• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Budaya Rujak Pare

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 15 Mei 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Makanlah rujak pare dan sambal jombrang. Tiap  13 Mei –seperti Kamis (13/6/2021) lalu. Begitulah cara baru mengenang kerusuhan Mei 1998.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Memang ada yang menempuh cara budaya untuk memperingati kerusuhan besar itu. Itulah kerusuhan yang menjadi tonggak munculnya era demokratisasi di Indonesia sekarang ini.

Yang menggagas gerakan ”rujak pare dan sambal jombrang” ini adalah tokoh Tionghoa Semarang: Harjanto Halim. Nama Tionghoanya Liem Toen Hian (林敦贤).

Gerakan makan “rujak pare dan sambal jombrang” ini disertai pakai pita hitam di lengan. Cara itu melengkapi cara-cara lain yang ada selama ini.

Misalnya ada kelompok yang minta peristiwa harus dilupakan saja. Agar tidak mengusik ketenangan yang sudah tercipta.

Ada pula yang ingin memaafkannya tapi jangan melupakannya. Ada lagi yang ngotot agar peristiwa tersebut  harus diusut siapa dalangnya.

Keadilan dan kebenaran harus ditegakkan.

Harjanto memilih jalan budaya. Ia ingin setiap 13 Mei, masyarakat Tionghoa membuat rujak pare dan sambal jombrang. Yang sangat  pedas.

Harjanto sampai menciptakan resep sendiri. Juga uraian bagaimana cara pembuatannya. Resep itu  sudah ia masyarakatkan lewat medsos (media sosial).

Ia sendiri punya medsos yang ia namakan ”DaHar” –Dapur Harjanto. Dahar –yang dalam bahasa Jawa berarti makan– memuat banyak kegiatan dari rumah perkumpulan Boen Hian Tong (BHT). Harjanto sendiri adalah ketua BHT –yang dalam bahasa Indonesia disebut Perkumpulan Rasa Darma Semarang, Jawa Tengah.

Kamis (13/5/2021) malam, ia kembali membuat rujak pare dan sambal jombrang. Untuk disajikan di altar sembahyang di kelenteng itu. Juga untuk disajikan bagi mereka yang ikut peringatan peristiwa Mei 1998 di situ.

Di altar itu kemarin juga diadakan upacara khusus:  menempatkan ”sinci” baru. Yakni sebilah kayu yang ditulisi nama seseorang yang sudah meninggal dunia.

Nama yang ada di sinci baru itu adalah: Ita Martadinata Haryono. Dia seorang gadis berumur 17 tahun. Kelas 2 SMA. Dia meninggal dunia pada 9 Oktober 1998. Badannya tergeletak di lantai di kamar atas rumah orang tuanya. Di Jakarta Timur. Lehernya nyaris putus. Ada kayu tertancap di vaginanya.

Nama Ita perlu ditempatkan di altar tersebut sebagai simbol korban kerusuhan Mei 1998.

Di altar tersebut, pada 2014, juga ditempatkan sinci orang terkenal: KH Abdurrahman Wahid. Gus Dur. Presiden keempat kita.

Dengan demikian siapa pun yang sembahyang di altar itu akan otomatis sembahyang juga untuk Gus Dur dan Ita Martadinata.

Sebagai aktivis Tionghoa, Harjanto terus berpikir bagaimana menempatkan peristiwa kerusuhan Mei 1998. Yang tidak perlu membuka luka lama tapi juga jangan sampai melupakannya. Maka ia memilih lewat cara budaya itu.

Sudah menjadi budaya di kalangan Tionghoa untuk selalu memperingati sesuatu dengan sajian makanan. Ada hari raya bakcang, hari raya rebutan, hari raya Imlek, cap gomeh –yang semuanya serba bernuansa makanan.

Maka Harjanto berpikir makanan apa yang cocok untuk memperingati kerusuhan Mei 1998.

Pertama, ia temukan pare. Yang rasanya pahit itu. Meski pahit pare bisa untuk makanan. Agar ada unsur pahit dan pedas ketemulah rujak. Rujak pare.

Lalu harus ada unsur wanita. Itu lantaran korban kerusuhan tersebut adalah wanita. Yakni wanita Tionghoa. Wanita dilambangkan bunga. Tapi bunga apa yang sekaligus bisa untuk makanan?

Ketemulah bunga jombrang. Bunga jombrang sulit dicari, tapi istri saya selalu menemukan cara mendapatkannya. Istri saya sering menyambal dengan ramuan jombrang. Saya tahu bentuknya dan rasanya. Itu memang bunga minoritas.

“Sambal jombrangnya harus pedas. Harus sampai bisa membuat air mata keluar,” ujar Harjanto saat ngobrol dengan saya kemarin. “Kita menangis setiap mengenang peristiwa itu,” katanya.

Peringatan Mei 1998 pertama dilakukan Harjanto pada 2008. Tepat 10 tahun setelah kejadian. Lalu ia adakan lagi pada 2018. Sepuluh tahun kedua.

Di peringatan pada 2018 itulah rujak pare dan sambal jombrang mulai disajikan. Diteruskan pada 2019. Lalu pada 2020. Peringatannya tidak lagi tiap 10 tahun.

Tahun ini, ditambah acara baru: penempatan sinci Ita Martadinata tadi. Dia mewakili seluruh korban kerusuhan Mei 1998.

Yang juga istimewa, peringatan tahun ini disertai seminar virtual. Dengan pembicara Christianto Wibisono dan Ita Fatia Nadia. Chris membicarakannya dari aspek politik. Fatia dari aspek hak asasi manusia (HAM) dan hak perempuan.

“Ita Martadinata itu sengaja dibunuh oleh sistem politik,” ujar Fatia Nadia. “Ita bukan dibunuh Otong, pembantu rumah tangga. Otong itu hanya dikorbankan,” ujar Fatia di Zoom tersebut.

Fatia adalah relawan untuk mengurus korban kerusuhan Mei 1998. Waktu itu bersama Romo Sandiawan –yang sekarang bukan Romo lagi karena sudah menikah.

Ita adalah korban kerusuhan itu. Dia anak pengusaha mebel. Ibunya seorang aktivis perempuan.

Kenapa Ita dibunuh?

Menurut Fatia, Ita akan berangkat ke Jenewa. Di sana Ita akan memberikan kesaksian sebagai wanita korban kerusuhan Mei. “Ita sudah latihan bagaimana membacakan teks kesaksiannya,” ujar Fatia.

Fatia sendiri yang membimbing Ita cara-cara bersaksi di lembaga internasional. Kesaksian itu akan disampaikan dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Fatia memang terus berjuang untuk menegakkan hak-hak asasi manusia dan hak-hak perempuan. Dia pula yang pertama menjadi ketua lembaga hak-hak perempuan di Indonesia.

Itu, menurut Fatia, merupakan hasil pertemuan tokoh-tokoh pejuang hak wanita dengan Presiden B.J. Habibie.

“Presiden Habibie menyatakan percaya 100 persen adanya pemerkosaan pada wanita-wanita Tionghoa di peristiwa Mei,” ujar Fatia.

Fatia memang termasuk yang tetap memperjuangkan tiga hal untuk peristiwa Mei 1998: kebenaran, penegakan keadilan, dan rehabilitasi. Tapi dia juga menganggap ide rujak pare dan sambal jombrang dari Semarang itu ide yang sangat baik. (Bersambung)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.