• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ini Alasan Pemerintah Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca CTMAV 457

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 20 Mei 2021 - 10:10
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Petugas kesehatan mengambil vaksin Covid-19 AstraZeneca sebelum disuntikkan di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Foto: Antara/Sigid Kurniawan/rwa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Vaksinasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan, sejak awal pemerintah melakukan vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca. Namun khusus nomor CTMAV 457 ditunda distribusinya.

“Kita tetap menggunakan vaksin AstraZeneca. Tapi untuk nomor CTMAV 457 kami tunda distribusi dan penggunaannya,” kata Siti Nadia Tarmizi melalui gawai, Kamis (20/5/2021).

BacaJuga:

Skandal ISPPD Kopenhagen 2026, Pengamat: Bongkar Krisis Moral Riset Indonesia

Seleksi SNBT 2026 Semakin Akuntabel dan Berintegritas, Begini Respons Mendiktisaintek

Serikat Buruh: Kebijakan Pembatasan Gerai Modern Berpotensi Tambah Pengangguran

Untuk penggunaan vaksin dengan nomor lainnya, menurut Nadia, terus dilanjutkan. Karena, vaksin yang diterima sebanyak 3,8 juta dosis. Dan di antara 57 nomor vaksin AstraZeneca tersebut adalah CTMAV 457.

“Vaksinasi tetap kita akan lanjutkan, tidak akan kami tunda, karena kita ingin semakin banyak yang divaksinasi dan semakin cepat,” katanya.

Ia menyebut, penundaan penggunaan AstraZeneca CTMAV 457 berdasarkan surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sesuai dari rekomendasi dari Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Ini untuk melengkapi audit investigasi, apakah benar kejadian kematian dengan vaksinasi tersebut,” ungkapnya.

Menurut Nadia, kondisi vaksin AstraZeneca masih baik-baik saja. kemudian untuk melengkapinya, maka perlu dilakukan pengujian khusus untuk nomor CTMAV 457 ini.

“Sebenarnya nomor CTMAV 457 ini tidak berbeda dengan vaksin AstraZeneca lainnya. CTMAV 457 ini hanya satu kali kumpulan proses produksi vaksin secara bersamaan saja,” terangnya.

Sebelumnya, diketahui dua orang diduga meninggal dunia pascamenerima vaksinasi dengan AstraZeneca. Hingga saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan penelitian dan pengujian terhadap vaksin Astra Zeneca. (nas)

Tags: Vaksin AstraZenecaVaksin Covid-19

Berita Terkait.

Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Skandal ISPPD Kopenhagen 2026, Pengamat: Bongkar Krisis Moral Riset Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:31
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Seleksi SNBT 2026 Semakin Akuntabel dan Berintegritas, Begini Respons Mendiktisaintek

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:38
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Serikat Buruh: Kebijakan Pembatasan Gerai Modern Berpotensi Tambah Pengangguran

Kamis, 28 Mei 2026 - 04:18
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Kemendikdasmen: Sebanyak 394 SMK Terima Bantuan Sertifikasi Kompetensi Murid

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:35
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Wujud Kepedulian Sosial, DPD RI Salurkan Daging Kurban Bagi Warga

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:27
Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko
Nasional

Modus TPPO Kian Canggih, DPR Desak Imigrasi Perketat Pengawasan Penumpang Berisiko

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:31

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5684 shares
    Share 2274 Tweet 1421
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    3015 shares
    Share 1206 Tweet 754
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2521 shares
    Share 1008 Tweet 630
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2309 shares
    Share 924 Tweet 577
  • Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    1973 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.