• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KKP Siap Salurkan Bantuan Modal Rp1,2 Triliun

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:00
in Nasional
indoposco

Tangkapan layar Direktur Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Syarif Syahrial dalam acara Bincang Bahari terkait Pinjaman Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dapat dipantau secara daring dan digelar di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (22/6/2021). ANTARA/M Razi Rahman

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan siap mencapai target untuk menyalurkan pembiayaan permodalan bagi usaha sektor kelautan dan perikanan hingga Rp1,2 triliun pada akhir 2021.

“LPMUKP sudah memberikan persetujuan untuk penyaluran dari 2017 (BLU LPMUKP beroperasi memberikan pembiayaan sejak 10 November 2017) sampai sekarang, sudah Rp841,96 miliar,” kata Direktur BLU LPMUKP Syarif Syahrial dalam acara Bincang Bahari daring di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (22/6/2021).

BacaJuga:

Ancaman Penyakit Zoonosis, DPR: Jangan Tunggu Hantavirus Membesar Baru Bertindak

Respons Desakan DPR, Kemenkes Siapkan Pendampingan Medis dan Psikis Santriwati di Pati

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Syarif Syahrial mengungkapkan bahwa sampai akhir 2021, pihaknya menargetkan untuk penyaluran pembiayaan dana total hingga sebesar Rp1,2 triliun.

Berdasarkan data BLU LPMUKP, realisasi dari periode 2017 hingga saat ini itu terdiri atas penyaluran pembiayaan Rp248,67 miliar di sektor usaha penangkapan ikan, Rp394,9 miliar di perikanan budi daya, Rp169,85 miliar pengolah/pemasar hasil perikanan, Rp6,8 miliar di sektor usaha masyarakat pesisir lainnya, serta Rp21,72 miliar di sektor usaha garam rakyat.

Selain itu, disebutkan pula bahwa total penyaluran tersebut sudah tersalurkan ke 21.215 pemanfaat, yang terdiri atas 10.314 pemanfaat dari penangkapan ikan, 6.317 pemanfaat dari perikanan budi daya, 3.899 pemanfaat dari pengolah/pemasar hasil perikanan, 72 pemanfaat dari usaha masyarakat pesisir lainnya, serta 613 pemanfaat dari usaha garam rakyat.

Bila dirata-rata, setiap pemanfaat menerima pinjaman atau pembiayaan sebesar Rp39,68 juta.

Direktur BLU LPMUKP mengemukakan, tugas pihaknya adalah memberikan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir yang berpendampingan sehingga dapat memenuhi kebutuhan akses permodalan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan dan masyarakat pesisir lainnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggapan bahwa pinjaman terhadap usaha sektor kelautan dan perikanan adalah berisiko tinggi adalah anggapan yang salah, karena dengan target NPL (pinjaman bermasalah) 5 persen, ternyata perhitungan secara kasar hanya 3 persen.

“Jadi nelayan yang tidak bermasalah (pengembalian pinjamannya) itu sekitar 97 persen,” katanya.

Dengan demikian, masih menurut dia, pembiayaan untuk sektor kelautan dan perikanan itu sebenarnya tidak seseram risikonya seperti yang kerap dibayangkan oleh pihak perbankan konvensional.

Apalagi, Syarif mengingatkan bahwa sektor kelautan dan perikanan hampir tidak terpengaruh faktor pandemi, karena rata-rata bergerak di sektor pangan, sedangkan yang terpengaruh oleh pandemi rata-rata seperti usaha yang terdapat di daerah lokasi wisata.

Ia juga menyatakan pihaknya siap untuk bekerja sama dengan pihak fintech yang tercatat di OJK karena disadari bahwa faktor kecepatan itu penting, namun juga harus dipersiapkan dengan baik terutama aspek stabilitas data untuk mendapatkan daftar rating kredit yang kredibel.

Kepala Divisi Operasional LPMUKP Hermawan Jatmiko mengatakan pihaknya telah memiliki pendamping yang bertugas menyosialisasikan kepada pelaku usaha.

Hermawan mengungkapkan banyak kisah menarik dari pendamping, seperti tidak sedikit dari debitur yang ternyata tidak memiliki rekening bank, sehingga harus dibantu bahkan diantar ke bank untuk membuka rekening karena takut bila sendirian.

Begitu juga halnya dengan kendala lainnya,menurut dia, seperti permasalahan jaminan atau kerumitan “jam kerja” seperti nelayan yang kerap bisa berada di laut hingga beberapa minggu.

Kelemahan lainnya adalah pengusaha di sektor mikro kerap tidak ada pembukuan yang memadai sehingga pihaknya menekankan pembinaan di bidang administrasi agar dapat diketahui rencana kelayakan bisnisnya termasuk untuk hal yang simpel seperti berapa tingkat penjualannya per hari.

Seorang debitur BLU LPMUKP, Direktur Koperasi Mina Agar Makmur (produsen komoditas rumput laut) Usup Sutriana bersyukur karena dengan pembiayaan yang diberikan, produksi rumput lautnya dapat meningkat dari hanya 60-80 ton per bulan pada 2015 menjadi sebesar 120 ton per bulan saat ini. (bro)

Tags: bantuan modal usahaKementerian Kelautan dan PerikananKKP

Berita Terkait.

Virus
Nasional

Ancaman Penyakit Zoonosis, DPR: Jangan Tunggu Hantavirus Membesar Baru Bertindak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:49
Perempuan
Nasional

Respons Desakan DPR, Kemenkes Siapkan Pendampingan Medis dan Psikis Santriwati di Pati

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:44
Layanan-Haji
Nasional

Kuota Tetap, Pendaftar Terus Bertambah: Muslim Pro Soroti Urgensi Daftar Haji Lebih Cepat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:04
Pelatihan
Nasional

Perkuat Komitmen ESG, PGN Transformasikan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:42
peradi
Nasional

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:30
dr
Nasional

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.