskan. Ke depan, tren estetika akan semakin mengarah pada hasil yang natural dengan kombinasi berbagai metode perawatan sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Karena itu, pendidikan medis akan menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi dan teknik estetika,” tutur dr. Chang.

Ia juga melihat perkembangan industri estetika di Indonesia sangat menjanjikan. Menurutnya, dokter-dokter Indonesia memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga kolaborasi melalui program seperti Korean Faculty Training Series dapat memperkuat transfer pengetahuan antara Korea Selatan dan Indonesia.

“Dalam beberapa tahun terakhir saya melihat perkembangan industri estetika di Indonesia sangat pesat dan para dokternya memiliki motivasi yang tinggi untuk terus belajar. Melalui kegiatan seperti Korean Faculty Training Series ini, saya percaya kolaborasi antara Korea Selatan dan Indonesia akan semakin memperkuat perkembangan dunia estetika medis di Indonesia,” katanya.

DCLASSY HA merupakan filler berbasis hyaluronic acid yang digunakan untuk membantu koreksi volume, pembentukan kontur wajah, dan peremajaan tampilan wajah. Dalam praktik estetika medis, penggunaan filler tetap diawali dengan evaluasi menyeluruh oleh dokter untuk memastikan kesesuaian kondisi pasien, struktur wajah, riwayat kesehatan, serta hasil yang diharapkan.

Bagi Bening’s Clinic yang memiliki jaringan sekitar 50 cabang di Indonesia, standardisasi prosedur menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas layanan. Karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat standar klinis internal sekaligus memastikan pasien memperoleh layanan yang aman dan berkualitas di setiap cabang.

Pelatihan di Bening’s Clinic merupakan bagian dari rangkaian Korean Faculty Training Series yang digelar Daewoong dan CGBIO di sejumlah klinik estetika terkemuka di Jakarta pada 9–12 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari komitmen kedua perusahaan dalam memperkuat ekosistem estetika medis Indonesia melalui transfer pengetahuan langsung dari pakar Korea Selatan kepada dokter-dokter di Tanah Air.

Sejak 2025, Daewoong dan CGBIO telah mendukung pelatihan bagi lebih dari 300 dokter estetika di Indonesia melalui berbagai program edukasi klinis, mulai dari toksin botulinum, benang medis PDO, hingga filler berbasis hyaluronic acid seperti DCLASSY HA.

Melalui program edukasi berkelanjutan ini, Daewoong dan CGBIO berharap dokter-dokter Indonesia memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar global sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan estetika medis dengan kualitas, keamanan, dan standar prosedur yang semakin terjaga.(ibs)

Tags: CGBioDaewoong Pharmaceutical IndonesiamedisPelatihan

Berita Terkait.

panasonic
Gaya Hidup

Panasonic-Chef Aaron Laksana Ubah Dapur Jadi Arena Kreativitas 15 Loyal Customer

Rabu, 16 September 2026 - 04:40
kopi
Gaya Hidup

The New Sweet Escape: Park 5 Simatupang Hadirkan Mont Blanc Series

Selasa, 15 September 2026 - 14:26
Menyapa Langit Jakarta: Resident Lounge Morrissey Hotel Kini Jadi Ruang Hangat Bagi Komunitas
Gaya Hidup

Menyapa Langit Jakarta: Resident Lounge Morrissey Hotel Kini Jadi Ruang Hangat Bagi Komunitas

Selasa, 15 September 2026 - 14:02
kiiras
Gaya Hidup

KIIRAS Jadi Satu-satunya Grup K-Pop di Reeperbahn Festival 2026 Jerman

Senin, 14 September 2026 - 14:14
tvers
Gaya Hidup

1VERSE Comeback Setelah Vakum Delapan Bulan, Hadirkan Single Baru “Loop”

Senin, 14 September 2026 - 13:13
chae
Gaya Hidup

Tonton Teaser Terbaru “Take Charge Of My Heart”, Chae Soo Bin dan Kim Young Kwang Terjebak Cinta Tak Biasa

Senin, 14 September 2026 - 12:12

OLAHRAGA

Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN
Olahraga

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 15 September 2026 - 09:45

INDOPOSCO.ID – Enam karateka terbaik Indonesia resmi dilepas untuk memburu prestasi di Asian Games 2026 Nagoya. PB Federasi Olahraga Karate-Do...

SelengkapnyaDetails
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50
asean

Siap Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Minta Suporter Jaga Sikap Sambut Tamu

Senin, 14 September 2026 - 11:16
timnas

Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

Sabtu, 12 September 2026 - 21:08

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1644 shares
    Share 658 Tweet 411
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    814 shares
    Share 326 Tweet 204
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.