• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dinilai Belum Efektif, Kurikulum Belajar Daring Harus Dievaluasi 

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Mei 2021 - 20:33
in Nasional
Ilustrasi belajar daring. Foto: Ist

Ilustrasi belajar daring. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dunia pendidikan di masa pandemi turut jadi sorotan. Pelaksanaan belajar melalui dalam jaringan (Daring) dinilai belum efektif dan optimal dalam mendidik para murid.

Meskipun pemerintah telah memberikan bantuan kuota gratis pada pelajar, namun tidak menghilangkan segala persoalan belajar. Bagi orangtua yang berdomisili di pedesaan, jaringan selalu menjadi faktor utama penghambat belajar.

BacaJuga:

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Belum lagi, para orangtua tidak semuanya lancar menggunakan handphone (HP) android atau gagap teknologi. Sehingga, hal ini menjadi faktor penting proses pembelajaran bagi anak.

Pemerintah diminta serius dalam menentukan kebijakan. Sebab, perkembangan belajar anak dinilai lamban dalam mencerna materi yang disampaikan oleh guru. Bahkan, tidak sedikit murid selama pandemi ini tidak belajar. Setiap tugas yang diberikan guru bisa dikerjakan orangtua. Anak hanya jadi penonton dan belajar daring dianggap raihan prestasi antar orangtua.

“Kadang murid tidak memperhatikan, apalagi anak SD. Betapa sulitnya seorang guru mempersiapkan pembelajaran daring. Yang sekolah bukan anaknya tapi orangtuanya yang sibuk. Ini menyebabkan sistem dring belum efektif diterapkan, kita masih merindukan pembelajaran secara langsung tatap muka,” kata pengamat pendidikan Eny Suhaeni, Minggu (2/5/2021).

Ia menerangkan, pembelajaran daring sangat berpengaruh pada psikologis karakter anak yang tidak daapt berhubungan sosial dengan temannya. Guru memiliki keterbatasan akses dalam mendidik terutama pada nilai kepatutan sikap.

Menurutnya, meskipun pemerintah dengan sekuat tenaga mengeluarkan banyak anggaran untuk memfasilitasi pembelajaran daring, tidak dapat menyelesaikan persoalan. KArena, pendidikan bukan hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran dan mampu mengerjakan tugas dari guru. Banyak nilai sosial yang hilang dari sistem pembelajaran tatap muka.

“Semuanya berpengaruh, terhadap sistem, secara psikologis, sosiologis perlu interaksi sosial bagaimana bekerjasama, lewat daring terbatas. Sistem kerjasama kelompok itu memerlukan basis langsung, sehinga anak tahu cara bekerjasama kelomok, itu pengembangan karakter yang berpengaruh kejiwaan,” terangnya.

Berdasarkan pengamatannya, kuota gratis bantuan dari pemerintah, tidak sedikit malah digunakan untuk bermain game online dibandingkan belajar. Sehingga, hal ini menjadi persoalan baru di dunia pendidikan.

Saat ini, banyak keluhan yang dialami wali murid karena jenuh dengan pembelajaran daring. Sebian besar murid dan orangtua, menginginkan sekolah tatap muka.

“Keinginan belajar secara langsung sangat tinggi dari masyarakat, sudah bosan. Yang paling terasa civitas akademik pendidikan. Belajar daring dibilang efektif juga tidak, dibilang tidak juga mungkin efektif. Kemendikbud harus melakukan riset memberikan positif atau negatif. Rata-rata murid mengalami titik jenuh, sistem daring banyak menghambat sistem pembelajaran, penanaman pembinaan pendidikan, kendala secara daring beda dengan ketemu langsung,” jelasnya.

Eny berujar, pemerintah telah menargetkan belajar tatp muka pada bulan Juli 2021. Sekolah harus mampu menyediakan fasilitas sesuai standar protokol kesehatan (prokes). Jangan sampai, belajar tatap muka menjadi klaster baru penularan Covid-19. Niatan itu ditunjang dengan dikebutnya vaksinasi terhadap tenaga pengajar.

“Kalau di Juli sudah dekat, akan diberlakukan belajar langsung, yang harus dipersiapkan Covid ini belum sempurna selesainya, pemerintah harus memfasilitasi prokes, prosedur kesehatan harus dijaga,” tuturnya.

Selain itu, kurikulum teknis pembelajaran tatap muka juga perlu dievaluasi dan harus ada pembaharuan. Mengingat, kapasitas kelas dan bangku belum tentu dapat menampung seluruh murid yang harus menjaga jarak.

Mengingat sejauh ini, masyarakat agak sulit untuk menghindari kerumunan. Berbeda dengan penggunan masker yang sudah membudaya. Pelu kesadaran lebih secara kolektif dalam permasalahan itu.

Pihaknya mendorong pemerintah harus maskimal menyediakan prosedur fasilitas kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru, di kelas anak-anak terjangkit. Jangan sampai anak menjadi korban penularan Covid-19 akibat lalai dalam penunjang dan edukasi prokes.

“Apakah dibuat romble, kelas misalnya ada 40 apakah kursi ketersediaanya maksimal? fasilitas ruang belajar. Guru kesiapannya melaksanakan dengan prokes. Sekolah harus menanggung itu, apakah anggarannya tersedia. Kurikulum belajar mungkin harus dievaluasi disituasi covid begini. Artinya dalam beberapa hal muggkin relevan tapi yang lain harus dievaluasi. itu memerlukan evaluasi ulang,” pungkasnya. (son)

Tags: belajar daringKurikulum

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 00:12
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Selasa, 22 September 2026 - 22:38
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 21:08
Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.