• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Muda Mapan dan Tua Sejahtera, Bisa kok Lewat Dana Pensiun!

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 19 April 2021 - 21:07
in Ekonomi
Nasabah menunjukkan aplikasi BNI Simponi.

Nasabah menunjukkan aplikasi BNI Simponi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap psikologi bagi generasi muda, khususnya kaum milenial. Salah satu yang signifikan adalah kesadaran pentingnya akan investasi. Lewat pandemi, generasi milenial jadi belajar pentingnya investasi di masa sulit, terutama bagaimana menghadapi ketidakpastian di masa depan. Investasi dapat mulai dilakukan salah satunya melalui investasi dana pensiun.

Sebagai lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menawarkan Program Pensiun Iuran Pasti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI dengan produknya yang bernama BNI Simponi. Saat ini DPLK BNI menjadi market leader di industri DPLK dengan Dana Kelolaan per 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,26 triliun atau market share sebesar 20,66 persen dari 24 penyelenggara DPLK (sumber: data PDPLK).

BacaJuga:

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha untuk Cetak 10 Juta Wirausaha Baru

UMKM Sulawesi Utara Tembus Pasar Tiongkok Lewat Direct Call Bitung, Ekspor Perdana 25 Ton Arang Tempurung Kelapa

Wamenkop Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Tata Kelola Koperasi

Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan mengatakan, dengan BNI Simponi, milenial bisa setor dana suka-suka. Punya uang lebih, tinggal setor. “Gak punya uang, kumpulin dulu dari uang jajan, simple kok,” ujarnya.

“Kunci keberhasilan berinvestasi adalah momentum. Semakin dini mengikuti BNI Simponi, maka dengan iuran semakin kecil akan terkumpul dana yang lebih besar. Hal ini dikarenakan imbal hasil BNI Simponi lebih optimal dari produk lainnya,” terangnya.

BNI Simponi Cocok untuk Milenial

Mengapa BNI Simponi sangat bagus untuk kaum milenial? Di samping aman, kaum milenial dapat memilih usia pensiun normal sekurang-kurangnya di usia 40 tahun. Artinya jika kaum milenial membutuhkan tambahan dana modal usaha di masa depan, BNI Simponi adalah solusinya.

Karena dapat dicairkan dananya pada usia pensiun normal yaitu usia 40 tahun atau pada usia pensiun dipercepat yaitu 10 tahun lebih cepat dari pensiun normal. Sehingga kaum milenial dapat memanfaatkan dana tersebut di masa yang sangat produktif untuk usaha atau meneruskan investasi masa depan untuk bahagia di hari tua.

Sepakat, Senior Pension Program Specialist BNI Alif Pasaleori menjelaskan, kaum milenial yang kini memiliki usia produktif atau 20-30 tahun sudah harus menyiapkan dana pensiun.

“Tidak perlu besar yang penting ada karena jika kita tahu iuran itu akan lebih kecil dibandingkan kita berpikir pensiun itu di usia 40 tahun pasti iuran akan besar,” ujarnya.
Waktu yang Tepat Investasi Dana Pensiun

Senior Pension Program Specialist BNI Dian Dinarwati menyebutkan, terdapat empat hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan investasi dana pensiun. Pertama, momentum waktu. Semakin panjang periode persiapan cicilan, maka semakin kecil nominalnya.

Kedua, nominal iuran, yakni berhubungan dengan penetapan target dan kebutuhan dana yang disiapkan untuk pensiun. “Kunci utama dari iuran ini adalah disiplin karena akan berubah menjadi mindset. Apabila sudah jadi mindset, tidak akan dipakai dulu tapi dipakai untuk cover kebutuhan jangka panjang, ditempatkan ke pos investasi dana pensiun,” lanjutnya.

Ketiga, bagaimana pengelolaan dana pensiun tersebut. “Dalam hal ini saya sampaikan bahwa DLPK BNI sudah established dari 1994, yang artinya sudah lebih dari 25 tahun beroperasi di industri DPLK. Kita juga memiliki experienced dalam mengelola dana peserta di nasabah DPLK BNI,” jelasnya.

Keempat, investasi dana pensiun tidak semata-mata ditargetkan untuk memperoleh imbal hasil yang tinggi. Karena jika hal ini dilakukan, saat mengejar imbal hasil tinggi, yang terjadi adalah memiliki risiko yang juga tinggi.

Untuk mengetahui berapa kebutuhan dana pensiun, bisa dilakukan pengecekan di dplk.bni.co.id ada menu simulasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Paket Sesuai Kebutuhan

BNI Simponi menyiapkan paket investasi sesuai dengan kebutuhan kamu, yakni terdiri dari 7 pilihan paket investasi, termasuk paket investasi syariah.

Pertama, ada paket investasi Simponi Likuid, yaitu 100 persen Deposito dan/atau Pasar Uang dengan imbal hasil 6,51 persen di tahun lalu. Kedua, paket investasi Simponi Likuid Plus, yaitu 75 persen Deposito dan/atau Pasar Uang, dengan 25 persen Obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,03 persen di tahun lalu. Ketiga, paket investasi Simponi Likuid Syariah, 50 persen Deposito dan/atau Pasar Uang, dengan 50 persen Obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,18 persen di tahun lalu.

Lalu keempat, paket investasi Simponi Moderat, 50 persen Deposito dan/atau Pasar Uang, dengan 50 persen Obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,54 persen di tahun lalu. Kelima, paket investasi Simponi Berimbang, 50 persen Deposito dan/atau Pasar Uang, dengan 50% Reksadana. Adapun imbal hasil sebesar -1,52 persen di tahun lalu.

Keenam, untuk paket investasi Simponi Berimbang Syariah, 50 persen Deposito dan/atau Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah dengan 50 persen Reksadana Syariah. Adapun imbal hasil sebesar 3,55 persen di tahun lalu. Ketujuh, untuk paket investasi Simponi Progresif, 50 persen Obligasi dengan 50 persen lagi Reksadana. Adapun imbal hasil sebesar 2,55 persen di tahun lalu. (arm)

Tags: bnidana pensiun

Berita Terkait.

Riza-Damanik-Riza
Ekonomi

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha untuk Cetak 10 Juta Wirausaha Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:05
Kontainer
Ekonomi

UMKM Sulawesi Utara Tembus Pasar Tiongkok Lewat Direct Call Bitung, Ekspor Perdana 25 Ton Arang Tempurung Kelapa

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:23
wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Tekankan Pentingnya Transformasi Digital dalam Tata Kelola Koperasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:35
Grha-Pertamina
Ekonomi

Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun, Pertamina Tegaskan Peran Ganda Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:13
Tinjau Inovasi PM-AAS, Prabowo Optimistis Desa hingga Provinsi Bisa Swasembada
Ekonomi

Tinjau Inovasi PM-AAS, Prabowo Optimistis Desa hingga Provinsi Bisa Swasembada

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:54
Soroti Ekonomi Neoliberal, Prabowo Sebut Negara Wajib Hadir Menyejahterakan Rakyat
Ekonomi

Soroti Ekonomi Neoliberal, Prabowo Sebut Negara Wajib Hadir Menyejahterakan Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1571 shares
    Share 628 Tweet 393
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1365 shares
    Share 546 Tweet 341
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Maseko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Korsel Tumbang dari Afrika Selatan, Hong Myung-bo: Ini Tanggung Jawab Saya!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myungbo tidak puas setelah timnya kalah 0-1 atas Timnas Afrika Selatan pada laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Afsel

Hasil Piala Dunia Grup A: Meksiko Tak Terbendung, Afsel Ukir Sejarah

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:43
Cunha

Hasil Piala Dunia : Bantai Skotlandia 3-0, Matheus Cunha: Kepercayaan Diri Brasil Telah Kembali

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:52
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia Grup C: Maroko Temani Brasil ke 32 Besar, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:41
Promise-David

Kanada Kalah dari Swiss, Jesse Marsch Tetap Puji Aksi Pemain Cadangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.