• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Harga Pagar Baja

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 20 Mei 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Kapal-kapal pesiar yang mewah itu terlihat lagi antre di pinggir laut. Untuk dihancurkan. Dijadikan besi tua.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Orang seperti saya bisa menitikkan air liur. Atau air mata. Kapal yang begitu mahal dan indah harus dihancurkan.

Tapi itulah bisnis. Perhitungan untung-rugi lebih dipentingkan.

Memang sayang sekali. Tapi pengusaha tidak boleh terlalu terbawa perasaan romantisme. Atau emosional.

Para pemilik kapal itu harus lebih tergiur oleh hitungan bisnis daripada emosi.

Pertama, kapal itu bisa saja tetap dioperasikan. Yakni mengangkut turis kelas atas ke mana saja. Tapi turis lagi lenyap dari muka bumi. Ditelan Covid. Kapal menganggur berbulan-bulan. Bahkan sudah lebih satu tahun.

Bunga pinjaman jalan terus. Biaya perawatan, sandar, dan awak kapal tidak bisa dihentikan. Sedang pendapatannya nol besar. Rugi besar. Terus-menerus.

Kedua, lebih baik kapal itu dijual. Hanya saja, di masa seperti ini, tidak ada orang yang mau beli kapal pesiar.

Ups… yang mau membeli kapal ternyata ada. Bukan untuk dijalankan. Tapi untuk dihancurkan. Dijadikan besi tua. Besinya dijual ke pabrik baja.

Setelah dihitung dengan kepala yang dingin ternyata itu lebih menguntungkan.

Dan ternyata itu tidak hanya terjadi di kapal pesiar. Teman saya, di Indonesia, juga baru saja menjual kapal. Harga jualnya bagus sekali. Panjang kapalnya 200 meter. Cukup besar.

Enam bulan lalu ada pembeli kapal yang berminat. Untuk dipergunakan mengangkut hasil tambang. Penawarannya pun cukup baik: Rp30 miliar.

Hampir saja teman saya itu melepaskannya. Tapi ia harus memperbaiki dulu kapalnya. Buatan Jepang. Pada 2000. Baru berumur 20 tahun.

Awal Mei lalu tiba-tiba ada orang mencari kapal. Teman saya itu menawarkan kapalnya. Langsung direspons. Pembeli itu mau dengan harga Rp37 miliar.

Yang bikin kaget: pembeli berterus terang. Kapal itu akan dihancurkan. Dijadikan besi tua. Dijual ke pabrik baja.

Teman saya itu hampir menangis. Kapal yang ia sayangi itu akan dihancurkan begitu saja. Padahal kapal itu masih bagus. Dan lagi, untuk apa kapal itu ia perbaiki. Yang memakan biaya Rp2 miliar. Toh akhirnya hanya akan dihancurkan.

Tapi hitung-hitungan bisnis tetap yang utama. Kalau bisa mendapat untung dengan cara menghancurkannya mengapa harus memeliharanya.

Akhirnya kapal itu dijual. Lima hari kemudian teman saya itu dikirimi foto oleh pembelinya. Kapalnya sudah ”duduk manis” di sebuah dok. Siap digergaji –dengan gergaji las. Dihancurkan.

Hampir saja teman saya itu menjual pula kapalnya yang lebih besar lagi. Tapi ia masih terikat kontrak jangka panjang.

Maka ketika saya melihat video yang lagi beredar sekarang –kapal-kapal pesiar yang antre untuk dihancurkan– saya tahu apa yang terjadi di balik itu. Kapal-kapal mewah tersebut lebih menghasilkan uang ketika dijadikan besi tua. Dari pada dijalankannya.

Itulah dunia bisnis. Orang bikin kapal dari besi. Besi dibuat dari besi tua. Kini orang menghancurkan kapal. Untuk dijadikan besi tua.

Harga besi tua memang lagi mahal sekarang ini.

Penyebabnya adalah –siapa lagi kalau bukan– Tiongkok.

Anda sudah tahu: Tiongkok lagi marah ke Australia. Yang dinilai ikut campur urusan dalam negeri Tiongkok.

Sejak 2020 lalu Tiongkok tidak mau lagi membeli bijih besi dari Australia. Juga tidak mau membeli batu baranya. Padahal bijih besi dan batu bara adalah andalan ekspor Australia.

Akibatnya, pabrik-pabrik baja di Tiongkok kekurangan bahan baku. Tiongkok pun menyadari itu. Maka Tiongkok mengubah kebijakannya yang satu ini: tidak lagi melarang impor besi tua.

Sudah tiga tahun Tiongkok melarang impor sampah. Sampah apa pun. Termasuk kertas bekas dan besi tua.

Tiongkok akhirnya mengizinkan impor besi tua –setelah menghukum Australia tadi. Maka besi tua dari belahan dunia mana pun mengalir ke Tiongkok.

Sebagai ikutannya, harga besi di pasaran ikut naik. Para kontraktor sekarang ini pusing sekali. Pusing akibat Covid belum reda ditambah pusing akibat harga besi yang naik drastis.

Padahal para kontraktor itu, ketika menandatangani kontrak, masih pakai perhitungan harga besi yang lama.

“Bulan ini saja harga besi naik dua kali,” ujar seorang kontraktor. Kenaikan harga besi itu mencapai hampir 50 persen. Dari Rp13.000 ke Rp18.500/kg. Untuk WF 600.

Pedagang besi juga bingung. Terutama mereka yang impor besi dari Tiongkok. “Pernah dalam satu hari harga besi berubah dua kali,” ujar teman saya, seorang pedagang besi.

Pabrik baja sulit. Pedagang baja sulit. Kontraktor sulit. Satu-satunya yang untung adalah mereka yang selama ini menimbun besi.

Harga aluminium pun ikut naik. Sebesar 20 persen.

Berarti usaha pemulihan ekonomi di sektor bangunan menghadapi kendala baru yang sangat besar. Akan banyak orang yang menunda proyek. Harus menunggu harga-harga stabil.

Pabrik semen pun akan ikut terpukul. Terutama juga para tukang las dan buruh bangunan.

Maka jagalah pintu pagar Anda. Siapa tahu malam-malam mendadak hilang. Dikilokan orang. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.