• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Megawati Sentil Pemimpin Daerah yang Lemah Antisipasi Bencana

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 24 April 2021 - 00:24
in Nasional
Megawati Soekarnoputri meluncurkan gerakan siaga bencana, yang ditandai dengan penyerahan tas siaga bencana secara virtual di Jakarta, Jumat (23/4/2021). Foto : Antara/Devi Nindy

Megawati Soekarnoputri meluncurkan gerakan siaga bencana, yang ditandai dengan penyerahan tas siaga bencana secara virtual di Jakarta, Jumat (23/4/2021). Foto : Antara/Devi Nindy

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mantan Presiden RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menekankan dalam upaya antisipasi bencana, perlu adanya perencanaan mendetail dan terorganisir.

Megawati menyinggung lemahnya pemimpin daerah dalam perencanaan detail penanggulangan bencana di lapangan, hingga masyarakat yang hanya bisa pasrah dengan keadaan bencana.

BacaJuga:

Penutupan Prodi Bayangi Hardiknas 2026, Pengamat Ingatkan Risiko “Genosida” Intelektual

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

“Sebenarnya bisa diatasi asalkan gotong royong, dalam penanggulangan bencana harus direncanakan dan diorganisir,” tandasnya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Megawati mengatakan, pemanasan global turut menjadi pemicu adanya sejumlah bencana yang melanda Indonesia, dan itu harus diantisipasi mulai dari pemerintah daerah. Misalnya, mengubah tata ruang yang aman dari bencana.

Megawati mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengizinkan bangunan yang melanggar tata ruang semestinya, dan malah berpotensi terdampak bencana. Selain memikirkan soal relokasi, diperlukan pula upaya untuk merenovasi bangunan yang tahan gempa.

“Dengan demikian sebelum terjadi bencana, harus ada sebuah pembelajaran dan simulasi,” ujar dia. Simulasi bencana pun pernah digelar Megawati di kawasan Gunung Merapi semasa dia menjabat sebagai wakil presiden.

Penyelarasan peringatan dengan kearifan lokal, menurut Megawati, merupakan hal yang dapat mendukung evakuasi masyarakat lebih cepat, praktis, dan bisa dijalankan.

Selain itu kepada masyarakat, Megawati ingin agar dapat berkaca dari masyarakat sadar bencana seperti warga Jepang, yang mana selalu memperhatikan peringatan dini dan mempersiapkan tas ransel dengan berbagai peralatan darurat.

Kebiasaan tersebut berdampak pada minimnya korban jiwa saat Jepang dilanda bencana gempa yang sering terjadi, karena telah mempersiapkan diri. “Pengerjaan di lapangan harus detail. Hal ini menjadi bukti pencegahan bisa diorganisir dan bisa dilakukan,” kata dia dikutip Antara.

Tak hanya masalah penyelamatan diri, penanganan terhadap korban juga perlu perencanaan mendetail. Seringkali antara pengungsi korban, terutama perempuan, terjadi ketersinggungan karena keperluan pribadi mereka tak terpenuhi. “Pengorganisasian bantuan harus dipikirkan. Pengalaman saya, mereka tersinggung, keperluan pribadi perempuan terlupakan,” katanya.

Sehingga pada saat penanganan bencana, Megawati menganjurkan perusahaan atau lembaga, memberikan bantuan sesuai ceklist yang telah direncanakan untuk penanganan korban bencana, sehingga lebih cepat dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati meluncurkan gerakan siaga bencana, yang ditandai dengan penyerahan tas siaga bencana secara virtual. (aro)

Tags: bencanamegawatiSiaga

Berita Terkait.

Riset
Nasional

Penutupan Prodi Bayangi Hardiknas 2026, Pengamat Ingatkan Risiko “Genosida” Intelektual

Senin, 27 April 2026 - 10:30
Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat
Nasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI Dorong Kepala Daerah Fokus Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 05:45
PP-Tunas
Nasional

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Minggu, 26 April 2026 - 19:27
riset
Nasional

Mendiktisaintek: Generasi Muda Harus Perkuat Inovasi Berbasis Riset dan Teknologi

Minggu, 26 April 2026 - 18:08
jamaah
Nasional

28.274 Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, 125 Ribu Nikmati Fast Track

Minggu, 26 April 2026 - 17:07
phi
Nasional

PHI Gulirkan APEKA 2026, Perkuat Peran Media dalam Industri Hulu Migas

Minggu, 26 April 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan Ringan Diperkirakan di Jaktim dan Jaksel

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.