• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Budi Daya Ikan Koi, Bisnis yang Menjanjikan

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 30 Mei 2021 - 19:43
in Ekonomi
Peternak ikan Koi Untung Untung Sugiarto menunjukkan salah satu indukan ikan koi di kolam pemeliharaan Mina Papilon Kauman, Parakan, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Foto: Antara/Anis Efizudin

Peternak ikan Koi Untung Untung Sugiarto menunjukkan salah satu indukan ikan koi di kolam pemeliharaan Mina Papilon Kauman, Parakan, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Foto: Antara/Anis Efizudin

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Budi daya ikan koi hingga sekarang masih menjadi bisnis yang menjanjikan karena pasar cukup besar, kata Ketua Kelompok Usaha Budi Daya Ikan Hias Mina Papilon Kelurahan Parakan Kauman, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Untung Sugiarto.

Untung di Temanggung, Minggu, mengatakan memang dalam satu tahun pandemi Covid-19 permintaan ikan koi turun drastis hingga 50 persen lebih, namun sekarang sudah mulai bangkit lagi.

BacaJuga:

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

“Alhamdulillah, kini satu bulan sudah bisa menjual sekitar 20 ekor,” katanya.

Ia menyebutkan ikan koi yang berumur dua hingga tiga bulan harga bervariasi, mulai dari Rp10.000 per ekor hingga jutaan rupiah per ekor. Harga ikan koi mencapai jutaan rupiah tersebut adalah ikan yang memiliki pola bagus dengan warna tajam.

“Secara bisnis sangat menguntungkan, karena kami menjual satu ikan dengan kualitas bagus akan jauh sekali harganya dari ikan konsumsi. Selain itu, di lahan terbatas bisa memproduksi ikan hias yang bagus dan pasarnya juga cukup besar,” katanya seperti dilansir Antara.

Untung menyebutkan sejumlah ikan koi yang dibudidayakan, antara lain jenis kohaku, thaiso shanke, showa sansoku, asagi, ushui, dan tancho.

Menurut dia konsumen koi hasil budi dayanya dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

“Selain pembeli datang langsung ke Mina Papilon, kami juga mengirim order ke beberapa pulau di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” katanya.

Ia menyampaikan pemeliharaan ikan koi tidak begitu sulit karena pada usia nol hingga dua minggu ikan koi cukup diberi pakan alami seperti cacing atau bakteri air. Kemudian setelah dua minggu ikan yang berasal dari Jepang ini cukup diberi pelet.

Namun, budi daya ikan koi juga ada kendalanya, yaitu penyakit/virus ikan, termasuk fluktuasi suhu seperti bulan-bulan ini pengaruhnya sangat besar. Kematian karena fluktuasi suhu sekitar 20 persen. (bro)

Tags: Budi Daya Ikan KoiIkan Koi

Berita Terkait.

Gedung-BNI
Ekonomi

Pengamat Tegaskan Verifikasi BNI Penting untuk Validasi Klaim Dana

Senin, 20 April 2026 - 11:29
knecks
Ekonomi

Ekonomi Syariah Masuk Agenda Besar Negara, KNEKS Dorong Akselerasi

Senin, 20 April 2026 - 01:11
ccs
Ekonomi

PLN NP Bikin Terobosan, Emisi PLTGU Muara Karang Disedot Mikroalga

Minggu, 19 April 2026 - 18:08
Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin
Ekonomi

Iran Buka Selat Hormuz, Kementerian ESDM: Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin

Minggu, 19 April 2026 - 01:21
Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM
Ekonomi

Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional, BPJPH Benchmarking ke BPOM

Sabtu, 18 April 2026 - 23:54
Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan
Ekonomi

Dukung Pembatasan Alih Fungsi Sawah oleh Kementerian ATR/BPN, Komisi II: Demi Ketahanan Pangan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:05

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.