INDOPOSCO.ID – Secangkir kopi kini punya peran yang jauh lebih besar dari sekadar minuman. Di tengah berkembangnya coffee culture di Indonesia, coffee shop telah bertransformasi menjadi ruang untuk bekerja, bertemu, bersosialisasi, sekaligus menikmati makanan.
Perubahan perilaku tersebut ikut membuka peluang baru bagi coffee, bakery, dan pastry untuk tumbuh sebagai kategori yang saling melengkapi. Bagi pelaku F&B, peluang ini datang bersamaan dengan tantangan, yaitu biaya bahan baku dan operasional terus menjadi perhatian, sementara persaingan semakin ketat.
Karena itu, pertumbuhan bisnis tidak lagi cukup dikejar lewat volume penjualan. Efisiensi, inovasi menu, dan kemampuan meningkatkan nilai setiap transaksi menjadi bagian penting dari strategi bisnis.
Kondisi inilah yang diangkat Indomilk FnB Solutions, lini bisnis PT Indolakto, entitas anak PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, melalui Indomilk Bakepreneur Roadshow: The Art of Curated Bite-Sized Pastries x Coffee Pairing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Kali ini, program tersebut menggandeng Jakarta Dessert Week sebagai bagian dari penyelenggaraannya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Indomilk FnB Solutions memperkuat perannya sebagai one-stop dairy solutions bagi pelaku F&B, khususnya Coffeepreneur dan Bakepreneur. Perspektif chef, coffee business, dan bakery business dipertemukan untuk membahas hubungan antara bahan baku, inovasi menu, kebutuhan konsumen, hingga pengelolaan cost dan margin.
General Manager Cold Chain PT Indolakto, Adryan Widodo mengatakan, bagi pelaku F&B, mengikuti tren saja tidak cukup. Tantangannya adalah menerjemahkan tren menjadi menu yang relevan, konsisten diproduksi, sekaligus memberikan nilai bagi bisnis.
“Di tengah tekanan biaya dan persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha perlu semakin cermat dalam menjaga kualitas, mengelola cost, dan terus menciptakan value.” ujar Adryan.
“Di sinilah Indomilk FnB Solutions ingin hadir sebagai one-stop dairy solutions yang tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga membantu pelaku usaha dari sisi aplikasi, pengembangan menu, hingga menemukan peluang untuk mengoptimalkan cost, menciptakan value, dan mendorong pertumbuhan bisnis,” tambahnya.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui sesi Curated Bite-Sized Pastry x Coffee Pairing. Bukan hanya soal menciptakan makanan berukuran kecil, sesi ini mempertemukan kreativitas menu dengan pertimbangan bahan, teknik pengolahan, porsi, presentasi, hingga potensi komersialnya.
President Indonesia Pastry and Bakery Society, Chef Louis Tanuhadi menilai bahwa value sebuah menu tidak selalu harus dibangun dengan bahan yang lebih mahal. Pemahaman terhadap karakter bahan, formulasi, teknik, rasa, tekstur, ukuran, serta penyajian justru dapat menghasilkan pengalaman yang lebih bernilai.
“Nilai sebuah menu tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi bagaimana kita memahami karakter bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, dan menyajikannya dengan cara yang memberikan value lebih bagi konsumen,” ujar Chef Louis.
Dalam sesi tersebut, Chef Louis mengeksplorasi aplikasi produk Indomilk FnB Solutions, termasuk Australian Butter Baking, Indomilk Good Milk UHT, dan Indomilk Susu Bubuk Full Cream, melalui Lemon Raspberry Madeleine, Tiramichoux, dan Quiche Soto Ayam.
Format bite-sized juga memberi ruang lebih luas untuk bermain pada portioning, variasi rasa, dan presentasi. Saat dipasangkan dengan coffee, format ini dapat dikembangkan menjadi pairing, bundling, maupun add-on yang berpotensi meningkatkan basket size dan nilai transaksi.
Perubahan fungsi coffee shop menjadi salah satu sinyal bahwa bisnis kopi juga perlu membaca ulang kebutuhan konsumennya.
Co-Founder & Head Roaster, .TEMU, Angeline Lauwrence mengatakan bahwa konsumen kini datang ke coffee shop dengan kebutuhan yang semakin beragam, mulai dari bekerja hingga bersosialisasi dan menikmati makanan.
“Coffee shop saat ini bukan lagi hanya tempat menikmati kopi. Kebutuhan konsumen semakin beragam, sehingga bisnis juga perlu terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap,” kata Angeline.
Perjalanan .TEMU dari specialty coffee menuju pengalaman café yang lebih lengkap memperlihatkan bagaimana perubahan kebutuhan customer dapat mendorong evolusi bisnis. Dalam konteks tersebut, bakery dan pastry menjadi complementary category yang dapat memperkaya pengalaman menikmati coffee.
Pairing dan bundling pun bukan sekadar menambah pilihan menu. Keduanya dapat menjadi strategi untuk meningkatkan basket size dan revenue per customer.
Namun, peluang tersebut tetap perlu dihitung dari sisi operasional. Founder Bittersweet by Najla, Najla Farid Bisyir mengatakan, persaingan bisnis dessert dan bakery semakin tinggi, termasuk dengan hadirnya produk serupa dan kompetisi harga.
“Efisiensi bukan berarti menurunkan standar. Tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara kualitas, cost, konsistensi, dan inovasi agar bisnis tetap kompetitif dan terus berkembang,” ucap Najla.
Menurutnya, cost tidak semata-mata berbicara tentang harga bahan baku. Performa, konsistensi, ketersediaan, yield, dan waste juga menentukan efisiensi secara keseluruhan.
Karena itu, konsep Bite-Sized Pastry x Coffee Pairing dinilai memiliki peluang komersial selama dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter customer, biaya produksi, konsistensi produk, serta kompleksitas operasional.
Di sisi lain, coffee juga berpotensi memperluas moment of consumption bagi bisnis bakery dan dessert. Pairing dan bundling dapat menciptakan pilihan baru bagi customer tanpa membuat bisnis harus terus bertarung melalui harga.
Trade Marketing Food Service Manager PT Indolakto, Prita Utami Maheswari mengatakan bahwa kolaborasi bersama Chef Louis, .TEMU, dan Bittersweet by Najla menjadi bagian dari komitmen Indomilk FnB Solutions untuk tumbuh bersama mitra bisnis.
“Indomilk FnB Solutions ingin hadir sebagai one-stop solution bagi pelaku F&B, mulai dari produk dan distribusi hingga kolaborasi dan co-creation. Seperti hari ini, kami berkolaborasi dengan Chef Louis serta menghadirkan .TEMU dan Bittersweet by Najla untuk berbagi pengalaman dan real case yang relevan bagi industri F&B,” ungkap Prita.
Sebagai one-stop dairy solutions, Indomilk FnB Solutions memiliki portofolio tujuh kategori dairy, pengalaman lebih dari 50 tahun, produk bersertifikasi Halal dan standar keamanan pangan, serta jaringan distribusi nasional untuk dry, chilled, dan frozen. Dukungan tersebut juga mencakup technical application, menu development, dan knowledge sharing.
“Kami ingin membantu mitra bisnis mengoptimalkan cost, menciptakan value, dan membuka peluang pertumbuhan,” tutupnya. (her)















