• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Kenyataan Baru

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 24 Mei 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Siapa yang bisa menasihati Amerika? Mungkin tidak ada. Tapi guru besar ini mencobanya. Ia juga seorang diplomat hebat. Namanya: Prof Dr Kishore Mahbubani. Ia pernah menjabat Ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Ia Duta Besar (Dubes) Singapura untuk PBB –selama dua periode yang panjang. Ia lantas menjabat Dekan Kebijakan Publik Lee Kuan Yew School di Singapore National University.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Dan Mahbubani adalah juga penggemar lagu-lagu India. Khususnya yang dinyanyikan oleh Mohamad Rafi –yang lagunya menghiasi ribuan film India. Rafi sampai mendapat gelar ”Penyanyi Abad Ini” –meninggal dunia pada1980. Di umurnya yang relatif muda: 55 tahun. Sambil menulis ini pun saya mendengarkan lagu-lagunya Rafi itu.

Mahbubani lahir di Singapura. Orang tuanya mengungsi dari India. Yakni saat terjadi kerusuhan massal yang hebat di India. Yakni saat tiba-tiba Inggris memisahkan Pakistan dari India. Pada 14 Agustus 1947. Penduduk yang Islam harus mengungsi ke wilayah yang disebut Pakistan. Yang Hindu harus pindah ke tanah yang disebut India. Dalam waktu satu hari. Sangat berdarah.

Profesor Mahbubani kini berumur 74 tahun. Masih sangat sehat dan segar. Sudah pula menulis delapan buku. Mengenai Amerika, Asia, Tiongkok, dan Singapura. Semuanya laris. Semuanya jadi pegangan para pengambil kebijakan di banyak negara.

“Kita harus membantu Presiden Joe Biden agar Amerika sukses,” ujarnya dalam suatu Webinar internasional belum lama ini. Sampai sekarang video Webinar itu terus beredar luas. “Kita” yang ia maksud adalah para pemimpin Asia.

“Kalau sampai Biden gagal Donald Trump akan kembali,” kata Mahbubani. Dan itu bencana bagi dunia.

Ia pun menasihati Amerika agar realistis. “Menghalangi Tiongkok menjadi kekuatan nomor satu di dunia akan gagal. Pasti gagal,” ujar Mahbubani.

Untuk apa Amerika punya niat seperti itu. Seperti tidak senang melihat orang lain maju. Tiongkok sendiri tidak punya tujuan untuk menjadi nomor satu di dunia. Tujuan utama Tiongkok adalah mengentas kemiskinan rakyatnya. Lalu memakmurkannya. Dan memajukan negaranya.

Hanya saja ketika tujuan itu tercapai secara otomatis Tiongkok menjadi kekuatan nomor satu dunia. Mahbubani juga menilai Amerika itu ingin komunisme lenyap dari Tiongkok.

“Itu juga tidak mungkin. PKC itu partai terkuat di dunia. Bahkan kini banyak universitas di Amerika mulai mengaji kesuksesannya,” ujar Mahbubani.

Amerika, katanya, harus menyadari bahwa abad ini tidak sama lagi dengan abad yang lalu. Abad yang lalu adalah abad yang bisa membuat Amerika menjadi negara paling hebat di dunia. Ia lantas menguraikan kehebatan Amerika di segala bidang kehidupan.

Tapi Amerika kini punya persoalan internal yang berat. Itu sudah terjadi sejak 30 tahun terakhir. Yakni, pendapatan 50 persen masyarakat Amerika terus menurun.

Menurut Mahbubani, Amerika harus tahu kenyataan itu. Dan harus mengambil langkah mengatasinya. Tanpa pemikiran yang baru, pendapatan 50 persen masyarakatnya akan terus menurun.

Misalnya: mengapa Amerika menganggarkan USD 1,3 triliun untuk pertahanan. Yakni untuk menciptakan pesawat tempur tercanggih. Mengapa anggaran itu tidak untuk menaikkan ekonomi 50 persen masyarakatnya.

“Sebaliknya Tiongkok menganggarkan USD 1,7 triliun untuk membangun infrastruktur di banyak negara,” ujar Mahbubani.

Itu akan membuat Amerika semakin kehilangan pengaruh di dunia. Maka profesor itu tegas sekali mengatakan: hentikan perang dagang, hentikan memojokkan Tiongkok, jangan mancing-mancing soal Taiwan dan segera bebaskan Meng Wanzhou –putri pendiri Huawei itu.

Untuk memperbaiki ekonomi 50 persen penduduk lapisan bawahnya itu, kata Mahbubani, tidak ada jalan lain kecuali kerja sama dengan Tiongkok. “Pasar ritel Tiongkok itu besar sekali,” ujarnya.

Pada 2019, pasar ritel Tiongkok sebesar USD 3 triliun. Pasar ritel Amerika memang masih USD 4 triliun. Tapi sekarang ini pasar ritel Tiongkok sudah USD 6 triliun. Sedang pasar ritel Amerika USD 5 triliun.

Jadi Tiongkok memang sedang dalam proses menuju menang. Kenyataan baru ini tidak bisa dihalangi. Apalagi lewat kebijakan pemisahan ekonomi Amerika dan ekonomi Tiongkok. Itu pula topik bahasan buku terbaru Mahbubani: Has China Won.

Biden sendiri, kata Mahbubani, sebenarnya pernah mengatakan Tiongkok memang akan menjadi nomor satu dunia. Pada saatnya. Biden sudah menyadari kenyataan baru itu. Bahkan Biden mengatakan itu akan terjadi di depan matanya sendiri. “Tapi rasanya tidak mungkin dalam empat tahun ini,” ujar Mahbubani. Yang mungkin adalah –saat itu nanti terjadi– Biden masih hidup dan mengalaminya.

Indonesia pun tidak akan bisa menolak kenyataan itu. Senang atau benci. Misalkan orang se Indonesia ramai-ramai kompak membenci Tiongkok. Pun tidak akan menghalangi negara itu menjadi nomor satu.

So what. Maka fokus kita baiknya terus menginventarisasi apa saja yang bisa kita manfaatkan dari Tiongkok. Terutama pasarnya yang sangat besar itu.

Tapi, sekarang ini, siapa yang berani bicara pro Tiongkok di Amerika? Pun di sini? Pembicaraan soal ini harus dibuka. Justru agar tahu apa yang harus kita lakukan atas kenyataan baru itu.

“Kalau di Washington DC ada yang usulkan kembali berhubungan baik dengan Tiongkok, ia bisa ditembak orang,” ujar Mahbubani.

Juga di Indonesia? (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.