• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Pemimpin Junta Myanmar Ragukan Kembalinya Warga Rohingya

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 24 Mei 2021 - 23:51
in Internasional
indoposco

Ilustrasi. Foto: Instagram/@rohingya

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing meragukan kembalinya ratusan ribu pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh, dalam komentar yang dibuat dalam wawancara pertamanya sejak mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 1 Februari.

Min Aung Hlaing ditanyai oleh televisi Phoenix berbahasa China apakah Muslim dapat diizinkan kembali ke Negara Bagian Rakhine—dari mana sebagian besar warga Rohingya melarikan diri dari tindakan keras militer pada 2017, yang menurut penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki “niat genosida”.

BacaJuga:

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

“Jika tidak mematuhi hukum Myanmar, apa lagi yang perlu dipertimbangkan? Saya tidak percaya ada negara di dunia yang akan melampaui hukum pengungsi negara mereka sendiri untuk menerima pengungsi,” jawab Min Aung Hlaing, merujuk ke transkrip wawancara.

Ketika ditanya apakah itu berarti permohonan vokal internasional atas nama Rohingya tidak berhasil, dia mengangguk.

Min Aung Hlaing, yang memimpin tentara pada 2017 ketika sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dari pasukan militer, mengulangi pandangan kaum nasionalis di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha bahwa Rohingya bukanlah salah satu dari kelompok etnisnya.

Dia mengatakan istilah Rohingya baru muncul sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948.

“Setelah kami merdeka, sensus juga mencatat kata ‘Bengali’, ‘Pakistan’ dan ‘Chittagong’, tapi tidak pernah ada kata ‘Rohingya’, jadi kami tidak pernah menerimanya,” kata Min Aung Hlaing.

Rohingya secara luas disebut sebagai Bengali oleh otoritas Myanmar—menyiratkan bahwa mereka adalah orang luar dari Bangladesh, meskipun beberapa dapat melacak asal-usul mereka di Myanmar selama berabad-abad.

Pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi, yang digulingkan oleh Min Aung Hlaing pada 1 Februari, juga mendapat kecaman internasional karena membela tentara dari tuduhan genosida yang berkaitan dengan Rohingya.

Dia dan militer menolak tuduhan genosida dengan mengatakan pasukan keamanan terlibat dalam operasi yang sah terhadap pemberontak Rohingya ketika para pengungsi melarikan diri ke Bangladesh.

Tidak lama setelah kudeta, Min Aung Hlaing mengatakan upaya untuk memulangkan pengungsi dari Bangladesh akan terus berlanjut, tetapi belum ada tanda-tanda kemajuan sementara junta berjuang untuk memaksakan kendali di Myanmar.

Bangladesh sangat ingin melihat pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar dari kamp-kamp besar tempat kebanyakan dari mereka tinggal di distrik perbatasan tenggara Bangladesh.

Media Bangladesh, Dhaka Tribune, melaporkan pada Senin bahwa upaya sedang dilakukan untuk memulai kembali pembicaraan tentang pemulangan Rohingya antara Bangladesh dan Myanmar dengan bantuan China. (arm)

Sumber: Reuters

Dikutip dari: Antara

Tags: junta militerMyanmarRohingya

Berita Terkait.

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:05
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:01
Kapal-Tanker
Internasional

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:44
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Internasional

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Senin, 4 Mei 2026 - 23:22
Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Internasional

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 23:01
Petugas
Internasional

Tolak “Project Freedom” Trump, Iran: Selat Hormuz Bukan Milik AS!

Senin, 4 Mei 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.