INDOPOSCO.ID – Seluruh kesepakatan yang dicapai oleh tiga menteri Republik Indonesia (RI) dengan para mitranya di Tiongkok segera ditindaklanjuti.
“Sebagai mitra dagang dan investor utama bagi Indonesia, realisasi kerja sama dengan Tiongkok akan berkontribusi penting dalam pemulihan ekonomi di Indonesia,” kata Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, di Beijing, Minggu (4/4/2021), seperti dikutip dari Antara.
Tiga menteri dari Indonesia, yakni Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunjungi Provinsi Fujian, Tiongkok, pada Kamis – Sabtu (1-3/4/2021).
Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, Retno menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan vaksin Tiongkok yang telah menandatangani komitmen dengan Indonesia agar segera memenuhi jadwal penyediaan vaksin yang telah disepakati bersama.
Retno juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah China agar bisa memfasilitasi pemulangan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia.
Retno juga mengharapkan dukungan Tiongkok agar memfasilitasi kembalinya para pelajar asal Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Tiongkok, mengingat kegiatan perkuliahan dan sekolah di daratan Tiongkok telah kembali normal sejak akhir 2020.
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir dalam kunjungannya ke China bertemu dengan pejabat Komisi Supervisi dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC).
Erick juga bertemu praktisi industri baterai listrik dan perusahaan yang membangun kilang peleburan.
Lalu Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bertemu dengan beberapa pengusaha di China yang bergerak di bidang pertanian dan perkakas rumah tangga dengan menghasilkan komitmen impor dari Indonesia senilai USD1,38 miliar atau sekitar Rp20,04 triliun.
Mendag dan Menteri BUMN juga menerima rencana investasi Shandong Timber and Wood Association senilai USD1,35 miliar atau sekitar Rp19,6 triliun di Indonesia.
Pertemuan para menteri itu dilangsungkan di Kota Wuyishan, Provinsi Fujian. Fujian merupakan salah satu pintu masuk utama komoditas ekspor Indonesia ke Tiongkok.
Kunjungan Menlu Wang Yi yang juga anggota Dewan Negara Tiongkok ke Indonesia pada Januari 2021 telah menghasilkan MoU “Two Countries Twin Parks” sebagai kesepakatan kerja sama antara Fuqing Yuanhong Industrial Park di Provinsi Fujian) dengan tiga mitra kawasan industri di Batang, Bintan, dan Semarang.
“Kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative tersebut diharapkan dapat menjadi kanal hijau untuk lebih mempromosikan promosi perdagangan dan investasi kedua negara,” kata Dubes Djauhari. (arm)










