• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pemimpin G7 Komit Tingkatkan Pendanaan Bidang Iklim

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:55
in Internasional
Ilustrasi - Seorang pengunjuk rasa membawa poster, yang bertuliskan desakan pada para pemimpin dunia untuk bertindak menangani perubahan iklim, di Hendaye saat KTT G7 Biarritz, Prancis, Sabtu (24/8/2019). /REUTERS/Stpehane Mahe/wsj/cfo

Ilustrasi - Seorang pengunjuk rasa membawa poster, yang bertuliskan desakan pada para pemimpin dunia untuk bertindak menangani perubahan iklim, di Hendaye saat KTT G7 Biarritz, Prancis, Sabtu (24/8/2019). /REUTERS/Stpehane Mahe/wsj/cfo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para pemimpin G7 akan berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi keuangan dalam bidang iklim guna memenuhi janji pengeluaran yang terlambat sebesar 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.422 triliun) per tahun.

Janji pendanaan itu ditujukan untuk membantu negara-negara miskin mengurangi emisi karbon dan mengatasi pemanasan global.

BacaJuga:

Iran Galang 12 Negara, Cegah Perang Susulan AS

AS Serang Pulau Qeshm, Trump Klaim Kemajuan Negosiasi dengan Iran

Menuju 100 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia dan Turkiye Perkuat Strategi Diplomasi Jangka Panjang

Sebagai bagian dari rencana, yang disebut membantu mempercepat pembiayaan proyek infrastruktur di negara-negara berkembang dan pergeseran ke teknologi terbarukan dan berkelanjutan, kelompok tujuh negara yang paling maju secara ekonomi di dunia itu akan kembali berjanji untuk memenuhi target tersebut.

Beberapa organisasi lingkungan global tidak terkesan dengan janji tersebut. Greenpeace Inggris mengatakan tuan rumah G7, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, telah “menghangatkan kembali janji-janji lama” dan pihaknya akan “mengangggap (janji) itu serius” sampai negara-negara menyediakan dana tersebut.

“Melindungi planet kita adalah hal terpenting yang dapat kita lakukan sebagai pemimpin untuk rakyat kita,” kata Johnson dalam pernyataan.

“Sebagai negara demokratis, kita memiliki tanggung jawab untuk membantu negara berkembang menuai manfaat dari pertumbuhan bersih melalui sistem yang adil dan transparan. G7 memiliki peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendorong Revolusi Industri Hijau global, dengan potensi untuk mengubah cara hidup kita.”

G7 tidak memberikan perincian atau angka untuk komitmen baru.

Negara-negara maju pada 2009 sepakat di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bersama-sama setiap tahun menyumbangkan 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.422 triliun pada 2020 dalam pendanaan iklim ke negara-negara miskin. Banyak negara miskin bergulat dengan naiknya air laut, badai, dan kekeringan yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Target itu tidak terpenuhi, sebagian tergelincir oleh pandemi virus corona yang memaksa pemerintah Inggris untuk menunda Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) hingga tahun ini.

Para pemimpin G7 juga diharapkan mengambil tindakan untuk mengurangi emisi karbon, termasuk langkah-langkah seperti mengakhiri hampir semua dukungan langsung pemerintah untuk sektor energi bahan bakar fosil di luar negeri dan secara bertahap menghapuskan mobil yang menggunakan bensin dan diesel.

“Alam dunia saat ini sangat berkurang. Itu tidak dapat disangkal. Iklim kita memanas dengan cepat. Itu tidak diragukan lagi. Masyarakat dan negara kita tidak setara dan itu sangat jelas terlihat,” kata naturalis Inggris David Attenborough, advokat rakyat untuk PP26.

Attenborough akan berbicara kepada para pemimpin melalui pesan video pada Minggu.

Dia mengatakan pertanyaan untuk tahun 2021 adalah apakah dunia berada di ambang ketidakstabilan planet ini.

“Jika demikian, maka keputusan yang kita buat dekade ini –khususnya keputusan yang dibuat oleh negara-negara paling maju secara ekonomi– adalah yang paling penting dalam sejarah manusia.”

Direktur eksekutif Greenpeace Inggris, John Sauven, menggambarkan rekam jejak negara-negara kaya dalam menghormati komitmen mereka “buruk” dan Johnson gagal mengambil “tindakan nyata untuk mengatasi keadaan darurat iklim dan alam”.

“Sementara komitmen untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada negara-negara berkembang sangat penting, sampai mereka mengeluarkan dana, kami tidak menerima begitu saja,” katanya dalam sebuah pernyataan. (bro)

Tags: G7Pendanaan Bidang Iklim

Berita Terkait.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Dok IRNA
Internasional

Iran Galang 12 Negara, Cegah Perang Susulan AS

Sabtu, 7 November 2026 - 22:02
Trump
Internasional

AS Serang Pulau Qeshm, Trump Klaim Kemajuan Negosiasi dengan Iran

Sabtu, 7 November 2026 - 17:07
Dr. Dinna Prapto Raharja
Internasional

Menuju 100 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia dan Turkiye Perkuat Strategi Diplomasi Jangka Panjang

Jumat, 6 November 2026 - 19:46
Tinjau Shelter Hong Kong, Menteri P2MI Janjikan Penampungan Pekerja Migran dari Negara
Internasional

Tinjau Shelter Hong Kong, Menteri P2MI Janjikan Penampungan Pekerja Migran dari Negara

Selasa, 3 November 2026 - 09:25
Pramono Kukuhkan Duta Antihoaks 2026, Penggerak Perubahan Perilaku Digital
Internasional

Pemerintah Dorong Perluasan Lapangan Kerja Sektor Formal bagi PMI di Hong Kong

Senin, 2 November 2026 - 19:04
pancasila
Internasional

Tabrakan Maut Kereta Cepat di Spanyol, Kemlu: Belum Ada Laporan Korban WNI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:05

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3346 shares
    Share 1338 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.