• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PJJ Dinilai Gagal, Pengamat: Rumah Itu Sentra Pendidikan

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 5 Mei 2021 - 22:37
in Nasional
Ilustrasi belajar daring. Foto: Ist

Ilustrasi belajar daring. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengingatkan, agar pemerintah mempersiapkan rumah sebagai sentra pendidikan. Hal ini sesuai dengan falsafah Ki Hajar Dewantara “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”.

“Falsafah Ki Hajar Dewantara itu menjadikan rumah sentra pendidikan. Kalau yang dianut sekarang entah falsafah dari mana?” tegas Indra Charismiadji kepada INDOPOSCO.ID, Rabu (5/5/2021).

BacaJuga:

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Ia menyebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) gagal dalam mengelola pendidikan di masa pandemi Covid-19. Dalam masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) mereka telah mengeluarkan tiga surat keputusan bersama (SKB).

“Semuanya (SKB) merujuk pelaksanaan pelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Artinya mereka gagal melaksanakan PJJ,” ungkapnya.

Menurut Indra, Kemendikbud Ristek harus melakukan evaluasi mendalam pada pelaksanaan PJJ di masa pandemi, sebelumnya menerapkan PTM terbatas. Hal ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

“Kita tidak menginginkan Indonesia seperti India. Tapi dengan lonjakan kasus Covid-19 saja, pemerintah harus kembali menerapkan PJJ. Itu untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan bersama,” katanya.

Ia mengatakan, pada pelaksanaan PJJ harus ada perubahan mainset pada guru dan tenaga kependidikan. Dengan memberikan pelatihan pedagogik digital.

Karena, menurutnya, PJJ di Jakarta dalam setahun ini saja masih banyak guru dan tenaga kependidikan yang tidak bisa menggunakan teknologi. “Jadi menurut saya selama ini mereka (guru) mengajar atau tidak. Ini di wilayah Jakarta loh, bagaimana yang di daerah,” ujarnya.

Indra menegaskan, gagalnya PJJ disebabkan oleh guru yang belum terbiasa dengan pembelajaran daring. Kondisi tersebut diperparah oleh Kemendikbud Ristek yang tidak memberikan pelatihan.

“Belajar itu tidak harus ke sekolah. Sama seperti kita bekerja tidak harus datang ke kantor. Guru belum siap, siswa juga belum siap, jadinya hanya zoom, google room hanya tempat ceramah dan penugasan yang membuat membuat siswa boring,” ujarnya.

Ia menuturkan, harus ada upaya pelatihan kepada guru bagaimana merubah mainset lama. Bahwasanya kelas menjadi tempat ceramah. “Kami di program guru cerdas cukup 3 bulan untuk merubah mainset itu. Kini sudah 6 ribu guru sudah mengenal teknologi (pedagogik digital),” katanya. (nas)

Tags: Kemendikbud RistekPJJ

Berita Terkait.

Menjelajahi Keindahan Bali dalam Semangat Kebersamaan Pengguna V-Strom 250SX
Nasional

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:21
Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Nasional

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:45
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Nasional

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:15
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:32

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3515 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.