• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Belajar Jarak Jauh, KPAI: Anak dari Keluarga Miskin Kurang Terlayani

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Mei 2021 - 12:05
in Nasional
Ilustrasi belajar jarak jauh anak-anak tidak mampu. Foto: Ist

Ilustrasi belajar jarak jauh anak-anak tidak mampu. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, menyoroti kebijakan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia menilai, terobosan yang dibuat pemerintah untuk mengatasi BDR atau PJJ masih belum efektif.

Menurut dia, BDR atau PJJ terlalu bertumpu pada internet, akibatnya sejumlah kendala pembelajaran daring terjadi karena keragaman kondisi keluarga peserta didik, keragaman kondisi daerah seluruh Indonesia dan kesenjangan digital yang begitu lebar antardaerah di Indonesia.

BacaJuga:

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

“Anak-anak dari keluarga kaya cenderung terlayani PJJ secara daring, namun anak-anak dari keluarga miskin kurang terlayani bahkan banyak yang sama sekali tidak terlayani, hal ini berdampak kemudian dengan angka putus sekolah,” ujar Retno kepada Indoposco.id, Minggu (2/5/2021).

Selain itu, sambung dia, tidak pernah ada pemetaan kesenjangan kemampuan digital dan ekonomi antara anak-anak di pedesaan dengan di perkotaan, antara dari keluarga miskin dengan keluarga kaya.

“Padahal, PJJ sangat dipengaruhi faktor peranan orang tua peserta didik dalam mendampingi selama proses belajar daring dan kebutuhan akan alat komunikasi, seperti laptop dan telepon genggam,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti terkait tidak adanya pemetaan variasi PJJ yang dibangun bersama antara guru, siswa, dan orang tua. Sistem pembelajaran seperti apa yang tepat atau sesuai kondisi anak dari segi ekonomi keluarga, ketiadaan alat daring, ketidakstabilan sinyal, dan kondisi orang tua yang bekerja.

“Kebijakan BDR/PJJ yang terkesan menyamakan masalah sehingga hanya satu solusi untuk semua problem BDR atau PJJ yang ada, misalnya bantuan kuota internet hingga Rp 7 Triliun. Namun pada praktiknya banyak yang mubazir dan tetap tidak mampu mengatasi masalah pembelajaran anak-anak dari keluarga miskin yang tidak memiliki alat daring,” jelasnya.

“Atau masalah anak-anak di pelosok yang berada pada wilayah blank spot. Peserta didik dari keluarga miskin dan di pelosok tetap saja tidak terlayani PJJ daring ketika kebijakannya tunggal, hanya memberikan bantuan kuota internet untuk semua masalah PJJ,” sambungnya.

Selain itu, banyak anak kelas XII yang lulus tahun ini menunda kuliah karena sedang masa pandemi. Hal tersebut memunculkan potensi bertambahnya pengangguran, meningkatkan angka perkawinan anak, dan pekerja anak. (yah)

Tags: KPAIpembelajaran jarak jauhPJJ

Berita Terkait.

Menjelajahi Keindahan Bali dalam Semangat Kebersamaan Pengguna V-Strom 250SX
Nasional

DPD RI Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Tekankan Pentingnya Perspektif Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:21
Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Nasional

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:45
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Nasional

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:15
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:32

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3515 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.