• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 9 April 2021 - 06:31
in Ekonomi
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – AppsFlyer, perusahaan mobile attribution dan analitik marketing terkemuka di dunia, hari ini merilis Laporan Ramadan ketiganya, dengan menganalisis kinerja pemasaran aplikasi di kategori Finance, Shopping, Entertainment, Food & Drink, Social and Travel dalam periode sembilan pekan pada 2020 (23 Maret – 23 Mei 2020) di sejumlah negara termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Pakistan.

Laporan Ramadan AppsFlyer ini menunjukkan aktivitas pengunduhan aplikasi yang lebih sedikit selama periode tersebut, khususnya di kategori Shopping, Travel, dan Food & Drink, sejalan dengan turunnya angka belanja iklan para para marketer.

BacaJuga:

APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal

Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

“Upaya vaksinasi yang sedang dijalankan saat ini bisa mendorong rebound (pemulihan) dalam industri mobile marketing. Kami melihat adanya pemulihan dalam enam bulan terakhir pada tahun 2020, dengan pendapatan iklan yang sedikit demi sedikit meningkat. Kami berharap industri ini dapat kembali bangkit pada tahun 2021.” kata President dan Managing Director AppsFlyer APAC, Ronen Mense.

Lebih lanjut, Mense mengatakan pandemi membuat Ramadan tahun lalu dilalui secara berbeda, karena momen berkumpul bersama yang biasanya dilakukan setiap tahun menjadi terbatas. Hal itu juga membuat kegiatan mencari hadiah bagi keluarga dan teman-teman, berbagi resep, video, berkurang secara signifikan pada tahun lalu.

Periode Ramadan tahun 2020 di Indonesia relatif lesu yang ditunjukan dengan angka Penginstalan Non-Organik (NOI) yang mengalami perlambatan akibat pembatasan sosial yang diterapkan dan aktivitas masyarakat cenderung dibatasi. Hal ini menjadikan para marketer harus berfokus kepada aktivitas promosi besar selama periode Ramadan yang memicu tingginya tingkat uninstall terhadap aplikasi yang dipasarkan.

Uninstall di kategori Finance lebih tinggi dalam empat pekan menjelang Ramadan (60% dari total uninstall dalam periode sembilan pekan). Angka tersebut sempat mencapai nilai -4% ketika memasuki pekan ke-4 sebelum Ramadan, namun mengalami penurunan lebih lanjut hingga -51% terjadi empat pekan selama periode Ramadan dan terus meningkat menjadi -25% setelah Ramadan. Laporan AppsFlyer juga menunjukkan bahwa para marketer di Indonesia harus mempromosikan aplikasi mereka tepat sebelum awal dan akhir Ramadan, karena pada saat itulah tingkat NOI mencapai puncaknya.

Sementara itu, minat terhadap aplikasi Shopping menurun menjelang Ramadan. Di Indonesia, peningkatan secara bertahap mulai menunjukkan perbaikan selama pekan pertama Ramadan (-46%), dengan kenaikan terbesar terjadi antara pekan kedua dan ketiga (mulai -40% hingga -15%). Sementara itu pada pekan 1 setelah Ramadan, aplikasi kategori Shopping berada di atas negatif hingga 1%, yang berarti para marketer aplikasi kategori Shopping dapat mengalokasikan lebih banyak anggaran belanja iklan mereka dalam dua pekan terakhir Ramadan dan setelah Idul Fitri sekaligus terus berinvestasi ke dalam remarketing untuk hasil yang positif.

Begitu juga dengan aplikasi Travel yang mencapai tingkat uninstall dengan kisaran 60% hingga 70% sebelum dan ketika Ramadan, tetapi mengalami peningkatan ke hanya sebesar 53% seusai Ramadan. Dengan lebih banyak user beradaptasi terhadap new normal (kenormalan baru), tren ini kemungkinan akan pulih dan berbalik pada paruh kedua 2021 karena pelonggaran kebijakan pembatasan sosial di berbagai wilayah.

“Kami mengamati sejumlah tren menarik dari Ramadan 2020 yang bisa digunakan para marketer dalam merancang kampanye Ramadan 2021 mereka. Karena sesi aplikasi biasanya meningkat, sementara waktu untuk pembelian pertama lebih cepat terjadi ketika periode akhir Ramadan hingga setelah Idul Fitri. Marketer harus memanfaatkan user engagement yang meningkat ini untuk mengaktifkan ulang kampanye remarketing,” kata Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC, Luthfi Anshari.

Lebih lanjut, Luthfi mengatakan bahwa dalam hal mobile fraud, para marketer harus berinvestasi dalam solusi perlindungan, terutama untuk aplikasi Finance dan Entertainment, karena mereka adalah vertikal yang yang biasanya menjadi target fraudster.

Beberapa catatan tambahan dari laporan ini adalah sebagai berikut:
● Digitalisasi dan pembayaran mobile yang meningkat menyebabkan aplikasi kategori Finance mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

● Kategori Travel masih terus akan berada dalam ketidakpastian pada tahun 2021. Travel adalah industri yang paling terpukul pada 2020 dan baik penginstalan organik maupun non-organik berkurang setengahnya apabila dibandingkan dengan 2019. Remarketing harus tetap menjadi prioritas tertinggi bagi marketer Travel karena perjalanan lokal dan internasional akan memungkinkan kembali.

● Aplikasi Food & Drink dan Social mencatat kampanye revenue paling efektif selama dua pekan terakhir dari Ramadan. Marketer harus menargetkan pengguna saat ini untuk memastikan efektivitas biaya saat pengguna lebih cepat membuka aplikasi mereka dan melakukan pembelian.

● Aplikasi Entertainment mengalami penurunan di seluruh wilayah. Terdapat lebih sedikit penginstalan selama Ramadan dan setelah Ramadan dibandingkan dengan periode sebelum Ramadan, karena pengguna ponsel cenderung tidak mengunduh aplikasi Entertainment selama bulan Ramadan. Kendati demikian, user masih berbelanja dan kampanye revenue selama periode ini telah mencapai pendapatan tertinggi dan relatif hemat biaya.

● Mobile Ad Fraud meningkat karena aplikasi Finance semakin banyak digunakan. Di seluruh wilayah, aplikasi Finance terus menjadi yang paling rentan terhadap Mobile Ad Fraud, dengan 60% dari semua NOI diatribusikan sebagai fraud.
– AppsFlyer menghitung rata-rata 20,3% fraud di APAC pada Semester 1 (H1) 2020, 54% lebih tinggi dari tingkat global. Aplikasi Entertainment juga sangat terdampak oleh fraud dengan +47% dari semua penginstalan dianggap sebagai fraud, dan Singapura mengalami hampir dua pertiganya diatribusikan sebagai fraud pada 2020.
– Serangan mobile ad fraud paling umum adalah bots, berkontribusi hingga 94% dari semua serangan fraud selama Ramadan 2020.
– Aplikasi Entertainment di Indonesia (48%) dan aplikasi Shopping (79%) di Singapura adalah yang paling rentan terhadap click flooding. (srv)

Tags: AppsFlyerRamadan

Berita Terkait.

APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal
Ekonomi

APBN 2027 Resmi Jadi UU, Pemerintah Genjot Ekonomi hingga Jaga Fiskal

Selasa, 29 September 2026 - 23:03
Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry
Ekonomi

Indomilk FnB Solutions Perkuat Coffee dan Bakery lewat Inovasi Bite-Sized Pastry

Selasa, 29 September 2026 - 21:42
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Ekonomi

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Selasa, 29 September 2026 - 15:15
mineral
Ekonomi

Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 12:52
bca
Ekonomi

BCA Expo Jabodetabek 2026 Tarik 39.500 Pengunjung, Promo KPR-KKB Berlanjut Online

Selasa, 29 September 2026 - 08:17
saka
Ekonomi

SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1, Bidik Potensi Migas Baru di WK Pekawai

Selasa, 29 September 2026 - 07:55

OLAHRAGA

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh
Olahraga

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Editor Laurens Dami
Selasa, 29 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID - Peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka, asalkan mampu menang besar...

SelengkapnyaDetails
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52
jasmine

Jasmine Azzahra Raih Perunggu BMX Racing di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:11
paes

Maarten Paes Puji Perjuangan Heroik 10 Pemain Garuda dan Gemuruh SUGBK Usai Tahan Malaysia

Selasa, 29 September 2026 - 10:40
haye

John Herdman Sebut Kartu Merah Thom Haye Jadi Anugerah Sekaligus Kutukan

Selasa, 29 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3911 shares
    Share 1564 Tweet 978
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3866 shares
    Share 1546 Tweet 967
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1125 shares
    Share 450 Tweet 281
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.