• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Kebakaran Tesla

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 21 April 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Saya telat dua hari menulis ini –tentu gara-gara Vaksin Nusantara. Tapi hebohnya belum reda. Orang masih penasaran: siapa dua orang yang mati terbakar di dalam mobil Tesla model S –seperti milik saya– Sabtu malam lalu itu.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Yang sudah jelas: tidak ditemukan mayat di kursi kemudi. Satu mayat ditemukan di kursi depan samping. Satu mayat lagi di kursi belakang.

Berarti mobil itu berjalan tanpa ada yang mengemudikan. Padahal lagi dalam kecepatan tinggi. Itu diketahui dari analisis ahli kecelakaan mobil di Amerika.

Yang juga jelas: mobil itu gagal belok. Padahal jalan raya di situ lagi melengkung. Mobil tersebut terus melaju lurus. Tetap dalam kecepatan tinggi. Mobil pun meninggalkan jalan raya tanpa direm. Ia baru berhenti ketika menabrak pohon yang tumbuh agak jauh dari pinggir jalan.

Dua orang itu kelihatannya penduduk setempat. Yakni penduduk kota The Woodlands, sekitar 50 Km di utara Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). Jalan Raya yang menikung itu adalah jalan raya di dalam kota itu. Bukan jalan raya antar kota –bukan highway.

Tepatnya, kecelakaan itu terjadi di Jalan Lake Woodlands. Jalan itu tidak jauh dari Highway 45 jurusan kota besar Houston. Bisa jadi penumpang Tesla itu baru saja exit dari Highway 45 dari arah Houston.

Hampir pasti mobil itu dijalankan secara autopilot. Terbukti tidak ada mayat di kursi pengemudi. Belakangan ini memang banyak pemilik Tesla yang mem-posting video kebanggaan di YouTube: tidur di dalam Tesla yang lagi melaju kencang. Rasanya seperti bangga kalau posting adegan seperti itu. Sebagian video itu asli. Sebagian lagi dicurigai sebagai video editan.

Tesla sebenarnya sudah mengingatkan: harus tetap ada yang mengontrol kemudi saat mobil dijalankan secara otomatis. Tapi banyak pemilik Tesla ingin membanggakan kemampuan mobil itu berjalan sendiri.

Kecelakaan itu tragis. Bukan saja mobil terbakar hebat, tapi juga apinya tidak bisa dipadamkan. Sampai menghabiskan air 32.000 galon pun belum padam.

Itu karena energi di baterainya masih banyak. CEO Tesla Elon Musk pernah ditanya tentang cara-cara memadamkan kebakaran seperti itu. Jawabnya: biarkan saja terbakar sampai mati sendiri.

Drama lainnya adalah: bunyi posting-an Twitter Elon Musk. Beberapa jam sebelum kecelakaan itu Elon Musk mengunggah tweet-nya: “Tesla dengan autopilot-nya sekarang mendekati 10 kali lebih aman terhadap kecelakaan dibanding mobil pada umumnya”.

Ternyata tweet itu langsung disambut oleh kecelakaan terhebat.

Maka ketika terjadi kecelakaan di The The Woodlands dekat Houston itu, Elon Musk cepat sekali mengunggah tweet: dari data yang didapat, mobil yang mengalami kecelakaan tersebut tidak sedang diaktifkan autopilot-nya. “Pemilik mobil juga tidak pernah membeli software Full Self Driving (FSD).”

Mobil tersebut dibeli pada 2019. Belum dilengkapi fasilitas FSD. Tapi program di mobil Tesla memang bisa terus ditambah. Caranya: terus membeli software baru. Belinya lewat online. Di-install-nya juga lewat online.

Semua mobil Tesla memang terhubung dengan sistem komputer di Tesla. Kalau ada kerusakan, misalnya, bisa mengadu lewat layar yang ada di mobil. Cara memperbaikinya diinstruksikan juga lewat layar lebar di sebelah kemudi.

Bahwa Elon Musk bisa menegaskan bahwa sistem autopilot mobil tersebut tidak sedang on tentu didapat dari sistem pelaporan dari komputer itu.

Menurut Tesla, autopilot itu memang tidak menjamin sepenuhnya. Sistem itu baru berlaku kalau meluncur di jalan yang ada garis markanya.

Sistem autopilot yang membuat mobil akan terus berjalan di tengah antara garis kanan dan kiri. Dalam arti lain: kalau jalan tersebut tidak memiliki garis, sistem autopilot-nya tidak berfungsi.

Bahkan sistem itu akan error kalau menghadapi garis jalan yang terputus. Juga garis yang berada di aspal yang aspalnya retak. Pun bila keretakan itu sudah ditambal.

Mobil bagus itu ternyata memerlukan jalan yang amat bagus. Karena itu saya tidak pernah berusaha mengaktifkan sistem autopilot-nya.

Maka dalam satu minggu ini masih akan terus terjadi perdebatan soal autopilot itu. Bahkan, menurut berbagai media di Amerika, kecelakaan Sabtu malam lalu itu akan mampu mengubah peraturan penggunaan autopilot.

Tesla juga dianggap berlebihan dalam mempromosikan autopilot. Memang Tesla sudah memberikan warning-nya, tapi konsumen begitu percaya pada kemampuan autopilot Tesla.

Perburuan siapa mayat dua orang itu juga masih ditunggu hasilnya. Saya sendiri yakin kedua orang itu penduduk kota kecil The Woodlands.

Meski kecil kota ini istimewa. Isinya kantor-kantor perusahaan raksasa. Terutama di bisnis minyak.

Houston sendiri adalah ”ibu kota” minyak dan gas dunia. Tapi kota Houston dianggap sudah terlalu ruwet – ukuran Amerika.

Maka pada 1980 dibangunlah kota baru, The Woodlands. Di tengah hutan. Pohon-pohon banyak dipertahankan. Termasuk yang ditabrak Tesla tadi.

Awalnya penduduk kota ini hanya 8.000 orang –hampir semuanya orang kulit putih kaya. Rupanya kota baru ini dibangun sebagai koreksi pada Houston yang dianggap sudah terlalu banyak dihuni orang kulit hitam dan Hispanik.

Sekarang kota The Woodlands sudah berpenduduk 100.000 orang. Tapi tidak ada wali kota di situ. Kota ini diurus oleh dewan direksi. Untuk sehari-hari diurus oleh seorang general manajer.

Sungguh penasaran untuk segera tahu siapa dua mayat itu. Lalu mengapa yang satu duduk di kursi belakang. Apakah dua-duanya lagi tidur? Ataukah yang di belakang itu bertugas membuat video? Atau apa?

Rongsokan Tesla itu sendiri sudah diangkut dengan trailer. Sudah tidak terlihat wujud mobilnya. Tinggal chassis, roda belakang dan sedikit bagian belakang.

Empat jam lamanya mobil itu terbakar. Kobarannya hebat. Waktunya panjang. Bisa jadi kecelakaan ini akan ikut membakar hati Elon Musk –melebihi 28 kecelakaan Tesla sebelum ini. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.