• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tingkatkan Produktivitas, Kementan Latih Pemupukan Berimbang Bagi Penyuluh

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 30 April 2021 - 08:03
in Nasional
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menjawab awak media didampingi Kepala Pusluhtan BPPSDMP Leli Nuryati. Foto: BPPSDMP

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menjawab awak media didampingi Kepala Pusluhtan BPPSDMP Leli Nuryati. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peningkatan kompetensi penyuluh sebagai garda terdepan pertanian terus diupayakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) di antaranya melalui ‘Pelatihan Pemupukan Berimbang’ secara daring (online) selama lima hari, 29 April-2 Mei 2021 yang diikuti 66.776 penyuluh dari seluruh pelosok Indonesia.

“Pemupukan berimbang adalah pemberian sejumlah pupuk, yang sesuai kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tanah subur butuh sedikit pupuk, kalau tanah tandus berarti kebutuhan pupuk lebih banyak,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi di Jakarta membuka kegiatan Training of Facilitators (ToF) pada Kamis (29/4/2021).

BacaJuga:

Usai Disahkan, Komisi IX Siap Kawal Aturan Turunan UU PPRT

50 Tahun Berkarya, Bridgestone Indonesia Raih Dua Penghargaan Bergengsi dan Perkuat Kepercayaan Konsumen

DPD RI: IHPS II 2025 BPK, Harus Jadi Perbaikan Nyata Bukan Sekadar Catatan

Menurutnya, pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang signifikan, kontribusinya 15 persen hingga 60 persen bagi produktivitas, tergantung kondisi dan karakteristik tanah. Pemupukan bertujuan meningkatkan mutu, efisiensi, melestarikan tanah dan optimalisasi unsur hara.

“Seperti halnya manusia dan hewan, tanaman butuh makanan setelah oksigen dan air. Makanannya disebut sebagai unsur hara, untuk pertumbuhan tanaman,” kata Dedi Nursyamsi pada ToF secara online yang didukung tiga unit pelaksana teknis (UPT) dari BPPSDMP.

Kegiatan ToF digelar BPPSDMP Kementan, katanya, bertujuan melatih penyuluh selaku fasilitator melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) di Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) khususnya pada lokasi kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) bagi petani di Daerah Irigasi (DI) pada 74 kabupaten di 16 provinsi.

Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang kerapkali mengingatkan petani untuk bijak memakai pupuk secara berimbang, agar produktivitas pertanian bisa dipertahankan.

“Penyuluh berperan vital membina petani, memastikan penerapan teknologi pertanian yang direkomendasikan, fasilitasi penumbuhan dan pengembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani,” kata Mentan Syahrul saat bertemu petani dan penyuluh secara tatap muka atau daring melalui Agricultur War Room (AWR).

“Saya yakin, kalau petani konsisten menggunakan pupuk secara berimbang, maka produktivitas dan daya saing pertanian bisa dipertahankan, karena keduanya bertalian erat,” kata Mentan

Dedi Nursyamsi mengingatkan penyuluh agar sosialisasi proses pemupukan yang baik dan benar. mengacu pada 5T yakni Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Tempat dan Tepat Cara, diawali dengan menyehatkan tanah sebelum pemupukan agar pupuk bekerja optimal.

“Pemupukan berimbang mendorong penggunaan pupuk sesuai kebutuhan. Misalnya jagung, butuh pupuk urea hingga 350 kg per hektare (ha), beda dengan kedelai hanya 50 kg per ha,” katanya lagi.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP (Pusluhtan) Leli Nuryati mengatakan, (ToF) bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam adopsi inovasi teknologi pemupukan berimbang, pengelolaan bahan organik dan konservasi tanah, termasuk implementasi teknologi pemupukan berimbang di level penyuluh dan petani.

“Kemampuan dan pengetahuan penyuluh tentang pemupukan berimbang dan kesehatan tanah sangat penting agar bisa memastikan petani melakukan kegiatan pemupukan berimbang dan meneruskannya pada petani lainnya,” ujarnya.

Kegiatan ToF digelar serempak oleh tiga UPT BPPSDMP via online dan tatap muka. Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Bogor (PPMKP) bagi penyuluh di Pulau Sumatera plus Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Malang di Jawa Timur bagi penyuluh di Pulau Kalimantan plus Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara BBPP Batangkaluku diikuti penyuluh di Pulau Sulawesi plus Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

“ToF selain mendorong pemupukan berimbang juga memperkuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani atau RDKK pupuk bersubsidi dan penguatan koordinasi vertikal dan horisontal,” kata Leli.(ibs) 

Tags: BPPSDMPKementanmentanpenyuluh

Berita Terkait.

CH
Nasional

Usai Disahkan, Komisi IX Siap Kawal Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 24 April 2026 - 02:16
bridgestone
Nasional

50 Tahun Berkarya, Bridgestone Indonesia Raih Dua Penghargaan Bergengsi dan Perkuat Kepercayaan Konsumen

Kamis, 23 April 2026 - 23:33
sidang
Nasional

DPD RI: IHPS II 2025 BPK, Harus Jadi Perbaikan Nyata Bukan Sekadar Catatan

Kamis, 23 April 2026 - 22:02
Rapat
Nasional

PLN Energi Gas Perkuat SDM Lokal Lewat Sertifikasi K3, Peluang Kerja Kian Terbuka

Kamis, 23 April 2026 - 21:01
Tina-Maman-Abdurrahman
Nasional

DWP Kementerian UMKM Apresiasi Perempuan Tangguh Lintas Profesi

Kamis, 23 April 2026 - 20:40
rini
Nasional

Pemerintah Percepat Transformasi Digital, Bansos Jadi Proyek Percontohan

Kamis, 23 April 2026 - 20:00

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1324 shares
    Share 530 Tweet 331
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.