• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sentuhan Teknologi, Produkvitas Food Estate Naik Jadi 5 Ton/Ha

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 18 Maret 2021 - 22:05
in Nasional
Suasana webinar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) yang didukung Ditjen PSP dan Croplife Indonesia dengan tema ‘Food Estate Dukung Ketahanan Pangan’ di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Suasana webinar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) yang didukung Ditjen PSP dan Croplife Indonesia dengan tema ‘Food Estate Dukung Ketahanan Pangan’ di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program Food Estate atau lumbung pangan yang digalakkan pemerintah saat ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong intensifikasi lahan pada lokasi Food Estate dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di kawasan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian.

Demikian yang disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) didukung Ditjen PSP dan Croplife Indonesia dengan tema ‘Food Estate Dukung Ketahanan Pangan’ di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

BacaJuga:

Sopir Taksi Online Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi Ternyata Baru Bekerja 2 Hari

PPG Dipercepat, Kemenag Targetkan 2 Tahun Rampung Sertifikasi 467 Ribu Guru

Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi Periksa 24 Saksi

“Lahan rawa itu luasnya 34 juta hektare (ha). Berdasarkan hasil penelitian sekitar 17 juta ha yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian produktif. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk optimalisasi lahan rawa supaya produksi kita meningkat,” ujarnya.

Sarwo menerangkan, pelaksanaan Food Estate ini didukung Kementan melalui pendekatan teknologi, sosialisasi kepada petani untuk menggunakan padi unggul bermutu bersertifikat. Alhasil, produkvitas Food Estate di lahan rawa Kalimantan Tengah (Kalteng) naik dari sebelumnya 2-3 ton per hektare bisa menjadi 5 ton per ha.

“Program Food Estate ini ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan dan lahan rawa merupakan masa depan bangsa Indonesia,“ tandasnya.

Sarwo mengatakan, pemerintah terus berusaha meningkatkan produktivitas tanaman di lahan rawa, terutama di Food Estate melalui teknologi. Pihaknya juga memberikan bantuan alat olah tanam dan panen untuk digunakan petani. Harapannya, petani lebih cepat mengolah dan menanam. Lalu, panen juga bisa lebih cepat dan bisa kembali tanam lagi.

Pada 2021, Kementan mencoba optimalisasi lahan rawa di Kalteng seluas 30 ribu ha.”Semoga ke depannya lahan Food Estate ini bisa berkembang dengan baik. Juga di NTT (Nusa Tenggara Timur) di Sumba Tengah, sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi 270 juta jiwa,” ujarnya.

Pada 2019, pemerintah mengoptimalkan lahan rawa di lima provinsi antara lain Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Luas lahan di lima provinsi itu ada sekitar 366 ribu ha lahan rawa untuk budidaya padi.

Kasubdit Optimasi dan Rehabilitasi Lahan Ditjen PSP Kementan Foyya Yusufu Aquino mengatakan, sebagai contoh penerapan teknologi di lahan Food Estate, pemerintah membuat center of excellence di Kabupaten Kapuas seluas 1.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 1.000 ha.

Sementara Midzon Johannis, senior advisor Croplife Indonesia yang menjadi narasumber dalam webinar mengatakan, pihaknya sangat mendukung program pembangunan Food Estate yang digaungkan pemerintah. Dengan populasi manusia dunia pada 1950 sebanyak 2,5 miliar terus naik menjadi 7 miliar pada 2011 dan pada 2050 dipekirakan mencapai 9 miliar. Imbasnya, konsumsi pangan diperkirakan meningkat 23 persen, sedangkan luas lahan pertanian hanya tumbuh sembilan persen.

Dukungan Croplife Indonesia bagi pertanian Indonesia, yakni dengan mendorong pengembangan teknologi baru untuk perlindungan tanaman, biologi, bioteknologi, digital dan smart agriculture sesuai dengan kondisi Indonesia.

Croplife Indonesia juga mendukung penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih, pendamping kepada petani melalui learning centers, ekspo pertanian, pelatihan agronomi dan stewardship.

“Penyediaan teknologi dan menjamin ketersediaan sarana pertanian seperti produk perlindungan tanaman dan benih,” ujar Midzon.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi-FEM Institut Pertanian Bogor (IPB) DR Sahara mengatakan, dalam konsep pengembangan Food Estate, mekanisasi dan modernisasi pertanian atau digitalisasi merupakan salah satu simpul penting yang harus diperkuat baik di on farm dan off farm. ”Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada saat pengolahan lahan akan meningkatkan produksi pertanian,” ucapnya.

Sementara, pengelolaan hasil diperlukan penggilingan padi atau RMU (Rice Milling Unit) yang merupakan titik sentral dari agroindustri padi. (aro)

Tags: Food EstateKementanpertanian

Berita Terkait.

Ukuran Tubuh Han So Hee Jadi Perdebatan Netizen
Nasional

Sopir Taksi Online Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi Ternyata Baru Bekerja 2 Hari

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:43
Ukuran Tubuh Han So Hee Jadi Perdebatan Netizen
Nasional

PPG Dipercepat, Kemenag Targetkan 2 Tahun Rampung Sertifikasi 467 Ribu Guru

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:35
May Day 2026, Pengamat: Ujian Nyata Komitmen Prabowo Bangkitkan Ekonomi Buruh
Nasional

Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi, Polisi Periksa 24 Saksi

Kamis, 30 April 2026 - 23:57
AMMAN Tancap Gas di Awal 2026, EBITDA Melonjak ke USD508 Juta
Nasional

AMMAN Tancap Gas di Awal 2026, EBITDA Melonjak ke USD508 Juta

Kamis, 30 April 2026 - 23:14
Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization”
Nasional

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization”

Kamis, 30 April 2026 - 22:45
Partisipasi TKA SD-SMP Tembus 97 Persen, Kemendikdasmen Pastikan Pengumuman Tepat Waktu
Nasional

Partisipasi TKA SD-SMP Tembus 97 Persen, Kemendikdasmen Pastikan Pengumuman Tepat Waktu

Kamis, 30 April 2026 - 22:35

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2553 shares
    Share 1021 Tweet 638
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1443 shares
    Share 577 Tweet 361
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1025 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.