INDOPOSCO.ID – Kasus terkonfirmasi positif belum menunjukkan angka penurunan. Bahkan angkanya malah cenderung melonjak. Dari catatan Satgas Covid-19, kasus aktif di Jawa Timur (Jatim) tembus 12.494 orang.
Selain itu, zona merah atau berisiko tinggi penyebaran kasus, saat ini menjadi 20 kabupaten atau kota. Sehingga, tidak ada lagi daerah di Jawa Timur berstatus zona kuning.
Daerah yang berstatus zona merah, yakni Banyuwangi, Ngawi, Lamongan, Sampang, Kota Probolinggo, Malang, Bangkalan, Kota Madiun, pamekasan, Kota Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Kota Malang, Sidoarjo, Kota Kediri, Situbondo, Nganjuk, Lumajang, Kota Batu, dan Bondowoso.
Sementara daerah berstatus zona oranye adalah Kota Pasuruan, Gresik, Sumenep, Kota Blitar, Madiun, Pacitan, Kediri, Probolinggo, Kota Surabaya, Tuban, Tulungagung, Blitar, Jember, Trenggalek, Pasuruan, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang.
Tambahan angka kasus positif Covid-19 di Jatim per hari ini merupakan rekor baru tertinggi selama pandemi. Hal ini setelah ada tambahan 1.808 pasien positif Covid-19 baru yang tersebar di Jatim hari ini.
Sedangkan, untuk kumulatif kasus Covid-19 di Jatim ada 182.076. Untuk tambahan pasien Covid-19 yang sembuh tercatat sebanyak 1.077 orang dengan kumulatif pasien sembuh ada 156.444 orang. Sedangkan kasus aktif yang masih dirawat hingga isolasi mandiri terdapat 12.494.
Di sisi lain, pasien yang meninggal akibat positif Covid-19, ada tambahan 122 pasien. Sedangkan total pasien meninggal tercatat 13.138 pasien.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat merupakan upaya untuk menekan penularan Covid-19 yang akhir-akhir ini mulai tidak terkendali.
“Tingginya penambahan kasus diduga akibat temuan mutasi B1617.2 (delta) di sejumlah daerah, dan varian baru itu disebut sangat menular,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk mendukung dan bekerja sama penuh atas upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Jatim.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ini bukan pembatasan semata, tapi ini penyelamatan dan perlindungan bagi masyarakat,” tuturnya. (son)











