• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

DPR: Dana Otsus Papua Tidak Maksimal

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 31 Mei 2021 - 13:04
in Headline
indoposco

Anggota DPR RI Guspardi Gaus. ANTARA/HO-Aspri/am.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua DPR RI Guspardi Gaus menilai dana otsus bagi Papua dan Papua Barat belum maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Dana pemerintah pusat yang dikucurkan untuk Papua dan Papua Barat belum berpengaruh signifikan dalam berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kesenjangan di Tanah Papua,” kata Guspardi di Jakarta seperti dikutip Antara, Senin (31/5/2021).

BacaJuga:

Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Mungkin Ini Museum Buruh Pertama di Dunia

Tinggalkan Madinah, Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Puncak Haji

Akui Khilaf Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal

Guspardi setuju dengan pendapat bahwa jangan memaknai otsus Papua sekadar faktor uang karena dana untuk otsus Papua pada tahun 2002—2021 mencapai Rp138,65 triliun.

Selain itu, menurut dia, pemerintah juga telah menggelontorkan anggaran Rp953 triliun untuk pembangunan Papua dan Papua Barat dengan perincian dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp702,3 triliun pada tahun 2005—2021 dan belanja kementerian/lembaga priode yang sama Rp251,29 triliun.

“Artinya, sudah lebih dari Rp1.000 triliun dana dikucurkan dari berbagai sumber dana. Akan tetapi, kenyataannya belum berhasil menciptakan percepatan pembangunan Papua dalam berbagai sektor,” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan dan dipertanyakannya saat rapat kerja antara Pansus Otsus Papua dan Menteri PPN/Kepala Bapenas, Kejaksaan Agung, Kepala BIN, dan Kepala BAIS pada hari Kamis (27/5).

Politikus PAN itu juga menyoroti data yang disampaikan Bappenas terkait dengan sangat minimnya alokasi dana pemprov dalam sektror pendidikan dan kesehatan.

“Di sektor pendidikan, Papua baru mencapai 4,28 persen dan Papua Barat 3,52 persen. Adapun sektor kesehatan Papua, baru mencapai 7,43 persen dan Papua Barat 2,56 persen,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, di dalam undang-undang sudah diamanatkan alokasi belanja pendidikan 30 persen dan kesehatan 15 persen.

Guspard menilai Indek Pembangunan Manusia (IPM) Papua masih rendah karena alokasi dana untuk pendidikan dan kesehatan masih sangat minim.

“Seharusnya pemerintah melakukan supervisi dan pendampingan agar pemerintah daerah dapat maksimal dalam merealisasikan dana di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Dana insentif daerah (DID) yang telah disediakan pemerintah, menurut dia, seakan sia-sia dan belum dimanfaatkan kabupaten/kota di Papua.

Menurut dia, sebanyak 22 kabupaten di Papua dan empat kabupaten di Papua Barat belum menerima DID itu bukan karena belum optimal, melainkan masih jauh dari memenuhi syarat.

“Pemerintah perlu mengidentifikasi dan menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat Papua dan memberikan perhatian pada hak dan harga diri orang asli Papua yang terpinggirkan dengan menyiapkan grand design komprehensif dan terintegrasi,” katanya.

Selain itu, kata Guspardi, Penerintah perlu mereformasi tata kelola dana otonomi khusus dengan sistem pengawasan yang terpadu.

Ia berharap otsus Papua hendaknya dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, dan masyarakat Papua bisa mengejar ketertinggalan dalam berbagai hal sebagaimana yang diharapakan dan didambakan rakyat di Bumi Cendrawasih. (bro)

Tags: dana otsus papuaDPR RI

Berita Terkait.

bowo
Headline

Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Mungkin Ini Museum Buruh Pertama di Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:02
haji
Headline

Tinggalkan Madinah, Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Puncak Haji

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:11
syahrie
Headline

Akui Khilaf Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:32
Yusril
Headline

Dorong Budaya Kritis, Yusril Persilakan Publik Debat dan Diskusi Film ‘Pesta Babi’

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:13
Nasarudin
Headline

Peringatan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026, Begini Pesan Mendalam Menag

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:20
Yusril
Headline

Yusril: Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi” Bukan Arahan Pusat

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1921 shares
    Share 768 Tweet 480
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.