• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Dunia Akhirat

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 9 April 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Salah satu berita besar minggu ini adalah: Beijing, China mulai mengalahkan New York, Amerika Serikat. Yakni dalam hal ”kota mana yang memiliki triliuner paling banyak di dunia”.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Dalam sejarah orang kaya, selalu saja New York ”ibu kotanya”. Selalu saja jumlah orang terkaya ada di sana. Baru pada 2020 terjadi pergeseran. Selisihnya memang baru satu orang. Tapi kalau ilmu statistik dipergunakan untuk mengukur masa depan Beijing akan kian meninggalkan New York.

Maka pada 2020 bukan hanya harus diingat sebagai tahun pandemi. Tapi juga tahun di mana negara asal virus Covid-19 mengalahkan negara korban Covid paling parah di dunia.
Beijing kini punya 100 triliuner.
New York kini memiliki 99 triliuner.

Yang juga harus dicatat: selama pandemi ternyata tetap lahir miliader-miliader baru. Selama satu tahun pandemi saja telah lahir 660 miliarder baru. Miliarder di situ ukurannya adalah miliar dolar. Alias sekitar Rp14 triliun. Atau, kalau dalam bahasa Indonesia disebut triliuner – di atas Rp14 triliun.

Di antara 660 triliuner baru itu yang 210 orang datang dari Tiongkok –termasuk Hong Kong. Jumlah itu mengalahkan negara mana pun –sebagai pemilik triliuner baru.

Yang juga mengejutkan adalah: lima kota di Tiongkok masuk 10 besar pemilik triliuner baru: Beijing, Shanghai, Shenzhen, Hong Kong, dan Guangzhou. Sedang di Amerika hanya dua kota dalam kategori itu: New York dan San Francisco.

Total kini ada 2.775 triliuner di dunia. Kekayaan mereka USD 13,1 triliun. Saya pusing mengkurskannya ke rupiah.

Menurut Forbes –media yang mengeluarkan angka-angka itu– kekayaan orang-orang kaya itu naik 45 persen selama pandemi satu tahun. Sedang di Amerika saja orang yang jatuh miskin karena pandemi sebanyak 8 juta orang. Itu karena 80 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan.

Tentu Anda sudah tahu siapa orang terkaya baru di Beijing itu: Zhang Yiming (张一鸣). Anda harus selalu ingat nama itu. Kan Anda sudah menyumbangkan sebagian penghasilan Anda untuk anak muda itu. Ia pendiri TikTok. Umurnya 38 tahun. Lulusan Nankai University, yang kampusnya hanya sepelemparan batu dari rumah sakit tempat saya transplant di Tianjin. Ia sendiri orang dari provinsi Fujian –tempat asal kebanyakan orang Tionghoa Indonesia.

Nama-nama lain Anda juga sudah tahu. Termasuk mantan istri Jeff Bezos itu: penulis novel MacKenzie Tuttle. Yang ketika diceraikan dua tahun lalu mendapat harta USD 35,6 miliar. Atau sekitar Rp500 triliun. Saat cerai itu, Bezos kehilangan 25 persen hartanya. Tapi tahun lalu ia sudah kembali menjadi yang terkaya di dunia.

Triliuner baru yang juga mendapatkan hartanyi dari perceraian Anda lebih tahu lagi: mantan istri penyanyi Kanye West, Kim Kardashian itu. Hanya 6 tahun Kardashian kawin dengan suami ketiganyi itu. Kini Kardashian resmi masuk triliuner baru, dengan kekayaan pas USD 1 miliar. Tentu tidak semua datang dari perceraian. Kardashian adalah pengusaha terkemuka yang terkait dengan kecantikan wanita.
Tentu ini bukan hanya memperbincangkan orang kaya –salah satu hiburan terbaik bagi siapa saja. Tapi juga soal sistem kenegaraan.

Misalnya: bagaimana bisa, sistem komunisme membuat orang-orang bisa masuk terkaya di dunia.
Bahwa Amerika melahirkan orang-orang superkaya adalah memang karena kapitalisme. Amerika didirikan untuk itu: hak semua orang untuk menjadi kaya dan salah orang itu sendiri mengapa miskin.

Pemahaman lama kita tentang komunisme adalah: anti orang kaya dan anti feodalisme. Tapi yang tertanam dalam benak saya adalah slogan Partai Komunis Indonesia (PKI): sama rata sama rasa. Itulah yang sering saya dengar waktu kecil. Ketika ada pawai Nasakom di desa. Barisan paling depan massa PNI. Barisan kedua dari NU. Barisan paling belakang massa dari partai Komunis. Dengan slogan sama rata sama rasa itu.

Saya baru berubah total setelah begitu sering ke Tiongkok. Lalu mendalami sistem di sana. Yang ternyata komunisme Tiongkok sudah menjadi komunisme empat kaki: buruh, tani, pengusaha, ilmuwan. Sudah jauh dari komunisme lama: satu kaki, buruh. Atau komunisme generasi kedua, buruh dan tani, yang dikembangkan di Tiongkok-lama dan di Indonesia sebelum 1965.

Di Tiongkok-baru, pengusaha –yang aslinya adalah lawan utama komunis– justru sudah menjadi salah satu sokoguru komunisme Tiongkok.

Sebetulnya, ternyata, sistem bisa apa saja: yang penting tujuan tercapai. Yakni negara menjadi maju, tidak ada lagi kemiskinan dan selamat dunia-akhirat. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.