• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Revolusi Energi (2)

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 13 Mei 2021 - 05:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Asumsi besar saya adalah:

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

  1. Minyak mentah tidak penting lagi. Gas bumi memang masih penting tapi tidak sepenting dulu lagi. (Ditjen Migas mungkin sudah waktunya dihapus –atau hanya jadi direktorat. Satu-satunya yang masih membuat Ditjen itu dipertahankan adalah: masih banyak Ditjen lain yang mestinya lebih dulu tidak ada).
  2. Kita tidak bisa bersandar ke gas bumi. Sumur gas lama sudah waktunya menipis dan habis. Juga sudah terikat kontrak lama. Sumur yang baru yang besar tidak bisa diharap. Proyek Masela yang sudah hampir mulai diubah di awal periode pertama Presiden Jokowi –dan sampai sekarang belum terlihat akan dimulai. Sumur Natuna kian jauh dari mata. Letaknya di laut dalam. Kandungan sulfurnya terlalu tinggi.
  3. Batubara akan kian dikecam di seluruh dunia. Kebutuhan batubara tetap tinggi tapi tidak akan naik lagi. Batubara akan terus dipersoalkan sebagai energi kotor.
  4. Pabrik boiler dan turbin akan banyak ditutup. Terutama untuk ukuran 300 MW ke bawah. (Yang ukuran 600 MW dan 1.000 MW mungkin ada yang bertahan. Khususnya untuk pembangkit tenaga nuklir. Yang ukurannya selalu besar. Indonesia perlu mengamankan kebutuhan boiler dan turbin kecil. Terutama untuk pengganti yang ada dan perawatannya).
  5. Pembangkit tenaga surya (dan tenaga angin) akan menemukan puncak kejayaannya. Belum dalam jangka pendek. Itu akan terjadi bersamaan dengan ditemukannya teknologi baterai yang baru. Mungkin 5 tahun lagi. (Ketika itu harga baterai tinggal sepertiga harga sekarang. Kekuatannya, paling tidak, tiga kali lipat dari yang terbaik saat ini).
  6. Pembangkit tenaga air mengalami kesulitan. Itu akibat berubahnya lingkungan. Sungai dan waduk semakin dangkal. (Sistem pump storage tidak relevan lagi –tergantikan oleh zaman baru baterai. Mikro hydro menjadi terlalu mahal).
  7. Indonesia tetap jadi lumbung energi. Hanya pindah dari Migas ke batubara. Lalu pindah lagi ke surya. (”Rendemen” tenaga surya di wilayah timur jauh lebih tinggi dari wilayah barat).
  8. Indonesia tiga kali menjadi lumbung energi: migas, batubara, surya. Hanya saja, ternyata, status lumbung energi tidak otomatis menjadi sumber kemakmuran negeri. Sudah terbukti. Era Migas di masa lalu tidak membuat Indonesia makmur. Demikian juga era batubara sekarang.

(Kaltim sebagai lumbung energi utama pernah krisis listrik. Berkepanjangan. Itu karena tidak punya pembangkit listrik. Dan tidak ada rencana membangunnya. Saya pernah ingin mengajak rakyat Kaltim untuk merdeka –istri saya dari Kaltim. Akhirnya saya melakukan pemberontakan yang lain di sana: membangun PLTU tanpa ada izin –Saking sulitnya mengurus izin saat itu. Akibatnya, saya berdarah-darah. Itu karena tidak bisa mendapat kredit bank tanpa ada izin).

  1. Ekonomi dan daya saing ekonomi negara, tidak akan pernah baik. Itu kalau tidak punya kebijakan energi yang konkret dan murah.
  2. Batubara adalah hasil bumi asli Indonesia. Yang diberikan Tuhan begitu saja. Itu sudah harus untuk sepenuhnya kemakmuran rakyat –bukan kemakmuran segelintir orang saja. Toh mereka sudah berhasil makmur dari batubara selama 20 tahun terakhir.
  3. Indonesia masih punya waktu untuk memanfaatkan status sebagai lumbung energi –meski waktu tersebut semakin terbatas.
  4. Pemerintah Indonesia sekarang ini punya nyali yang sangat besar. Pemerintah berani melawan apa pun –syukur-syukur tidak hanya berani melawan HTI, FPI, dan yang satu itu. Pemerintahan ini tentu juga berani melawan dirinya sendiri. Yakni keberanian melakukan revolusi energi untuk kemajuan negara.

Berdasar 12 asumsi besar itulah saya menulis ini: perlunya revolusi energi untuk kemakmuran negeri.

Dalam doktrin lama jurnalisme tulisan di hari Lebaran harus yang ringan. Yang santai. Tentang pakaian atau makanan.

Itu kalau Lebarannya normal. Maafkan, saya menyajikan tulisan berat ini di Lebaran yang tidak normal.

Inti usulan: lihat edisi besok.

Taqabbalallahu Minna Waminkum. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.