• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cara Pemerintah Tingkatkan Minat Literasi Baca dan Tulis

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 1 April 2021 - 21:20
in Nasional
indoposco

Webinar Digital Society “Paradigma Literasi Baca Tulis di Era Digital”

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kehadiran pandemi dan pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Fenomena ini semakin mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi. Hal itu disampaikan oleh Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, pada pembukaan acara Webinar Digital Society “Paradigma Literasi Baca Tulis di Era Digital” yang diadakan pada Kamis, 1 April 2021.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama GNLD Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Siberkreasi, Direktorat Sekolah Dasar, Pendidikan.id dan Kemkominfo TV dan aplikasi Zoom.

BacaJuga:

Bukan Sekadar Angka di Server, UU Satu Data Resmi Disahkan demi Keadilan Sosial

Komite III DPD RI Bahas Sinkronisasi Data DTSEN untuk PIP dan KIP Kuliah

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Pertegas Hak Pekerja, Pengamat Apresiasi DPR

Semuel melanjutkan bahwa untuk menghadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerja sama dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia. Salah satu pilar pentingnya adalah dengan menciptakan masyarakat digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

“Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Semuel.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Jumeri, S.TP., M.Si, selaku Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud. Ia menyampaikan pesan bahwa kita perlu meningkatkan kemampuan literasi digital agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital dengan benar.

Jumeri mengemukakan bahwa minat baca di negara ini termasuk yang paling rendah, maka ia berharap kepada anak muda Indonesia khususnya, bahwa dengan meningkatnya kemampuan memanfaatkan teknologi informasi bisa meningkatkan juga minat baca lewat platform digital.

Ia juga berharap dengan berbagai informasi yang diberikan oleh para narasumber pada acara webinar ini, bisa membuat para orang tua, guru, siswa, dan mahasiswa meningkat kemampuan literasinya.

Beberapa narasumber yang hadir antara lain, Prof. Dr. Gufran A. Ibrahim, M.S selaku Guru Besar Antropolinguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Dr. Achmad Fahrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka (Persero), Opik selaku Ketua Forum TBM / Founder Komunitas Ngejah, dan Rangga Adi Negara selaku Sub Koordinator Fasilitasi Literasi Digital Kemkominfo, serta dimoderatori oleh Enfira Yanuaristi, M.Psi, selaku Analis Pengembangan Peserta Didik Kemendikbud.

Gufran mengatakan bahwa saat ini kita sedang mengalami dua lompatan besar dalam perilaku atau tradisi baca tulis, dari tanpa jari ke membaca dengan sentuhan jari pada gawai, sehingga menurutnya, ada pengalaman dan pembelajaran kecerdasan kinestetik di dalamnya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa keuntungan dari membaca di era digital ini adalah peluang untuk mendapatkan bacaan yang semakin banyak dan beragam semakin besar.

“Tapi setelah punya gawai, malah memulai berkebiasaan lisan seperti update status, ngobrol sana-sini, dan malah lebih banyak berbicara dengan diri sendiri, dan malas membaca buku,” jelasnya.

Sementara itu, Achmad Fahrodji mengatakan bahwa Balai Pustaka memiliki Program Peningkatan Literasi Siswa (PPLS), di mana Balai Pustaka menawarkan agar sekolah-sekolah se-Indonesia mengirimkan wakilnya untuk dilatih menulis.

Selain itu, Balai Pustaka juga membuat produk berupa taman bacaan digital bernama Edu BP yang dapat diakses tanpa terkoneksi ke internet.

“Alat ini hanya dicolokkan ke listrik, tanpa perlu koneksi internet, dia akan menjadi Wi-Fi, di mana seluruh kontennya bisa diakses oleh pemegang HP tanpa tersedot kuotanya, jadi di daerah pedalaman dan daerah tertinggal alat ini akan dipasang,” ujarnya.

Mengenai disrupsi teknologi, Rangga Adi Negara memberikan beberapa contohnya seperti peralihan dari ojek konvensional ke ojek online, banyaknya marketplace online yang telah menyediakan barang yang lebih murah dan lebih komplit dari mall, di masa pandemi di mana restoran-restoran kini sudah menjual produknya secara online, dan dari dunia pendidikan di mana buku-buku kini menjadi buku digital.

Dengan adanya internet, informasi akan semakin mudah dicari, tetapi Rangga mengingatkan bahwa informasi yang dibaca di internet kini preferensinya semakin berubah. Ia mengatakan bahwa saat ini berita-berita yang dibaca kebanyakan hanyalah judulnya saja, sehingga ini menjadikan maraknya clickbait dan membuat kebiasaan yang mengganggu untuk kemampuan baca tulis.

“Kami dari Kemenkominfo memiliki sebuah program yaitu Program Literasi Digital Siberkreasi, yang mulai tahun ini akan dilaksanakan secara masif di 514 kabupaten dan kota, selain itu ada juga repositori pengetahuan yang bisa dilihat dan diunduh secara gratis oleh masyarakat,” jelasnya.

Di akhir sesi acara, Opik menambahkan bahwa tips jitu dalam mempertahankan mood untuk menulis dan membaca adalah jadikan menulis dan membaca sebagai kebutuhan.

“Jika dijadikan sebagai kebutuhan, maka ketika kita tidak membaca kita akan kehilangan banyak informasi dna tentu saja pengetahuan itu bisa menjadi amunisi ketika kita berdialog dengan yang lain, dan salah satunya adalah dengan membaca,” ungkap Opik.

Opik juga menambahkan, dua upaya yang bisa dilakukan agar kegiatan membaca bisa melembaga adalah dengan mulai membacakan buku cerita kepada anak dan lanjutkan terus kegiatan ini hingga ke jenjang selanjutnya, misal dari PAUD, lanjutkan ke SD, SMP, hingga SMA agar anak bisa merasa bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan. (ibs)

Tags: TeknologiTeknologi InformasiWebinar

Berita Terkait.

rini
Nasional

Bukan Sekadar Angka di Server, UU Satu Data Resmi Disahkan demi Keadilan Sosial

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15
UU Perlindungan Ketenagakerjaan Pertegas Hak Pekerja, Pengamat Apresiasi DPR
Nasional

Komite III DPD RI Bahas Sinkronisasi Data DTSEN untuk PIP dan KIP Kuliah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:05
UU Perlindungan Ketenagakerjaan Pertegas Hak Pekerja, Pengamat Apresiasi DPR
Nasional

UU Perlindungan Ketenagakerjaan Pertegas Hak Pekerja, Pengamat Apresiasi DPR

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:48
brin
Nasional

UT dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset, Dorong Inovasi Indonesia Menuju Negara Maju

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:13
gibrann
Nasional

Minta Gibran Mundur dari Wapres, Denny Indrayana: Singgung Etika hingga Minta Bicara ke Jokowi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12
nasir
Nasional

Lolos dari Cengkeraman Pembajak Somalia, 4 WNI Dipeluk Menlu Saat Tiba di Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

INDOPOSCO.ID – Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika...

SelengkapnyaDetails
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1211 shares
    Share 484 Tweet 303
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.