• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Biden Akan Sumbang 500 Juta Dosis Vaksin Pfizer Bagi 92 Negara

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 11 Juni 2021 - 06:23
in Headline
indoposco

Presiden AS Joe Biden berbicara setelah tur pabrik Pfizer yang memproduksi vaksin virus corona (COVID-19) di Kalamazoo, Michigan, AS, Jumat (19/2/2021). (ANTARA/REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan membeli dan menyumbangkan 500 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer bagi lebih dari 90 negara, sambil menyerukan negara-negara demokrasi dunia untuk turut membantu mengakhiri pandemi yang mematikan.

Pengumuman donasi vaksin oleh Gedung Putih muncul sebelum Biden bertemu dengan para pemimpin negara maju Kelompok Tujuh (G7) di Inggris.

BacaJuga:

Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur Bela Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

HAN 2026: Ketua DPR Minta Negara Pastikan Semua Anak Tumbuh Aman dan Terlindungi

Febrie Adriansyah Mangkir Pemeriksaan TPPU, Kejagung Layangkan Panggilan Ulang

“Tujuan dari donasi hari ini adalah untuk menyelamatkan nyawa dan mengakhiri pandemi dan akan memberikan dasar untuk tindakan tambahan yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,” kata Gedung Putih seperti dikutip Antara, Kamis (10/6/2021).

Produsen obat AS Pfizer dan mitranya dari Jerman BioNTech akan menyediakan 200 juta dosis pada tahun 2021 dan 300 juta dosis pada paruh pertama tahun 2022, yang kemudian akan didistribusikan oleh AS ke-92 negara berpenghasilan rendah dan Uni Afrika.

“Kemitraan kami dengan pemerintah AS akan membantu membawa ratusan juta dosis vaksin kami ke negara-negara termiskin di seluruh dunia secepat mungkin,” kata Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla.

Sumbangan baru ini melampaui sekitar 80 juta dosis vaksin yang telah dijanjikan Washington untuk disumbangkan pada akhir Juni, dan 2 miliar dolar AS (sekitar Rp28,5 triliun) pendanaan yang dialokasikan untuk program berbagi vaksin COVAX yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), kata Gedung Putih.

GAVI dan WHO menyambut baik inisiatif tersebut tetapi kelompok kampanye anti kemiskinan Oxfam menyerukan lebih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi vaksin global.

“Tentunya, 500 juta dosis vaksin ini disambut baik karena akan membantu lebih dari 250 juta orang, tetapi itu masih sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan di seluruh dunia,” kata pemimpin vaksin Oxfam Americas, Niko Lusiani.

“Kita membutuhkan transformasi menuju pembuatan vaksin yang lebih terdistribusi sehingga produsen yang memenuhi syarat di seluruh dunia dapat menghasilkan miliaran dosis lebih murah dengan persyaratan mereka sendiri, tanpa kendala kekayaan intelektual,” tambah Lusiani.

Biden telah mendukung seruan untuk penghapusan hak kekayaan intelektual vaksin, tetapi tidak ada kesepakatan internasional tentang bagaimana untuk upaya itu dilanjutkan.

Sumbangan itu dimaksudkan untuk “memperkuat perjuangan global melawan pandemi,” kata Gedung Putih. Sumbangan tersebut akan menjadi bagian dari total komitmen AS sebesar 4 miliar dolar AS (sekitar Rp57 triliun) untuk COVAX yang diumumkan awal tahun ini, kata seorang pejabat Gedung Putih.

Pandemi telah menewaskan sekitar 3,9 juta orang di seluruh dunia, dengan infeksi dilaporkan di lebih dari 210 negara dan wilayah sejak kasus pertama diidentifikasi di China pada Desember 2019.

Washington juga mengambil langkah-langkah untuk mendukung produksi lokal vaksin Covid-19 di negara lain, termasuk melalui inisiatif Quad dengan Jepang, India, dan Australia.

“Presiden Biden telah menjelaskan bahwa perbatasan tidak dapat mencegah pandemi ini dan telah bersumpah bahwa negara kita akan menjadi gudang vaksin,” kata Gedung Putih.

Pengumuman Biden muncul di tengah meningkatnya tekanan untuk AS, yang kini telah memberikan sedikitnya satu suntikan vaksin kepada sekitar 64 persen populasi orang dewasa, untuk meningkatkan sumbangan suntikan COVID-19 ke negara-negara lain yang putus asa mencari dosis. (wib)

Tags: Amerika SerikatJoe BidenVaksin Covid-19Vaksin Pfizer

Berita Terkait.

Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur Bela Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Headline

Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur Bela Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:12
HAN 2026: Ketua DPR Minta Negara Pastikan Semua Anak Tumbuh Aman dan Terlindungi
Headline

HAN 2026: Ketua DPR Minta Negara Pastikan Semua Anak Tumbuh Aman dan Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:42
Febrie Adriansyah Mangkir Pemeriksaan TPPU, Kejagung Layangkan Panggilan Ulang
Headline

Febrie Adriansyah Mangkir Pemeriksaan TPPU, Kejagung Layangkan Panggilan Ulang

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:25
Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis
Headline

KPAI: Negara Harus Singkirkan Ancaman Digital Sebelum Anak Jadi Korban

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:11
ST-Burhanuddin
Headline

Jaksa Agung Rombak Pejabat Kejagung, Dirdik Jampidsus Berganti

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:25
UMJ Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Resilience Framework Hadapi Bencana
Headline

UMJ Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Resilience Framework Hadapi Bencana

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:02

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2817 shares
    Share 1127 Tweet 704
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.