• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hardiknas, Pengamat: Sejak Pandemi Belajar Jarak Jauh Tak Dibenahi

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Mei 2021 - 10:11
in Nasional
Seorang anak belajar dari jarak jauh akibat pandemic Covid-19.

Seorang anak belajar dari jarak jauh akibat pandemic Covid-19.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menegaskan, Indonesia harus melakukan segala hal untuk mengantisipasi tsunami Covid-19, seperti yang terjadi di India.

Berkaca pada kasus tersebut, menurut dia, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Juli mendatang adalah kurang tepat. Apalagi, lanjut Indra, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan kegiatan PTM terbatas.

BacaJuga:

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

“Dengan bermodalkan vaksinasi pemerintah bersikeras menerapkan PTM terbatas. Keefektifan vaksinasi ini belum dapat dikatakan berhasil, apalagi untuk melawan varian B1617 seperti yang terjadi di India,” kata Indra Charismiadji melalui gawai, Minggu (2/5/2021).

Ia menyebut, pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring merupakan cara yang paling tepat di masa pandemi Covid-19 karena sistem ini mampu menghasilkan learning gain atau berdampak positif bagi perkembangan anak.

“Ini malah pemerintah dimotori Kemendikbudristek sendiri yang menghakami belajar daring menimbulkan learning loss dan banyak dampak negatifnya,” katanya.

Ia menegaskan, harus dengan cara yang berbeda implementasi PJJ dengan cara tradisional. Dampak positif tidak akan muncul dengan cara guru berceramah di ruang Zoom selama berjam-jam dan mengirimkan tugas yang banyak jumlahnya ke siswa.

“Sejak Maret 2020 saat Belajar Dari Rumah (BDR) diberlakukan hingga hari ini, tidak ada upaya untuk membenahi kualitas PJJ daring. Tidak ada rencana pelatihan guru secara masif, pendampingna orang tua, dan stimulasi belajar untuk peserta didik,” terangnya.

Ia mencatat munculnya kegaduhan pada kebijakan pendidikan karena tidak adanya kajian akademis, tidak adanya pelibatan publik dan tidak adanya uji publik. Diperparah oleh komunikasi publik buruk, elitis, dan satu arah pada pembuat kebijakan.

“Jika kondisi ini tidak dibenahi secara terstruktur, sistematis, dan masif maka sampai 2024 urusan pendidikan akan selalu dipenuhi dengan kegaduhan, klarifikasi, dan revisi,” ucapnya.

“Dan mimpi bonus demografi akan tergantikan dengan bencana demografi jika tidak ada pembenahan yang cepat dan nyata,” imbuhnya. (nas)

Tags: belajar jarak jauhHardiknaspandemiPTM

Berita Terkait.

Menjelajahi Keindahan Bali dalam Semangat Kebersamaan Pengguna V-Strom 250SX
Nasional

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:21
Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Nasional

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:45
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Nasional

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:15
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:32

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3515 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.