• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Dinilai Diskriminasi, Vaksinasi Terhadap Pekerja Migran di Hong Kong Ditunda

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 5 Mei 2021 - 07:31
in Internasional
Ilustrasi - Kesibukan di Distrik Wan Chai, Hong Kong. Foto: Antara

Ilustrasi - Kesibukan di Distrik Wan Chai, Hong Kong. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Hong Kong menghentikan sementara rencana mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi asisten rumah tangga asing setelah kalangan kelompok pembela hak asasi manusia mengecam kebijakan tersebut sebagai diskriminasi.

Setelah seorang asisten rumah tangga dari Filipina ditemukan terjangkit virus corona varian yang lebih menular pekan lalu, pihak berwenang mengatakan 370.000 asisten rumah tangga asing di kota itu harus menjalani tes sebelum 9 Mei. Para asisten rumah tangga asing di Hong Kong juga perlu divaksin sebelum memperbarui kontrak kerja mereka.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebijakan wajib vaksinasi itu ditangguhkan setelah ada reaksi dari kalangan kelompok pekerja, yang mengatakan para asisten rumah tangga diperlakukan secara tidak adil. Selain itu, seorang pejabat pemerintah Filipina mengkritik langkah pemerintah Hong Kong tersebut.

“Saya telah meminta sekretaris tenaga kerja untuk meninjau seluruh kebijakan, dan berkonsultasi dengan penasihat dan konsultan dari negara-negara utama asal para pekerja rumah tangga asing, apakah vaksinasi wajib dapat dilakukan,” kata Lam seperti dikutip Antara, Selasa (4/5/2021).

Kebijakan itu tidak diskriminatif, dan pemerintah masih berencana menyelesaikan tes Covid wajib untuk semua asisten rumah tangga pada 9 Mei, tambahnya. Asisten rumah tangga perempuan –yang sebagian besar berasal dari Filipina, Indonesia, Nepal dan Sri Lanka– biasanya tinggal bersama majikan mereka di Hong Kong.

Selama penguncian untuk mengendalikan penyebaran virus corona di Hong Kong, para pekerja migran itu dijauhkan dari pertemuan sosial rutin dengan teman-teman mereka –yang dilakukan pada satu hari libur setiap minggu.

Setelah perintah tes wajib, asisten rumah tangga asing di Hong Kong juga harus antri berjam-jam pada Minggu, yang merupakan hari libur mereka setiap pekan, untuk menjalani tes Covid-19, kata Dolores Balladares, ketua kelompok hak-hak pekerja United Filipinos di Hong Kong.

“Kami menyambut baik penangguhan vaksin wajib, tetapi kami menyerukan untuk membatalkan pengujian wajib dan kebijakan vaksin seluruhnya, karena itu menghukum dan mengkriminalkan pekerja rumah tangga,” ujar Balladares kepada Thomson Reuters Foundation.

“Kami mendukung pengujian dan vaksinasi secara sukarela. Namun, tindakan untuk menunjuk kami (asisten rumah tangga asing) secara khusus (untuk tes dan vaksinasi) serta menjadikannya wajib adalah tindakan diskriminatif dan mengarah pada stigmatisasi lebih lanjut,” katanya.

Dia mencatat bahwa kelompok kasus Covid-19 sebelumnya di pusat-pusat kebugaran dan studio tari tidak menghadapi kewajiban serupa.

Kepala departemen kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengatakan bahwa keputusan untuk menguji semua asisten rumah tangga (ART) dibuat karena adanya kasus jenis virus corona yang sangat mudah menular, dan ART tersebut telah bertemu dengan sejumlah pekerja rumah tangga lain sebelum dinyatakan positif.

“Oleh karena itu, demi kehati-hatian, kami pikir kami harus menguji semua ART asing di Hong Kong,” kata Chan.

Banyak penduduk Hong Kong yang ragu untuk mendapatkan vaksin sejak peluncuran program itu dimulai pada Februari, dengan jumlah keseluruhan warga yang telah divaksin berada jauh di bawah memuaskan, kata Carrie Lam sebelumnya. (wib)

Tags: diskriminasiHong Kongpekerja migranVaksinasi

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

OLAHRAGA

Trophi-Carabao
Olahraga

Ada MU vs Brighton hingga Liverpool vs Tottenham, Ini Drawing Babak Ketiga Carabao Cup

Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 belum dimainkan, tetapi panasnya sudah terasa sejak hasil undian diumumkan. Sejumlah klub Premier...

SelengkapnyaDetails
YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

YKK-Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Anak Indonesia lewat Sepak Bola

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.